<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3913803123831462131</id><updated>2012-01-25T06:06:49.241-08:00</updated><category term='Tausiah'/><category term='dunia wanita'/><category term='Catatan Pengajian'/><category term='Renungan Harian'/><category term='Tadabur Alam'/><title type='text'>Rum Al Jawwi</title><subtitle type='html'>Yang Diingat Akan Hilang Yang Ditulis Akan Abadi.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://rumaljawi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumaljawi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Rum Al Jawwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01043527831272059408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>46</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3913803123831462131.post-7935685156945257042</id><published>2011-08-19T17:39:00.000-07:00</published><updated>2011-08-19T22:15:07.217-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Nazarudin dan Gayus Bagian Korupsi Kisah Qorun</title><content type='html'>oleh M. Rum Budi Susilo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Allah Swt. Telah memberi petunjuk berupa pelajaran tentang sejarah Qorun: seorang yang hidup di Jaman Nabi Musa, sebagai bendahara negara (kerajaan), tetapi dia mengambil uang negara bersama Fir'aun dan teman-temannya untuk melanggengkan kekuasaan Fir'aun dalam menindas perekonomian rakyatnya. Berbagai kritik dari para moralis telah disampaikan kepada Qorun, tetapi justru Qorun tidak bergeming sama sekali, bahkan Qorun bembanggakan hartanya dengan show di jalan, menunjukkan kepada rakyatnya seakan-akan Qorun tidak malu bahwa harta yang diperolehnya itu berasal dari Korupsi yaitu mengambil uang Negara untuk kepentingan dirinya dan golongannya. Akibatnya Qorun dan Rumahnya telah dibenamkan Oleh Allah Swt kedalam bumi. Maka selesailah babak Kehidupan lembaran Qorun di Jaman Nabi Musa. Kisah Qorun memang sudah berlalu tapi pengikutnya banyak sekali sampai akhir jaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan Firman Allah Swt. tentang kehidupan Qorun itu di dalam Al-Qur'an Surat Al-Qasas ayat 76 s/d 81 (QS 28/76-81).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Sesungguhnya Qorun adalah termasuk kaum Musa, maka berlaku aniaya terhadap mereka. Dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. Ingatlah ketika kaumnya berkata  kepadanya: " janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah Swt tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri". (QS 28/76).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah swt kepadamu (kebahagiaan) negeri akherat dan janganlah kamu lupakan bahagiaanmu dari kenikmatan duniawi dan berbuat baiklah kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan dimuka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS 28/77).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qarun Berkata: "sesungguhnya aku hanya diberi harta itu karena ilmu yang ada padaku". Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah telah membinasakan umat-umat sebelumnya yg lebih kuat dari padanya dan lebih banyak mengumpulkan harta? dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu tentang dosa-dosa mereka. (QS 28/78).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka keluarlah Qorun kepada kaumnya dalamkemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: " Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Qorun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar". (QS 28/79).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu:"kecelakaan yang besar bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu kecuali oleh orang-orang yang sabar". (QS 28/80).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kami benamkanlah Qorun beserta rumahnya kedalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. dan tidaklah ia termasuk orang ang dapat membela dirinya. (QS 28/81).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jaman Modern di Indonesia dimana saya hidup ada sederetan lembaran kisah dari perulangan lembaran korupsi Qorun, yaitu lembaran kisah Edy Tansil, Gayus, sampai Nazarudin. Dan saya yakin lembaran korupsi Edy Tansil, Gayus, dan Nazarudin merupakan lembaran kisah yang telah, sedang dan akan selalu diikuti oleh berjuta-berjuta orang pengikutnya yang hidupnya berorientasi pada dunia sebagaimana digambarkan dalam  QS 28/79 tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah hidup dengan limpahan harta korupsi itu senantiasa berakhir dengan ditenggelamkam Rumah Pelaku Korupsi itu ke Rumah Penjara. Belum nanti kalau pelaku korupsi itu kemudian dihadapkan pada pengadilan Akherat. Apakah tidak cukup untuk dipirkannya. Hidup memang pilihan, tetapi mengapa kita tidak memilih jalan Allah, sehingga kita tidak dibinasakan Allah di dunia dan di Akherat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3913803123831462131-7935685156945257042?l=rumaljawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumaljawi.blogspot.com/feeds/7935685156945257042/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3913803123831462131&amp;postID=7935685156945257042' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/7935685156945257042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/7935685156945257042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumaljawi.blogspot.com/2011/08/gayus-dan-nazarudin-bagian-korupsi.html' title='Nazarudin dan Gayus Bagian Korupsi Kisah Qorun'/><author><name>Rum Al Jawwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01043527831272059408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3913803123831462131.post-2445233096123120262</id><published>2011-08-17T23:00:00.001-07:00</published><updated>2011-08-19T17:14:20.896-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausiah'/><title type='text'>Rum Al Jawwi: PUASA MAMPU MENYIBAK HAL NGGAK PENTING</title><content type='html'>&lt;a href="http://rumaljawi.blogspot.com/2011/08/puasa-mampu-menyibak-hal-nggak-penting.html"&gt;Rum Al Jawwi: PUASA MAMPU MENYIBAK HAL NGGAK PENTING&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3913803123831462131-2445233096123120262?l=rumaljawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumaljawi.blogspot.com/feeds/2445233096123120262/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3913803123831462131&amp;postID=2445233096123120262' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/2445233096123120262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/2445233096123120262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumaljawi.blogspot.com/2011/08/rum-al-jawwi-puasa-mampu-menyibak-hal_17.html' title='Rum Al Jawwi: PUASA MAMPU MENYIBAK HAL NGGAK PENTING'/><author><name>Rum Al Jawwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01043527831272059408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3913803123831462131.post-3731061163421629625</id><published>2011-08-17T23:00:00.000-07:00</published><updated>2011-08-17T23:00:41.467-07:00</updated><title type='text'>Rum Al Jawwi: PUASA MAMPU MENYIBAK HAL NGGAK PENTING</title><content type='html'>&lt;a href="http://rumaljawi.blogspot.com/2011/08/puasa-mampu-menyibak-hal-nggak-penting.html"&gt;Rum Al Jawwi: PUASA MAMPU MENYIBAK HAL NGGAK PENTING&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3913803123831462131-3731061163421629625?l=rumaljawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumaljawi.blogspot.com/feeds/3731061163421629625/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3913803123831462131&amp;postID=3731061163421629625' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/3731061163421629625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/3731061163421629625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumaljawi.blogspot.com/2011/08/rum-al-jawwi-puasa-mampu-menyibak-hal.html' title='Rum Al Jawwi: PUASA MAMPU MENYIBAK HAL NGGAK PENTING'/><author><name>Rum Al Jawwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01043527831272059408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3913803123831462131.post-6058967121708760383</id><published>2011-08-17T21:33:00.000-07:00</published><updated>2011-08-17T22:57:30.157-07:00</updated><title type='text'>PUASA MAMPU MENYIBAK HAL NGGAK PENTING</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;T&lt;span style="font-family:arial;"&gt;ahukah hal yang nggak penting itu? Jawabnya apa saja yang tidak ada gunanya baik dalam berfikir, berkata maupun berb&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;uat. Setiap yang dipikirkan, dikatakan dan diperbuat  mestinya mengisi lembaran indah waktu hidup seseorang. Siapa yang dapat menggunakan waktu untuk berfikir, berkata, dan berbuat yang bermanfaat dia telah menggenggam dunia dan Insya Allah selamat di akherat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan puasa tahun ini mestinya memberikan bekal untuk dapat menyongsong hidup yang akan datang adalah hidup yang lebih bermanfaat, sebab orang yang telah berhasil puasanya mampu menyibak hal-hal yang nggak penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modal utama seseorang adalah waktu-waktu yang ia genggam. Ketika seseorang memakainya untuk hal yang nggak penting dan nggak berguna maka seseorang itu telah menyia-nyiakan modalnya. Rasulullah Saw. bersabda : "Bagian dari baiknya keislaman seseorang adalah ia meninggalkan apa yang tidak berguna baginya. (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Dzar, "Rasulullah Saw. berkata kepadaku, "Maukah engkau aku ajarkan satu perbuatan ringan bagi anggota badan, namun berat dalam timbangan(amal akherat)?. Jawabku, ' Tentu saja, wahai Rasulullah!' Beliau kemudian berkata, yaitu diam, berbudi pekerti yang baik dan meninggalkan sesuatu yang tidak berguna bagimu! (HR Abi Dunya).   