Sunday, April 26, 2009

THE REAL VAMPIRE

Oleh : bu Rumbudi 
Selama seminggu, suamiku menderita demam tinggi, menggigil, badan nyeri semua, mual dan segala gejala demam berdarah dengue. Setelah 3 hari sejak panas itu, ternyata memang dia positif menderita demam berdarah.
Banyak yang bertanya, di mana digigit sang nyamuk aedes aegepty? Tentu saja tidak ada yang tahu, semua hanya menebak-nebak, karena suamiku memang baru pulang dari berbagai kota. Tapi yang jelas, dia menderita DBD.
Ketika demam mencapai 40oC, dia mengigau, rasanya dia sudah tidak kuat menahan sakitnya, rasanya waktunya sudah tinggal sedikit, dan rasanya sang Malaikat maut sedang mulai menjalankan tugasnya. Tetapi karena aku masih bisa berpikir, rasanya itu hanya igauan suamiku di bawah sadarnya. Jangankan waktu sakit dengan setengah kesadaran, ketika sehatpun dia selalu ingat akan dekatnya kematian. Bahwa setiap kita, entah sehat entah sakit, siapapun selalu dekat dengan kematian. Karena itulah, aku tidak terkejut lagi, bahkan aku katakan padanya, banyaklah MEMBACA istighfar dan tahil...mohon ampun, dan memang tidak ada tuhan selain Allah....Allah yang memberi sakit, Allah juga yang memberi kesembuhan.
Ketika suamiku sakit, aku jadi tahu dengan siapa saja dia bergaul. Ibu-ibu majelis ta’lim tempat dia sering menularkan ilmu, bapak-bapak jama’ah masjid Baitul Mattin tempat dia sering shalat berjama’ah, saudara-saudara majelis ta’lim tempat kami mengkaji Qur’an dan Sunnah setiap ahad, tetangga sekitar tempat kami tinggal. Mereka semua sedang menjalankan kewajibannya, sementara suamiku sedang menerima haknya. Kewajiban orang muslim terhadap muslim lain antara lain adalah menjenguk ketika saudaranya sakit. Aku merasakan kasih sayang teman-teman kami, termasuk teman-teman kantorku.
Dari Abu Hurairah, bahwa Rasullullah saw. Bersabda: “Allah Ta’ala akan berfirman pada hari kiamat: ‘Hai anak adam, Aku sakit tapi tidak kau jenguk’! Ujarnya: ‘Ya Tuhanku, bagaimana aku akan menjenguk-Mu, padahal Engkau Tuhan seru sekalian alam?’ Firman-Nya: ‘Tidak tahukah kamu bahwa hambaKu si Anu sakit, tetapi tidak kamu jenguk? Tidak tahukah kamu bahwa seandainya kamu menjenguknya, akan kamu dapati Aku di sisinya? ........” (HR. Muslim)
Ketika suamiku sakit, banyak orang, saudara-saudara kami yang biasanya jarang bahkan mungkin tidak mendoakan, jadi berdoa untuk kesembuhan suamiku. Bahkan doaku, jadi bertambah panjang mohon kesembuhan dari Allah, kesembuhan yang tidak meninggalkan bekas. Itulah kebergantungan makhluk kepada Sang Pencipta.
Ketika suamiku sudah sembuh dari sakit, aku baru tahu ternyata Allah hanya memberi kesempatan sang virus dengue hidup selama 7 hari saja. Setelah itu akan mati sendiri, walaupun tanpa dibunuh dengan obat-obatan sekalipun. Penderita yang mampu melewati 7 hari itu, dia masih punya kesempatan untuk menikmati dunia ini, untuk bertobat kepada Allah, untuk mengaji, untuk badminton, untuk main, dan kegiatan-kegiatan duniawi lainnya. Subhanallah, hanya 7 hari saja sang dengue diberi hidup, tapi kalau tidak mampu bertahan, orang bisa sampai pada ajalnya.
Walau 7 hari hidup dalam darah manusia, ternyata sang dengue ini mampu merusak keping-keping darah manusia, sehingga dia akan kelihatan pucat, lemas, cepat lelah, tidak punya tenaga, lambungnya luka, semua karena darahnya disedot oleh virus dengue ini, layaknya VAMPIR sang pemakan darah. Karena itu aku menyebut si virus dengue ini adalah THE REAL VAMPIRE. Dan suamiku baru saja darahnya disedot oleh the real vampire ini.

Monday, March 16, 2009

I DON'T LIKE MONDAY

Oleh : M. Rum Budi S.