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan bicara sesuatu yang tidak berguna bagimu, sesungguhnya itu berlebihan dan bisa jadi akan menyebabkan dosa. Jangan berbicara sesuatu yang berguna bagimu sampai engkau menemukan tempat yang tepat. Banyak orang berbicara tentang sesuatu yang berguna baginya, namun tidak pada tempatnya sehingga menyulitkannya. (Ibnu Abbas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak ha-hal yang nggak penting telah mengisi hidup dan kehidupan Jaman Gelombang Informasi. Menyia-nyiakan waktu berdzikir kepada Allah Swt telah mengisi amalan sehari-hari sehingga seorang secara tidak sadar menuai kerugian amat besar lagi nyata. Untuk itu pastikan bahwa hikmah kewajiban seorang muslim berpuasa itu dapat menyibak hal yang nggak penting, sebab boleh jadi kematian akan menjemput sehingga tak ada lagi hari esok&lt;/span&gt;.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3913803123831462131-6058967121708760383?l=rumaljawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumaljawi.blogspot.com/feeds/6058967121708760383/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3913803123831462131&amp;postID=6058967121708760383' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/6058967121708760383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/6058967121708760383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumaljawi.blogspot.com/2011/08/puasa-mampu-menyibak-hal-nggak-penting.html' title='PUASA MAMPU MENYIBAK HAL NGGAK PENTING'/><author><name>Rum Al Jawwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01043527831272059408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3913803123831462131.post-5822159868617992671</id><published>2010-09-04T16:35:00.000-07:00</published><updated>2010-09-04T16:36:34.650-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dunia wanita'/><title type='text'>PINTU SURGA BAGI WANITA</title><content type='html'>Apabila seorang perempuan menunaikan shalat lima waktu, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja yanng ia sukai [ HR. Ibnu Hibban dari Abu Hurairah r.a]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakikat Istri :&lt;br /&gt;1. Pendamping suami,sumber spirit dan inspirasi suami&lt;br /&gt;Memenuhi hak-hak suaminya, menghormati dan memuliakan serta mendampingi suaminya adalah ibarat pintu surga bagi seorang istri.&lt;br /&gt;" Sebaik-baik wanita (istri) ialah stri yang apabila engkau (suami) melihatnya, ia akan menyenangkan hatimu, bila engkau perintah dia mematuhinya; dan bila engkau jauh darinya, dia menjagamu (kehormatanmu), hartamu dan (kehormatan) dirinya" [HR Ibnu Jarir dan BAihaqi dari Abu Hurairah r.a]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. pencuci jiwa atau ruhani suami&lt;br /&gt;"apabila seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur, tapi ia menolak untuk datang, lalu sang suami marah sepanjang malam, maka para malaikat melaknatnya hingga datang pagi" [HR Bukhari dan Muslim]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bidadari rumah tangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Perhiasan rumah tangga&lt;br /&gt;"Dunia ini laksana perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah" [HR Muslim]&lt;br /&gt;"Kebahagiaan manusia itu ada 3 dan kesengsaraannya juga ada 3. Kebahagiaan manusia yaitu : istri shalihah, rumah yang bagus, dan kendaraan yang baik. Sedangkan, kesengsaraanmya yaitu : istri yang jahat, rumah yang jelek dan kendaraan yang jelek" [ HR Ahmad dari Sa'ad bin Abi Waqqash r.a]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3913803123831462131-5822159868617992671?l=rumaljawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumaljawi.blogspot.com/feeds/5822159868617992671/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3913803123831462131&amp;postID=5822159868617992671' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/5822159868617992671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/5822159868617992671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumaljawi.blogspot.com/2010/09/pintu-surga-bagi-wanita.html' title='PINTU SURGA BAGI WANITA'/><author><name>Rum Al Jawwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01043527831272059408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3913803123831462131.post-3482566143358029560</id><published>2010-06-29T08:12:00.000-07:00</published><updated>2010-08-05T06:57:04.484-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Sesama Manusia, Bolehkah Saling Merendahkan?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Oleh : bu RumBudi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibrahim, sang Nabi yang mengajarkan Tauhid untuk pertama kali, bukan berasal dari keturunan orang yang taat kepada Sang Pencipta yang Esa. Ayahnya adalah penyembah berhala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya Aazar: "Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata". [6:74]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nuh, Nabi yang dikatakan gila oleh kaumnya karena membuat perahu di puncak gunung, memiliki anak yang tidak taat kepada Allah yang Esa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil: "Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir." [11:42]&lt;br /&gt;Anaknya menjawab: "Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!" Nuh berkata: "Tidak ada yang melindungi hari ini dari adzab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang". Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan. [11:43]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luth, Nabi yang kaumnya lebih memilih homoseks, memiliki istri yang tidak mau menngikuti ajakannya untuk taat kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Kami selamatkan dia (Luth) dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).[7:83]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah membuat istri Nuh dan istri Lut perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang shaleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya); "Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka)" [66:10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asiah, istri Fir'aun adalah istri yang taat kepada Allah walaupun dia hidup dalam lingkungan Fir'aun yang super sombong karena menolak keberadaan Allah, bahkan Fir'aun mengaku sebagai tuhan yang bisa mennghidupkan dan mematikan. Asiah rela disiksa suami-nya demi mempertahankan keimanannya. Asiah berdoa untuk dibangunkan rumah di surga, dan Allah mengabulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Allah membuat istri Fir'aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: "Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang dzalim",[66:11]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya keturunan, pasangan hidup, atau orang tua tidak bisa menjamin dapat memberikan kualitas keimanan yang sama. Masing-masing orang akan bertanggung jawab sendiri-sendiri atas apa yang telah diperbuatnya. Tidak ada yang bisa menolong kecuali Pertolongan Allah, pada hari pembalasan nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apakah kita akan bangga karena dilahirkan oleh orang tua yang berdarah "biru", atau berharta "banyak", berotak cerdas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kita akan bangga karena memiliki pasangan hidup seorang "da'i", 'ulama, atau kyai?&lt;br /&gt;Apakah kita akan bangga karena memiliki anak2 yang pandai mengaji, tapi shalatnya banyak absen-nya?&lt;br /&gt;Apakah kita bangga dengan gelar pendidikan yang telah kita raih?&lt;br /&gt;Apakah kita bangga dengan atribut2 duniawi???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali KEBANGGAAN itu membuat kita merasa lebih tinggi derajatnya dari pada orang lain....&lt;br /&gt;Manusia sering membuat kualifikasi untuk membedakan derajat sesama-nya..&lt;br /&gt;Sementara Sang Pencipta-lah yang lebih mengetahui kualitas ciptaan-Nya...&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3913803123831462131-3482566143358029560?l=rumaljawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumaljawi.blogspot.com/feeds/3482566143358029560/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3913803123831462131&amp;postID=3482566143358029560' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/3482566143358029560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/3482566143358029560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumaljawi.blogspot.com/2010/06/sesama-manusia-bolehkah-saling.html' title='Sesama Manusia, Bolehkah Saling Merendahkan?'/><author><name>Rum Al Jawwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01043527831272059408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3913803123831462131.post-1519441352436826726</id><published>2009-12-20T23:20:00.000-08:00</published><updated>2009-12-20T23:23:03.931-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Umat Islam Harusnya Terdepan Dalam Anti Korupsi</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;Oleh : M. Rum Budi S&lt;br /&gt;Beberapa upaya telah ditempuh untuk membrantas korupsi , saat ini dilakukan oleh beberapa institusi:  Tim Tastipikor (Tindak Pidana Korupsi),  KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi),  Kepolisian, Kejaksaan, BPKP, Lembaga non-pemerintah: Media massa Organisasi massa (mis: ICW). Sesungguhnya bila dibandingkan dengan Era Orde Baru, pada Zaman Reformasi ini pemberantasan korupsi  di Indonesia sudah sangat berkembang, namun hingga kini  hasilnya belum menunjukkan titik terang, mungkin karena sumber oknum korupsi justru berada di dalam institusi penegak hukum (Kepolisian dan Kejaksaan). Hal itu yang membikin pemberantasan korupsi susah diuraikan. Mungkin yang paling tepat pemberantasan korupsi itu dimulai dari diri sendiri.&lt;br /&gt;Tanggal 9 Desember telah ditetapkan sebagai hari anti korupsi  se dunia. Sebagai orang muslim harus menanggapi sebagai aksi gerakan moral yang cukup baik untuk memulai mengetuk pada diri sendiri, dan terus menjaga kebenciannya terhadap korupsi. Di dalam diri harus ditanamkan betul-betul  bahwa korupsi itu pertanggung jawaban  diakherat nanti itu sangat berat, dan dalam hati sorang mukmin harus dipatrikan kebenciannya terhadap korupsi, sebagaimana bencinya bila dicampakkan ke neraka .&lt;br /&gt;Karena korupsi itu akan merusak tatanan akhlak bangsa , maka seharusnya seorang muslim secara terus menerus menasehatkan kepada diri sendiri, kelurga dan bangsa ini untuk berjihad melawan korupsi. Sudah menjadi pemahaman orang banyak bahwa korupsi di Indonesia ini sudah menjadi penyakit kronis. Dalam seluruh penelitian perbandingan korupsi antar negara, Indonesia selalu menempati posisi paling rendah. Karena korupsi di Indonesia berkembang secara sistemik, sehingga masyarakat Indonesia (mungkin termasuk orang muslim) menganggap bahwa  korupsi bukan lagi merupakan suatu pelanggaran hukum, melainkan sekedar suatu kebiasaan.  Dengan demikian mata hati bangsa ini seolah-olah buta karena tidak bisa membedakan korupsi itu benar atau salah, padahal umat Islam hampir 88%  dari penduduk di Indonesia, yang seharusnya mengenal betul bahwa korupsi suatu kesalahan besar.&lt;br /&gt;Berdasarkan penilaian Lembaga Dunia, justru Negara yang tidak terkorupsi itu malah Negara Denmark yang menurut catatannya Negara Ateis. Oleh karena itu mengacu pada penilaian Lembaga Dunia itu, maka tidak  ada kaitan antara agama seseorang dengan korupsi. Bagaimana dengan Orang Islam yang diciptakan terbaik ditengah-tengah masyarakat dunia, kok masih ada yang melakukan korupsi?.  Islam itu bukan identitas lho, tapi Islam itu Din (tuntunan hidup di dunia) yang harus diikuti umatnya. Dengan demikian walaupun ada orang mempunyai identitas islam kalau korupsi berarti belum sempurna memenuhi tuntunan Din islam. Menurut aturannya memeluk Din Islam ini harus kafah, sehingga sebagai umat islam yang kuat dan baik mari memberantas korupsi dengan sungguh-sungguh dimulai dari diri sendiri mudah-mudahan berpengaruh luas terhadap Bangsa Indonesia yang mayoritas umat islam. Sudah saatnya umat islam menjadi garda paling depan dalam anti korupsi.&lt;br /&gt;Pada jari anti korupsi ini mari kita renungkan kembali ayat –ayat Al-Quran sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;QS 3/ 110. Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.&lt;br /&gt;QS 3/104. Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;QS 2/ 208. Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3913803123831462131-1519441352436826726?l=rumaljawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumaljawi.blogspot.com/feeds/1519441352436826726/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3913803123831462131&amp;postID=1519441352436826726' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/1519441352436826726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/1519441352436826726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumaljawi.blogspot.com/2009/12/umat-islam-harusnya-terdepan-dalam-anti.html' title='Umat Islam Harusnya Terdepan Dalam Anti Korupsi'/><author><name>Rum Al Jawwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01043527831272059408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3913803123831462131.post-7663055207409464122</id><published>2009-10-14T06:00:00.000-07:00</published><updated>2010-08-05T06:59:11.695-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Pengajian'/><title type='text'>PENCIPTAAN MANUSIA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dirangkai oleh : bu RumBudi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asal mula manusia diciptakan dari shalshaalin - tanah liat kering - (15;26), kemudian Allah  menjadikan keturunannya dari sulaalatin - saripati air yang hina -  (32;8), menjadi segumpal darah, tumbuh menjadi segumpal daging, untuk membentuk jasmani yang disimpan dalam rahim (22;5). Dia menyempurnakan ciptaanNya dengan meniupkan ke dalam jasmaninya roh (ciptaan) –Nya (32;9). Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Sang jiwa menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi" (7:172). Dia menjadikan bagi manusia pendengaran, penglihatan (32;9) - untuk menerima informasi dari luar - , dan hati untuk menimbang baik buruknya informasi yang diterima (32:9).  Hingga jika telah sampai pada waktu yang sudah ditetapkan, manusia dikeluarkan sebagai bayi (22;5). Allah menugaskan manusia dengan penciptaan yang sempura itu HANYA UNTUK MENGABDI KEPADA-NYA (51;56).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memenuhi kehidupan manusia, Allah telah menciptakan binatang yang bisa dikuasai manusia untuk diternakkan (32;71), ada yang dijadikan tunggangan (36;72), dan sebagian lain diambil dagingnya untuk dimanfaatkan atau diambil air susunya untuk minuman (36;73). Kemudian diberiNya pula fasilitas tumbuhan yang sebagian bisa dimakan, tetapi sebagian lainnya beracun.&lt;br /&gt;Dengan penciptaan yang sempurna dibandingkan makhluk lain seperti binatang atau tumbuhan, Allah menghendaki manusia memiliki derajat yang tinggi dibandingkan ciptaan lainnya agar manusia menjadi makhluk yang selalu bersyukur, yaitu menggunakan fasilitas2 yang sudah diberikan UNTUK MEMURNIKAN KETAATAN HANYA KEPADA-NYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kebanyakan manusia tidak mau bersyukur, bahkan mereka lebih memilih kenikmatan dunia ini dan mengikuti keinginannya, yang bernilai rendah di hadapanNya, bahkan mereka melupakan akhirat, yang bernilai tinggi di hadapanNya (7;176). Mereka merasa puas dan tenteram dengan kehidupan dunia ini, lalai dengan ayat-ayat Allah (10;7) bermegah-megah dan berbangga-bangga akan banyaknya harta dan anak (57;20), padahal kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdayakan (3;185), senda gurau dan main-main (29;64).&lt;br /&gt;Hati yang sudah diberikan oleh Allah tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah), mata-nya tidak dipergunakan untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan  telinganya tidak dipergunakan untuk mendengar (ayat-ayat Allah) (7;179). Padahal ketiganya kelak akan dimintai tanggung jawab (17;36). Kelak di akhirat mereka akan menyesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Na’udzubillaahi mindzaalik... Mudah-mudahan kita tidak termasuk golongan yang banyak ini, tetapi termasuk golongan sebaliknya yang berjumlah sedikit. Yaitu orang yang selalu mensyukuri setiap pemberian-Nya, taat Allah dan Rasul-Nya agar mendapat Rahmat-Nya (3;132), bersegera memohon ampunan jika lalai, berbuat keji atau menganiaya diri sendiri (3;135). Astaghfirullah...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3913803123831462131-7663055207409464122?l=rumaljawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumaljawi.blogspot.com/feeds/7663055207409464122/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3913803123831462131&amp;postID=7663055207409464122' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/7663055207409464122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/7663055207409464122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumaljawi.blogspot.com/2009/10/penciptaan-manusia.html' title='PENCIPTAAN MANUSIA'/><author><name>Rum Al Jawwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01043527831272059408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3913803123831462131.post-5463442474087528977</id><published>2009-09-25T05:54:00.000-07:00</published><updated>2009-09-25T21:06:47.461-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Hari Kemenangan Idul Fitri</title><content type='html'>Oleh: M. Rum Budi S.