Hampir setiap orang mengatakan “ I Don’t Like Monday” pada saat akan memulai aktivitas setelah berakhir pekan. Setiap hari Senin datang, virus malas itu langsung menyerang semangat seorang pekerja ataupun pelajar. Seakan-akan hari Senin adalah waktu yang membosankan. Hari Senin diidentikkan dengan hari yang melelahkan karena itu berarti kembali kepada rutinitas kerja atau belajar. Sudah menjadi ketentuan umum bahwa setiap pekerjaan yang rutin dan tidak ada variasinya itu memang sangat membosankan. Dan rasa bosan itu yang menimbulkan penyakit malas.

Ada beberapa cara orang dalam menikmati hari liburnya pada saat weekend di hari Ahad dengan cara yang salah, seperti berlebihan dalam makan, minum dan istirahat. Padahal kalau banyak makan,minum, dan tidur itu kandungan lemak badan meningkat dan menyebabkan gerakan otot jadi kaku sehingga akibatnya sifat malas dan lamban akan tumbuh subur. Barangkali ini adalah salah satu sebab Allah dan Rasul-Nya melarang untuk berlebihan dalam makan dan minum. Allah berfirman: “Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”. (QS al-A’raf: 31).

Umar ra berkata, “Jagalah dirimu dari sifat rakus pada makanan dan minuman. Karena, hal itu akan merusak badan, mewariskan penyakit , membuat malas melakukan sholat. Wajib atas kamu menjauhi sifat rakus pada makanan dan minuman, karena hal itu menyehatkan badan dan menjauhi sikap berlebih-lebihan. Allah Subhanallah wata’ala murka atas orang saleh yang gemuk (rakus pada makanan-minuman). Sesungguhnya seseorang tidak akan binasa hingga nafsunya mempengaruhi agamanya”. (Dalam Kitab Kanzul ‘Ummal karangan Ala’uddin) 

Bagi orang mukmin sejati, tidak ada ucapan “ I Don’t Like Monday”, sebab mereka mengetahui arti rentetan hari merupakan ladang bagi kehidupan di akhirat nanti. Mereka adalah para penyuluh ajaran Rasulullah Salallaahu’alaihi wassalam, yang senantiasa menanti hari Senin untuk melaksanakan Puasa Sunnah Senin-Kamis mengikuti jejak Rasul-Nya dalam mencapai ridha Allah. Nabi justru senang ketika hari Senin datang, karena pada hari Senin dan Kamis, ditampakkan amal perbuatan manusia, dan Nabi sangat ingin ketika amal ditampakkan beliau dalam keadaan puasa. Dari Abu Hurairah RA, bahwasanya Nabi SAW bersabda, “Amal-amal ditampakkan (dilaporkan) setiap hari Senin dan Kamis. Maka aku senang manakala amalku ditampakkan sedang aku berpuasa” [HR Ahmad dan Tirmidzi].

Ketika orang lain terjebak dalam keburukan karena malas bekerja di hari Senin, orang yang puasa Senin - Kamis justru menjadi pionir dalam kebaikan dengan bekerja giat sebagai upaya ketaatan dan mendekatkan diri kepada Allah. Apapun pekerjaanya harus diniatkan secara ikhlas dan dijadikan sebagai sarana untuk bertasbih-mendekatkan diri kepada Allah.  

Tidak ada hari yang perlu dibenci, semua orang mempunyai kesempatan yang sama dalam semua hari, entah beramal baik atau buruk, entah masih hidup atau dijemput mati, semua kesempatan itu berada pada hari Senin sampai Ahad, tidak ada hari yang lain. Ada seorang pemuda pernah bertanya kepada Rasulullah Salallaahu’alaihi wassalam, tentang amal harian yang bisa memasukkan seseorang ke surga atau amal harian yang paling disukai Allah, maka Rasulullah bersabda: “Kamu harus banyak sujud kepada Allah, karena sesungguhnya tidaklah kamu melakukan sujud kepada Allah, melainkan Allah meninggikan bagimu satu derajat karenanya dan menggugurkan darimu satu kesalahan“. (HR. Muslim, Abu Daud, dan Nasa’i). Dengan cara memperbanyak sholat sunnah setiap harinya, Insya Allah akan menghantarkan seseorang menuju surga Allah. 

Mudah-mudahan kita tetap terus bersemangat bekerja walaupun hari Senin, dan mohonlah kepada Allah untuk tetap bersemangat beribadah setiap harinya. Rasulullah Salallahu’alaihi wassalam bersabda: “Bersemangatlah, mendekatlah, bergembiralah, dan mohonlah pertolongan kepada Allah di waktu pagi, sore, dan sebagian waktu di akhir malam“ (HR. Bukhari).