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masyarakat Melayu (Indonesia-Malaysia) sering menyebut hari raya idul fitri adalah hari kemenangan umat islam setelah menjalani puasa satu bulan penuh. Sayangnya pengertian kemenangan itu cuma  diartikan sebagai kebebasan makan-minum di waktu siang, sehingga idul fitri tidak lebih hanya hari-hari liburan untuk kumpul-kumpul sambil melakukan pesta-pesta makan, celebration dengan pakaian baru, sepatu baru. Bukan demikian seharusnya, kemenangan idul fitri itu sesungguhnya kemenangan untuk orang yang bertaqwa yang takut akan hari yang tidak ada pertolongan kecuali pertolongan Allah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemenangan bagi orang mukmin bukan kemenangan yang diartikan hiburan, nyanyian, dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;useless action&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;(kegiatan tak bermanfaat), tetapi kemenangan itu harus diartikan sebagai wujud syukur terhadap perintah-perintah Allah, sehingga apa yang telah diwajibkan Allah dan menjadi akhlak di bulan puasa seperti kebiasaan jujur terhadap Allah, tadarus Alqur’an, dan sholat malam harus dapat dijaga dan ditingkatkan pengamalannya sampai 11 bulan yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kemenangan idul fitri itu seharusnya diartikan sebagai awal dari bentuk nyata suatu tindakan atau amaliyah nilai-nilai didikan Allah di bulan puasa  untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga  mendatangkan  ampunan Allah. Karena bagi orang-orang mukmin ampunan Allah adalah anugerah terbesar yang diberikan kepada manusia walaupun orang-orang kafir senantiasa membencinya. Rasulullah salallahu’alaihi was salam (saw) bersabda: &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;“Kecewa dan merugi orang yang berkesempatan (hidup) pada bulan romadhon tetapi tidak terampuni dosa-dosanya”&lt;/span&gt; (HR Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada kata terlambat untuk mencapai ampunan Allah, karena Allah Maha Pengampun dan Maha Menerima Taubat. Sampai dijelaskan oleh Nabi Muhammad saw: “Allah menerima taubat seseorang sebelum nafas sampai di tenggorokan “. Mumpung masih ada kesempatan hidup seorang mukmin seharusnya menjadikan idul fitri itu sebagai hari kemenangan untuk bersegera bertaubat kepada Allah, dengan meningkatkan dan memperbaiki hubungan vertikal dengan Allah dan hubungan horisontal dengan manusia. “&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; (QS Ali Imran 133 -134).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali kepada Allah pada suata saat kematian nanti dengan mendapat ampunan Allah sehingga tanpa dosa sebagaimana manusia lahir pertama kali di bumi itulah sesungguhnya hari kemenangan sejati. Dan kematian chusnul khotimah itu hanya milik orang-orang mukmin yang melakukan Taubatan Nasuha, yaitu taubat yang bener-bener taubat. Bukan taubat yang main-main sebagaimana para artis sinetron yang pada saat bulan puasa seperti taubat tapi sesudahnya kembali kepada kesesatan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3913803123831462131-5463442474087528977?l=rumaljawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumaljawi.blogspot.com/feeds/5463442474087528977/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3913803123831462131&amp;postID=5463442474087528977' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/5463442474087528977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/5463442474087528977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumaljawi.blogspot.com/2009/09/har-kemenangan-idul-fitri.html' title='Hari Kemenangan Idul Fitri'/><author><name>Rum Al Jawwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01043527831272059408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3913803123831462131.post-851907329277016529</id><published>2009-07-25T19:30:00.002-07:00</published><updated>2009-07-26T07:47:10.483-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Ini Hari Jumat Tapi Saya Tidak Takut</title><content type='html'>Oleh: M. Arifin J. Pradipto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div face="arial" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_qdN5BqjxqaU/SmxrQHK_KjI/AAAAAAAAAF4/respQyfkSZ8/s1600-h/angga-pasrah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 194px; height: 188px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_qdN5BqjxqaU/SmxrQHK_KjI/AAAAAAAAAF4/respQyfkSZ8/s200/angga-pasrah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5362779180838627890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Biasa hari jumat.....hari yang selalu saya tunggu karena hari itu berati saya bisa pulang ke bandung bertemu kembali dengan istri dan anak-anakku, setelah sejak senin saya tinggal ke jakarta dan harus bergelut dengan pekerjaan kantor yang sangat melelahkan, apalagi matahari jakarta tak pernah merasa kasian sedikitpun kepada siapa saja yang ada dibawahnya....dan biasa juga kalau pulang bandung saya selalu menggunakan travel jakarta bandung yang sudah menjadi langganan....antrian dengan sederet daftar tunggu yang kadang sangat panjang sering terjadi pada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;weekend&lt;/span&gt; seperti ini....kebetulan waktu itu saya mendapat pemberangkatan yang tidak terlalu malem sekitar jam lima sore dari satu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shuttle point&lt;/span&gt; di jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan sangat pelan dengan, biasa....., kepadatan dan kerumitan jalanan jakarta pada jam pulang kerja...begitu sangat lamban hingga untuk mencoba tidurpun menjadi sangat susah...dengan bayangan betapa lamanya saya harus sampai ke bandung dengan kondisi jalanan yang begini...kadang menjadi marah, entah pada siapa, tapi yang jelas perasaan itu mengusik kantuk dan membuat mata membelalak dengan pikiran melayang-layang yang menyebabkan semua persoalan malah bermunculan dan meminta dipecahkan dengan paksa......tapi segala keterpaksaan tak pernah menghasilakan apa-apa.....betapa suntuk dan penatnya semua beban itu terasa.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di bandung sudah agak malem sekitar jam setengah sembilan....saya harus turun dari travel di tempat dimana saya biasa berganti dengan angkot yang membawa saya menuju jalan pulang....bersama dengan dua penumpang yang lainnya kami turun di tempat yang sama. Dengan segala kegesitan bak seorang prajurit di medan perang mereka dengan sigap berjalan hampir berlari ke arah yang tanpa saya ketahui hilang ditelan angin yang kebetulan malem itu amat dingin....ah biar saja saya tidak perduli, yang saya pikirkan adalah dapet angkot trus pulang....tapi entah kenapa lama sekali sang jagoan belum nongol-nongol juga....dengan gelisah saya melongok, merokok, melamun dan entah kenapa saya menengok kebelakang dan........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disitu saya melihat masjid yang berdiri tenang seperti tidak tersenyum tetapi juga tidak kelihatan arogan....kalem dan sangat bersih....tidak banyak tanaman, semua polos dan cuma ada sepetak rumput tetapi sangat terawat, datar dan sangat hijau.......mungkin karena memang sudah malem untuk ukuran orang sholat isa’ hingga sangat sepi, cuma ada satu orang di dalam masjid yang duduk bersila, saya tidak tahu persis apa yang sedang dilakukannya karena saya berada di luar.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai saja sekompi tentara berlompatan dari truk anti huru hara persis di depan saya dan menodongkan senjata mereka ke arah saya untuk memaksa melakukan hal lain selain naik angkot mungkin saya akan menjawab ”tidak! saya harus naik angkot sekarang, saya suntuk, saya mau pulang!....Ini hari jumat pak?!”......tetapi entah kenapa waktu itu saya justru melangkahkan kaki saya memasuki masjid itu......saya lepas sepatu dan tidak saya duga di tempat penitipan sepatu masih ada penjaganya, saya titipkan dan bapak itu menyodorkan kartu penitipan yang terbuat dari mika dengan angka ditulis tangan menggunakan spidol hitam.........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat awal saya sebenarnya sekalian buang air kecil toh kalau sholat sebenarnya bisa saya lakukan setelah sampai di rumah....dan biasanya juga begitu.....kemudian saya ambil air wudlu, dengan sebelumnya saya buang air kecil sesuai rencana,......setelah selesai berwudlu sambil mengusap-usap air wudlu yang tersisa di wajah, mengelap dan mengibas-ibaskan yang di tangan, saya masuki masjid, saya melihat bapak yang tadi masih duduk bersila disitu, saya ambil tempat agak ke sisi samping mepet dengan tembok, berdiri dan siap sholat, tiba-tiba..........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deb!.........masjid itu seperti tiba-tiba berubah menjadi ruangan ICU, yang terdengar hanya suara detak jantung dug...dug...dug...dst......semua suara yang tadinya hingar bingar hilang lenyap tanpa saya sadari.....klakson sopir angkot yang bertubi-tubi karena ingin memaksa seorang penumpang untuk naik walau bukan jurusan yang ingin dinaikinya, atau suara peluit tukang parkir yang menggemparkan seolah-olah sedang memutuskan tendangan pinalti yang sangat menentukan kemenangan dan gengsi suatu negara...atau suara orang ketawa karena ngobrol dengan temannya......tetapi saya coba untuk tetap meneruskan sholat, saya paksakan untuk tidak perduli....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perlahan tetapi tak mampu dilawan, kepala saya yang tadinya tegak dipaksa menunduk menghadap sajadah karpet masjid....seperti gerakan tukang cukur yang memaksa lembut karena mau mencukur bagian belakang rambut kita......bahu saya ditekan dengan berat tetapi sangat pelan bergerak dengan sendirinya sampai membentuk busur seperti gantungan baju, menggantung dengan sangat santai......seperti seorang komandan yang sedang mengatur posisi prajurit dari samping, berusaha menekan punggung saya untuk tegak dan membiarkan kepala saya tetap menunduk.....kaki saya dipaksa melangkah lebih lebar sedikit meluruskan jari-jari kaki ke arah kiblat dan memaksa lutut saya tegak sampai benar2 lurus....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua kejadian itu berlangsung dengan sadar....tetapi saya berusaha untuk membiarkan apa yang terjadi dengan tenang tanpa harus melawan, apalagi merasa takut, karena saya yakin waktu itu, entah apa dan siapa itu telah membuat saya jadi rileks, tenang dan membuat sholat saya jadi khusuk.......nafas saya menjadi berat dan sangat teratur, bacaan saya tanpa saya sadari terbaca ter-eja satu per satu, pelan dan menjadi sangat jelas......perasaan yang ada hanya rileks............sangat santai......dan sama sekali tidak terbesit untuk memikirkan hal yang lain.......waktu bukan lagi mencemaskan.....penat dan suntuk hilang seketika...... rasa syukur meluap-luap hingga seolah-olah berebut tempat dalam dada karena saking banyaknya.......waktu seolah berhenti di situ,.......... ralat terhadap posisi dan gerakan berlangsung terus hingga sholat selesai, posisi kepala waktu ruku’, telapak tangan di lutut, punggung waktu sujut,telapak tangan waktu takbir, dan masih banyak lagi, sangat pelan dan saya biarkan hingga posisi sesuai dengan yang dinginkannya......saya semakin membiarkanya, saya sangat menikmati instruksi-instruksi dengan caranya..... dalam hati saya bertanya “apa demikian sih sikap sholat yang benar?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.....begitu sampai sholat selesai......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah tidak ada orang di masjid itu, mungkin karena terlalu lama atau apa.....saya tidak tahu kapan orang yang duduk bersila tadi pergi......saya rebahkan badan sambil terlentang....sambil terpejam saya pikirkan apa yang baru saja terjadi....tidak begitu lama, tiba-tiba!.....gerakan itu datang lagi, menekan dengan lembut dahiku ke arah kedua pelipis......sehingga kerutan persis ditengah-tengah dahi benar-benar telah lenyap.....kedua ujung bibir ditekan ke atas ke arah belakang kedua telinga.....sehingga tanpa saya sadari saya telah tersenyum dengan sangat pelan.....dan tiba-tiba berhenti pada tarikan tertentu....sehingga yang tertinggal di bibir saya adalah senyum yang sangat lembut dan tipis.....tetapi berbeda dengan apa yang saya rasakan, saya merasa tersenyum lebar dan sangat hangat......dengan rasa syukur yang luar biasa......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ambil sepatu dan bapak itu sambil tersenyum menyodorkan sepatu saya yang barangkali hanya satu-satunya sepatu yang dititipkan karena memang sudah tidak ada lagi orang yang sholat di masjid itu......saya ambil dan saya mencoba memberikan sedikit imbalan uang atas segala kebaikan yang sebenarnya sangat tidak seimbang.... senyum bapak itu tidak dapat dibayar!......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti seorang pejabat yang sudah ditunggu oleh mobil dan sopirnya....begitu keluar dari halaman masjid sudah ada angkot berhenti yang pintunya persis di depan saya.....saya buka pintu dan duduk di samping sopir karena kebetulan tidak ada orang yang duduk di depan.....sambil masuk angkot dengan ringan dan senyum selalu menghias perasaan saya serta sangat tenang........seperti ketenangan seorang jenderal karena memenangkan perang yang melelahkan telah membuat saya tertidur, layaknya bayi yang baru saja digantikan popoknya......sementara angkot terus melaju tanpa saya sadari.....kantor pos!......begitu yang saya ucapkan lirih ketika bangun dengan menoleh-noleh liar meraba-raba kira-kira sampai dimana....perjalanan setengah jam hingga hampir satu jam tidak terasa telah saya lalui dengan tidur.....kantor pos menandakan saya sudah kelewat dari tempat yang seharusnya saya berhenti dan berganti dengan ojeg ke atas ke arah perumahan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan yang sedikit bingung, perasanaan yang kembali bergemuruh, menghitung, menimbang, memperkira, menyesal, terburu-buru, utung, rugi, sakit, capek, ngilu, malem, waktu, massa dan segala jenis satuan telah mendesak-desak dan terus berputar-putar di dalam otak...perasaan saya seperti seember air penuh di waktu pagi yang digoyang-goyang hingga bergolak-golak.....saya kembali lagi dengan angkot yang berlawanan sampai ketempat yang semestinya saya berhenti untuk ganti dengan ojeg....sampai dirumah saya membuka pintu pagar dengan pelan-pelan karena takut membangungkan anak-anak saya yang sedang tidur......dengan sangat cepat dan sudah menjadi kebiasaan saya buka pintu karena memang tidak dikunci, begitu kalau jumat dan kalau tahu saya mau pulang maka istri saya membiarkan pintu rumah tidak terkunci,......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa saya buka sepatu, saya kumpulkan tenaga kembali dengan pelan untuk menempatkan tas dan sepatu pada tempatnya, melepas baju, dan celana dengan sangat pelan karena takut membangunakan anak-anak dan istriku yang sedang tidur, sambil menguras semua benda dari kantong baju dan celana untuk saya letakan di meja...dan tanpa saya sadari saya mendapatkan angka 34 berbentuk potongan mika kecil berwarna hijau bertuliskan tangan dengan spidol hitam....saya mencoba mengingat-ingat benda apa ini, wah ini pasti dari sebuah tempat penitipan tapi dimana?.....saya mulai teringat dan betapa saya menjadi lemas terhadap apa yang baru saja terjadi......mika kecil itu ternyata adalah nomor penitipan sepatu di masjid yang baru satu jam yang lalu saya tinggalkan yang memberikan kenangan dan kenyamanan hati yang begitu dasyat serta pelajaran sholat yang begitu mahal.....nomor itu terbawa dan saya simpan hingga sekarang.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi teringat ayat dalam surat Ar-Rahman surat ke 55 dalam Al-Qur’an..........fabiayyiaalaa irobbikumaa tukdzdzibaan?...........maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin itu pula lah Allah SWT mengulang-ulang ayat tersebut hingga 31 kali dan mengakhiri surat tersebut pada ayat ke 78 yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.......Maha Agung nama Tuhanmu Yang Mempunyai kebesaran dan karunia.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena begitu gampangnya orang melupakan apa yang menjadi karunia Allah SWT dan menjadi sangat ingkar terhadap nikmat-nikmatnya serta kurang bersyukur.....Ya Allah ampuni dosa-dosaku........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, 20 Juni 2009&lt;br /&gt;Sebuah kisah nyata&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3913803123831462131-851907329277016529?l=rumaljawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumaljawi.blogspot.com/feeds/851907329277016529/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3913803123831462131&amp;postID=851907329277016529' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/851907329277016529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/851907329277016529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumaljawi.blogspot.com/2009/07/hari-jumat-tapi-saya-tidak-takut.html' title='Ini Hari Jumat Tapi Saya Tidak Takut'/><author><name>Rum Al Jawwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01043527831272059408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_qdN5BqjxqaU/SmxrQHK_KjI/AAAAAAAAAF4/respQyfkSZ8/s72-c/angga-pasrah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3913803123831462131.post-7439515164477952362</id><published>2009-04-26T06:53:00.000-07:00</published><updated>2010-08-07T08:19:25.652-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>THE REAL VAMPIRE</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh : bu Rumbudi &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selama seminggu, suamiku menderita demam tinggi, menggigil, badan nyeri semua, mual dan segala gejala demam berdarah dengue. Setelah 3 hari sejak panas itu, ternyata memang dia positif menderita demam berdarah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak yang bertanya, di mana digigit sang nyamuk aedes aegepty? Tentu saja tidak ada yang tahu, semua hanya menebak-nebak, karena suamiku memang baru pulang dari berbagai kota. Tapi yang jelas, dia menderita DBD.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika demam mencapai 40oC, dia mengigau, rasanya dia sudah tidak kuat menahan sakitnya, rasanya waktunya sudah tinggal sedikit, dan rasanya sang Malaikat maut sedang mulai menjalankan tugasnya. Tetapi karena aku masih bisa berpikir, rasanya itu hanya igauan suamiku di bawah sadarnya. Jangankan waktu sakit dengan setengah kesadaran, ketika sehatpun dia selalu ingat akan dekatnya kematian. Bahwa setiap kita, entah sehat entah sakit, siapapun selalu dekat dengan kematian. Karena itulah, aku tidak terkejut lagi, bahkan aku katakan padanya, banyaklah MEMBACA istighfar dan tahil...mohon ampun, dan memang tidak ada tuhan selain Allah....Allah yang memberi sakit, Allah juga yang memberi kesembuhan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika suamiku sakit, aku jadi tahu dengan siapa saja dia bergaul. Ibu-ibu majelis ta’lim tempat dia sering menularkan ilmu, bapak-bapak jama’ah masjid Baitul Mattin tempat dia sering shalat berjama’ah, saudara-saudara majelis ta’lim tempat kami mengkaji Qur’an dan Sunnah setiap ahad, tetangga sekitar tempat kami tinggal. Mereka semua sedang menjalankan kewajibannya, sementara suamiku sedang menerima haknya. Kewajiban orang muslim terhadap muslim lain antara lain adalah menjenguk ketika saudaranya sakit. Aku merasakan kasih sayang teman-teman kami, termasuk teman-teman kantorku.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Abu Hurairah, bahwa Rasullullah saw. Bersabda: “&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Allah Ta’ala akan berfirman pada hari kiamat: ‘Hai anak adam, Aku sakit tapi tidak kau jenguk’! Ujarnya: ‘Ya Tuhanku, bagaimana aku akan menjenguk-Mu, padahal Engkau Tuhan seru sekalian alam?’ Firman-Nya: ‘Tidak tahukah kamu bahwa hambaKu si Anu sakit, tetapi tidak kamu jenguk? Tidak tahukah kamu bahwa seandainya kamu menjenguknya, akan kamu dapati Aku di sisinya? ........&lt;/span&gt;” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika suamiku sakit, banyak orang, saudara-saudara kami yang biasanya jarang bahkan mungkin tidak mendoakan, jadi berdoa untuk kesembuhan suamiku. Bahkan doaku, jadi bertambah panjang mohon kesembuhan dari Allah, kesembuhan yang tidak meninggalkan bekas. Itulah kebergantungan makhluk kepada Sang Pencipta.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika suamiku sudah sembuh dari sakit, aku baru tahu ternyata Allah hanya memberi kesempatan sang virus dengue hidup selama 7 hari saja. Setelah itu akan mati sendiri, walaupun tanpa dibunuh dengan obat-obatan sekalipun. Penderita yang mampu melewati  7 hari itu, dia masih punya kesempatan untuk menikmati dunia ini, untuk bertobat kepada Allah, untuk mengaji, untuk badminton, untuk main, dan kegiatan-kegiatan duniawi lainnya. Subhanallah, hanya 7 hari saja sang dengue diberi hidup, tapi kalau tidak mampu bertahan, orang bisa  sampai pada ajalnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Walau 7 hari hidup dalam darah manusia, ternyata sang dengue ini mampu merusak keping-keping  darah manusia, sehingga dia akan kelihatan pucat, lemas, cepat lelah, tidak punya tenaga, lambungnya luka, semua karena darahnya disedot oleh virus dengue ini, layaknya VAMPIR sang pemakan darah. Karena itu aku menyebut si virus dengue ini adalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;THE REAL VAMPIRE&lt;/span&gt;. Dan suamiku baru saja darahnya disedot oleh the real vampire ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3913803123831462131-7439515164477952362?l=rumaljawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumaljawi.blogspot.com/feeds/7439515164477952362/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3913803123831462131&amp;postID=7439515164477952362' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/7439515164477952362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/7439515164477952362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumaljawi.blogspot.com/2009/04/real-vampire.html' title='THE REAL VAMPIRE'/><author><name>Rum Al Jawwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01043527831272059408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3913803123831462131.post-4509751282087835920</id><published>2009-03-16T07:46:00.000-07:00</published><updated>2009-03-16T07:57:19.306-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>I DON'T LIKE MONDAY</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Oleh : M. Rum Budi S.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hampir  setiap orang mengatakan “ I Don’t Like Monday” pada saat akan memulai aktivitas setelah berakhir pekan. Setiap hari Senin datang, virus malas itu  langsung menyerang semangat seorang pekerja  ataupun pelajar.  Seakan-akan hari Senin adalah waktu yang membosankan. Hari Senin diidentikkan dengan hari yang melelahkan karena itu berarti kembali kepada rutinitas kerja atau belajar. Sudah menjadi ketentuan umum bahwa setiap pekerjaan yang rutin dan tidak ada variasinya itu memang sangat membosankan. Dan rasa bosan itu yang menimbulkan penyakit malas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ada beberapa cara orang dalam menikmati hari liburnya pada saat weekend di hari Ahad dengan cara yang salah, seperti berlebihan dalam makan, minum dan istirahat. Padahal kalau banyak makan,minum, dan tidur itu kandungan lemak badan meningkat dan menyebabkan gerakan otot jadi kaku sehingga akibatnya sifat malas dan lamban akan tumbuh subur. Barangkali ini adalah salah satu sebab Allah dan Rasul-Nya melarang untuk berlebihan dalam makan dan minum. Allah berfirman: &lt;strong&gt;“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”&lt;/strong&gt;. (QS al-A’raf: 31).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Umar ra berkata, &lt;strong&gt;“Jagalah dirimu dari sifat rakus pada makanan dan minuman. Karena, hal itu akan merusak badan, mewariskan penyakit , membuat malas melakukan sholat. Wajib atas kamu menjauhi sifat rakus pada makanan dan minuman, karena hal itu menyehatkan badan dan menjauhi sikap berlebih-lebihan. Allah Subhanallah wata’ala murka atas orang saleh yang gemuk (rakus pada makanan-minuman). Sesungguhnya seseorang tidak akan binasa hingga nafsunya mempengaruhi agamanya”&lt;/strong&gt;. (Dalam Kitab Kanzul ‘Ummal karangan Ala’uddin) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bagi orang mukmin sejati, tidak ada ucapan “ I Don’t Like Monday”, sebab mereka mengetahui arti rentetan hari merupakan ladang bagi kehidupan di akhirat nanti. Mereka adalah para penyuluh ajaran Rasulullah Salallaahu’alaihi wassalam, yang senantiasa menanti hari Senin untuk melaksanakan Puasa Sunnah Senin-Kamis mengikuti jejak Rasul-Nya dalam mencapai ridha Allah. Nabi justru senang ketika hari Senin datang, karena pada hari Senin dan Kamis, ditampakkan amal perbuatan manusia, dan Nabi sangat ingin ketika amal ditampakkan beliau dalam keadaan puasa. Dari Abu Hurairah RA, bahwasanya Nabi SAW bersabda, &lt;strong&gt;“Amal-amal ditampakkan (dilaporkan) setiap hari Senin dan Kamis. Maka aku senang manakala amalku ditampakkan sedang aku berpuasa”&lt;/strong&gt; [HR Ahmad dan Tirmidzi].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika orang lain terjebak dalam keburukan karena malas bekerja di hari Senin, orang yang puasa Senin - Kamis justru menjadi pionir dalam kebaikan dengan bekerja giat sebagai upaya ketaatan dan mendekatkan diri kepada Allah. Apapun pekerjaanya harus diniatkan secara ikhlas dan dijadikan sebagai sarana untuk bertasbih-mendekatkan diri kepada Allah.   &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tidak ada hari yang perlu dibenci, semua orang mempunyai kesempatan yang sama dalam semua hari, entah beramal baik atau buruk, entah masih hidup atau dijemput mati, semua kesempatan itu berada pada hari Senin sampai Ahad, tidak ada hari yang lain. Ada seorang pemuda pernah bertanya kepada Rasulullah Salallaahu’alaihi wassalam, tentang amal harian yang bisa memasukkan seseorang ke surga atau amal harian yang paling disukai Allah, maka Rasulullah bersabda: &lt;strong&gt;“Kamu harus banyak sujud kepada Allah, karena sesungguhnya tidaklah kamu melakukan sujud kepada Allah, melainkan Allah meninggikan bagimu satu derajat karenanya dan menggugurkan darimu satu kesalahan“&lt;/strong&gt;. (HR. Muslim, Abu Daud, dan Nasa’i). Dengan cara memperbanyak sholat sunnah setiap harinya, Insya Allah akan menghantarkan seseorang menuju surga Allah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mudah-mudahan kita tetap terus bersemangat bekerja walaupun hari Senin, dan mohonlah kepada Allah untuk tetap bersemangat beribadah setiap harinya. Rasulullah Salallahu’alaihi wassalam bersabda: &lt;strong&gt;“Bersemangatlah, mendekatlah, bergembiralah, dan mohonlah pertolongan kepada Allah di waktu pagi, sore, dan sebagian waktu di akhir malam“&lt;/strong&gt; (HR. Bukhari). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3913803123831462131-4509751282087835920?l=rumaljawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumaljawi.blogspot.com/feeds/4509751282087835920/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3913803123831462131&amp;postID=4509751282087835920' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/4509751282087835920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/4509751282087835920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumaljawi.blogspot.com/2009/03/i-dont-like-monday.html' title='I DON&apos;T LIKE MONDAY'/><author><name>Rum Al Jawwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01043527831272059408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3913803123831462131.post-1406298637837541884</id><published>2009-02-10T05:40:00.000-08:00</published><updated>2010-08-07T08:20:01.621-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dunia wanita'/><title type='text'>LIMA KESEMPATAN UNTUK MENGINGAT  ALLAH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;bu RumBudi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang temenku, non muslim. Dia orang yang super sibuk, sampai-sampai kamipun susah untuk mencari waktu luangnya, hanya untuk ngobrol hal-hal yang ringan tentang keseharian. Pikirannya tercurah untuk pekerjaan, dari waktu yang satu ke waktu yang lain, dan dari tempat yang satu ke tempat yang lain, di luar kota, di luar pulau dan entah ke mana lagi. Tapi sebenarnya dia orang yang ramah, supel, murah senyum, senang berbagi ilmu ataupun pengalaman, cerdas pula, sehingga banyak orang yang merasa respect dengannya.&lt;br /&gt;Seandainya, aku bertanya padanya, dengan kegiatannya yang seabreg begitu, apa yang dia pikirkan ketika bangun tidur di pagi hari? Kayaknya dia akan menjawab, dia berpikir tentang apa yang akan dia kerjakan hari itu, dia lihat agenda yang disimpan di Hpnya, kemudian dengan semangat tinggi dia persiapkan dirinya untuk melewati hari itu dengan kegiatan yang bermacam-macam.&lt;br /&gt;Kemudian kalau aku tanya kembali, apa yang dia pikirkan ketika aku katakan jam 12 siang?&lt;br /&gt;O.. itu waktu makan siang dan istirahat sejenak untuk kemudian bekerja kembali. Dan ketika jam 3 sore, apa yang dia lakukan? Dia masih melanjutkan pekerjaan untuk kemudian pulang sekitar jam 4. Sampai di rumah, jam 6 sore? Waktunya makan malam. Dan jam 7 malam? Istirahat melepas lelah setelah seharian bekerja. Terakhir aku bertanya, tapi hanya dalam hatiku, kapan dia mengingat Tuhannya? Atau dia merasa bahwa hidup ini hanyalah rangkaian waktu demi waktu yang harus diisi dengan bekerja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mencoba berpikir, maka yang aku dapatkan adalah rasa syukur. Syukur karena aku diberi Petunjuk olehNya untuk menjadi seorang muslim. Ketika bangun di pagi hari, maka yang pertama aku ingat adalah Allah, aku menghadapkan wajahku kepadaNya, dengan Shalat Subuh. Lalu siang hari, ketika kelelahan menyergapku di tempat pekerjaan, maka aku lakukan cooling down untuk kembali mengingat Allah, menghadapkan wajahku kepadaNya, shalat dhuhur. Begitu juga ketika sore, senja dan malam hari, maka aku hadapkan kembali jiwa dan ragaku kepadaNya. Setidaknya ada 5 kesempatan yang diberikan Allah sebagai sarana untuk mengingatNya.&lt;br /&gt;Subhanallah! di tengah padatnya kegiatan, Allah memberi kesempatan untuk mengingatNya, sadar diri bahwa kita memilki Allah.&lt;br /&gt;Firman Allah dalam QS Al Isra;78 “&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-size:100%;"&gt;Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat)”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;, dan QS Taha ;14 “&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku”&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Semestinya kita pergunakan 5 kesempatan itu dengan sadar dan kesungguhan untuk mengingat Allah, agar tidak ada sifat kemunafikan dalam diri kita. Firman Allah QS An-Nisa; 142 “&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3913803123831462131-1406298637837541884?l=rumaljawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumaljawi.blogspot.com/feeds/1406298637837541884/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3913803123831462131&amp;postID=1406298637837541884' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/1406298637837541884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/1406298637837541884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumaljawi.blogspot.com/2009/02/lima-kesempatan-untuk-mengingat-allah.html' title='LIMA KESEMPATAN UNTUK MENGINGAT  ALLAH'/><author><name>Rum Al Jawwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01043527831272059408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3913803123831462131.post-7342647045535593961</id><published>2009-01-02T23:06:00.000-08:00</published><updated>2009-01-05T06:35:04.837-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Tahun Baru</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:130%;" &gt;Oleh : M. Rum Budi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:130%;" &gt;                                                   Perg&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:130%;" &gt;antia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_qdN5BqjxqaU/SV8QCry-5mI/AAAAAAAAAFQ/b_pGjP1Yodw/s1600-h/moonatpole.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_qdN5BqjxqaU/SV8QCry-5mI/AAAAAAAAAFQ/b_pGjP1Yodw/s200/moonatpole.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5286962125858596450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:130%;" &gt;n tahun, apakah betul&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebagai saat yang istimewa?, perluka&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:130%;" &gt;h dirayakan?.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bukankah pergantian tahun itu esensinya adalah pergantian detik yang senantiasa kita lalui dengan biasa, tidak ada istimewanya bukan?. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Keuntungan apa yang kita dapatkan ketika kita merayakannya?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pesta tahun baru itu bukan kebiasaan orang-orang shaleh. Pesta ulang tahun, pesta &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;musik dan pesta kembang api bukan  kebiasaan umat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;islam yang imannya kuat. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:130%;" &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Tahun merupakan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;rangkaian satuan waktu &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang tidak berbeda dengan satuan waktu yang lain seperti detik, menit, hari, minggu, dan bulan. Satuan waktu itu senantiasa bergulir, terus berjalan dan berjalan tanpa henti. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Waktu itu secara abadi berjalan ke depan, tak ada yang mundur ke belakang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dan senantiasa baru, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tidak ada waktu yang usang. Sampai kapan-pun lahun lalu hanyalah kenangan, tahun sekarang adalah kenyataan hidup yang kita miliki, dan tahun depan adalah harapan. Hidup akan terasa berharga bila kita menggenggam waktu dengan baik, sebab hilangnya harta benda dapat dicari lagi dengan kerajinan dan kehematan, sedangkan hilangnya waktu/kesempatan, sekali hilang tetap hilang. Waktu itu laksana pedang yang siap memotong-motong kesempatan diri anda bila hidup anda lengah, maka hidup akan celaka dan barangkali mati terhina dalam penggalan waktu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:130%;" &gt;Tanda-tanda waktu itu diciptakan Allah supaya kita tahu bahwa manusia itu sesunggguhnya akan merugi dalam hidupnya, apabila tidak menggunakan waktu pada saat apapun juga untuk melakukan amal sholeh, saling menasehati dalam kebenaran dan berpesan dalam kesabaran. Pertanyaannya rugikah kita menjadi manusia tahun lalu dan bagaimana merencanakan tahun depan dengan berbagai amal sholeh dan dakwah &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;untuk mencapai ridho Allah yang dilakukan penuh kesabaran?. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:130%;" &gt;Setiap tahun pasti akan terjadi tahun baru, tetapi sanggupkah kita akan selalu memperbaruhi keimanan? Sebab hilangnya waktu dan iman seseorang pertanda lenyapnya kesempatan meraih kemuliaan. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Iman sebagaimana waktu adalah seperti air yang harus ada dalam hidup ini. Dalam setiap tahun dibutuhkan keimanan yang kokoh dan kuat kepada Allah untuk memakmurkan kebijaksanaan hidup&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;. Tanpa iman yang mengakar dalam sanubari, maka hidup akan mudah terombang ambing oleh gelombang keindahan dunia ini yang akan menjauhkan dari rahmat Allah dan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;membuat kita mudah terperosok ke dalam lembah keburukan/kesesatan. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:130%;" &gt;Bertambah tahun berarti bertambah umur, yang anak-anak menjadi remaja, yang remaja menjadi dewasa dan yang dewasa menjadi tua dan yang tua akan menjadi pikun. Allah berfirman &lt;b style=""&gt;:”Dan barang siapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian (nya). Maka apakah mereka tidak memikirkan?”&lt;/b&gt; (QS Yasin: 68). Seharusnya tahun baru menjadikan sadar bahwa kehidupan ini semakin tua, kiamat semakin dekat, dan janji Allah pasti terjadi. &lt;b style=""&gt;“Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira. Adapun orang yang diberikan kitabnya dari belakang, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;maka dia akan berteriak: "Celakalah aku", &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka), sesungguhnya dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan kaumnya (yang sama-sama kafir)”&lt;/b&gt;. (QS Al-Insyiqaaq : 7-13). &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:130%;" &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:130%;" &gt;Boleh jadi di tahun baru ini anda akan kembali kepada Allah, sebab kematian itu tidak mengenal umur, kapan-pun bisa terjadi entah hari ini, esok pagi atau lusa nanti. Panjangnya umur tidak menentukan seseorang masuk surga atau tidak. Tetapi kualitas waktu yang diisi dengan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya lah yang akan menentukan beratnya amal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kebaikan yang akan menjadi kunci keselamatan dan kesuksesan kehidupan akherat nanti. &lt;b style=""&gt;“Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan) nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan (surga). Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan) nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah”.&lt;/b&gt; (QS Al Qari’ah : 6 – 9). Maka bagi umat islam yang kuat imannya menyambut tahun baru bukan dengan berpesta ria sebagaimana orang-orang Yahudi dan Nasrani, tetapi dengan bertaubat kepada Allah dengan bersegera kembali kepada Allah walaupun dosa masa lalu setinggi langit. &lt;b style=""&gt;“Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”&lt;/b&gt;. (QS Az Zumar :53) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:130%;" class="fullpost"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3913803123831462131-7342647045535593961?l=rumaljawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumaljawi.blogspot.com/feeds/7342647045535593961/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3913803123831462131&amp;postID=7342647045535593961' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/7342647045535593961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/7342647045535593961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumaljawi.blogspot.com/2009/01/tahun-baru.html' title='Tahun Baru'/><author><name>Rum Al Jawwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01043527831272059408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_qdN5BqjxqaU/SV8QCry-5mI/AAAAAAAAAFQ/b_pGjP1Yodw/s72-c/moonatpole.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3913803123831462131.post-7332187688656944138</id><published>2008-12-22T00:00:00.000-08:00</published><updated>2009-01-03T01:45:42.371-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>IBU</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Oleh: M. Rum Budi S.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi tak harap kembali, di Indonesia sepenggal bait lagu itu sepertinya harus direnungkan ulang setiap hari Ibu tanggal 22 Desember. Kasih ibu itu adalah naluri dan tanggung jawab yang harus diemban secara ikhlas. Seorang ibu itu mempunyai sifat penyayang 70 kali lipat dari seorang ayah. Ibu itu punya kelembutan, sedangkan ayah punya keperkasaan. Tetapi kelembutan ibu di zaman sekarang ini kadang berubah menjadi keperkasaan. Bagaimanapun keadaan yang menuntut seorang ibu bekerja atau berkarier, sehingga menjadikan kelembutan ibu itu semakin lama pudar. Barangkali penyebab utamanya karena seorang ibu di zaman sekarang ini banyak, merasa mempunyai penghasilan lebih sehingga dirasa lebih perkasa dari ayah. Coba amati bagaimana keperkasaan  ibu Dr. Srimulyani (Menteri Keuangan RI 2008) dan ibu Dr. Fadhilah Supari (Menteri Kesehatan RI 2008)?. Saya kira kelembutannya dua ibu menteri tadi akan jauh lebih pudar dibandingkan Ibu Anton atau Ibu Taat sebagai&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Ibu Rumah Tangga. Curahan perhatian ibu kepada anak akan lebih besar apabila ibu itu memang tidak bekerja. Kasih sayang ibu kepada anaknya lebih terasa apabila ibu justru menganggur. Ibu adalah makhluk Allah yang fitrahnya memiliki kelemah-lembutan dan kasih sayang karena itu mereka punya rahim. Dari rahim para ibulah lahir dan tumbuh anak-anak shaleh dan shalihah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Wanita bila sudah bersuami, menurut konsep agama memang sebaiknya berperan sebagai ibu sebaik-baiknya. Biarkan ayah saja yang berfungsi dalam mencari nafkah, karena itulah kelebihan yang Allah berikan kepada laki-laki. Berapapun penghasilannya tidak jadi soal, karena rejeki sudah ada yang mengatur. Hanya saja bagi para ayah, bekerja itu merupakan kewajiban, sehingga bila tak dilakukan akan dapat dosa. Bagaimana dengan Ibu yang tetap bekerja? Itu hanya kebolehan, sekedar membantu pendapatan ayah. Tugas utama ibu tetap sebagai pendamping ayah, bukan untuk berperan sebagai ayah. Seorang ibu adalah pemimpin rumah tangganya yang harus banyak berkecimpung di dalam rumah, bukan pemimpin keluarga yang harus banyak beraktifitas di luar rumah atau di tengah masyarakat. Ibu yang betah di dalam rumah jauh lebih mulia dari pada ibu yang sering ngrumpi di luar rumah. Bukankah ibu yang shalihah itu adalah sebaik-baik perhiasan dunia?. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Rasullullah &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Shalallahu ’alaihi wassalam pernah bersabda : “&lt;strong&gt;ada tiga hal yang sangat aku senangi di dunia ini, yaitu: wangi-wangian; istri shalihah; dan ketenangan saat shalat&lt;/strong&gt;. Ketika itu beliau sedang duduk dengan para sahabatnya. Tiba-tiba Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiallahu’anhu berkata :” Benar engkau, ya Rasulullah, aku mempunyai tiga hal lainnya, yaitu: senang melihat wajah Rasulullah, menafkahkan hartaku menurut kemauan Rasulullah, dan senang putriku berada di bawah pemeliharaan Rasulullah”. Umar radhiallahu’anhu lantas berkata: “ benar engkau ya Abu Bakar, akupun senang akan tiga hal lainnya, yaitu: mengajak kepada kebaikan, mencegah kemungkaran, dan berpakaian sederhana.” Utsman radhiallahu’anhu pun menyahut:” benar engkau wahai Umar, akupun menyukai tiga hal lainnya, yaitu: mengenyangkan orang yang sedang lapar, memberi pakaian yang tak punya busana, dan membaca Al-Quran.” Selanjutnya Ali radhiallahu’anhu juga berkata:” benar engkau wahai Ustman, aku juga mencintai tiga hal lainnya, yaitu: melayani tamu, puasa pada musim panas, dan memukul musuh dengan pedang.”  (dalam kitab Nashai-hul ‘ibaad).  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Banyaknya ibu-ibu yang menjadi wanita karier saat ini harusnya menjadi keprihatinan kita semua. Kalau mau menyadari ibu-ibu karier itu disamping mempersempit lapangan kerja bagi bapak-bapak maka sesungguhnya akan banyak menimbulkan kesusahan ibu-ibu sendiri yang luar biasa.&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qdN5BqjxqaU/SV8zfi-0K5I/AAAAAAAAAFY/dsVzQInuiLA/s1600-h/sang+penggendong+ibu.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 126px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qdN5BqjxqaU/SV8zfi-0K5I/AAAAAAAAAFY/dsVzQInuiLA/s200/sang+penggendong+ibu.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287001104615484306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Coba ibu-ibu rasakan dan renungkan firman Allah berikut ini. :&lt;strong&gt;“……….. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang makruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan juga seorang ayah karena anaknya, dan waris pun berkewajiban demikian. ……... Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”&lt;/strong&gt;. (QS Al-Baqarah: 233).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kalau ibu-ibu bekerja hanya alasan karena membahagiakan anak itu namanya kebalik, seharusnya anak-anak dan suami ibu yang membahagiakan ibu. Sekali lagi bukan kewajiban para ibu untuk memberi pakaian dan makanan kepada para anaknya, tetapi ayahnya yang berkewajiban. Muliakan para ibu, dengan memberikan haknya untuk tidak bekerja. Biarkan anaknya yang gantian memberikan nafkah kepada ibunya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia “&lt;/strong&gt;. (QS Al-Israa’: 23).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3913803123831462131-7332187688656944138?l=rumaljawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumaljawi.blogspot.com/feeds/7332187688656944138/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3913803123831462131&amp;postID=7332187688656944138' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/7332187688656944138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/7332187688656944138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumaljawi.blogspot.com/2008/12/ibu.html' title='IBU'/><author><name>Rum Al Jawwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01043527831272059408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qdN5BqjxqaU/SV8zfi-0K5I/AAAAAAAAAFY/dsVzQInuiLA/s72-c/sang+penggendong+ibu.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3913803123831462131.post-135021081125304529</id><published>2008-11-26T23:30:00.000-08:00</published><updated>2008-11-27T23:25:12.809-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Pengajian'/><title type='text'>Mengingat Mati</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Oleh: M. Rum Budi S.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul align="justify"&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari ‘Abdullah bin ‘Umar RA ía berkata : Rasulul!ah SAW memegang pundak saya lalu bersabda, “Jadilah kamu di dunia ini seolah-olah kamu orang asing atau orang yang sedang di dalam perjalanan” Dan Ibnu Umar berkata, “Apabila kamu berada di waktu sore, Janganlah kamu menunggu waktu pagi. Dan apabila kamu berada di waktu pagi, maka janganlah kamu menunggu waktu sore. Beramallah di waktu sehatmu untuk simpanan di waktu sakitmu, dan beramallah di waktu hidupmu untuk simpanan ketika matimu”. [HR. Bukhari].&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul align="justify"&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari Mu’adz RA, ía berkata Aku pernah berkata, “Ya Rasulullah, berilah washiyat kepadaku” Beliau bersabda, ‘Sembahlah Allah seolah-olah kamu melihat-Nya, hitunglah dirimu termasuk orang-orang yang akan mati dan ingatlah kepada Allah di waktu tenang maupun di waktu bergejolak. Apabila kamu terlanjur melakukan keburukan maka iringilah dengan melakukan amal kebaikan, rahasia dengan rahasia dan terang-terangan dengan terang-terangan. [HR. Thabrani].&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul align="justify"&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari Abdullah bin Umar RA, Ia berkata : Rasulullah SAW pernah melewati saya, pada waktu itu saya sedang memperbaiki tembok saya dan ibu saya. BeIiau bersabda, “Apa ini wahai ‘Abdullah ?“ Aku menjawab, “ya Rasulullah, ini sudah rusak, maka dari itu kami lalu memperbaikinya” BeIiau bersabda, “Urusan (akhirat) itu Iebih cepat dari pada yang demikian itu”. Dan dalam satu riwayat, dia berkata Rasuluilah SAW pernah melewati kami pada waktu itu kami sedang memperbaiki rumah kami  yang rusak. Lalu beiiau bertanya, “Apa ini ?“ Maka kami menjawab, “Rumah kami yang sudah rusak, maka kami memperbaikinya” Beliau bersabda, “Tidaklah aku melihat urusan (akhirat) itu kecuali lebih cepat dari yang demikian itu”. [HR. Abu Dawud, Tirmidzi, ia berkata hadits hasan shahih, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban].&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul align="justify"&gt;&lt;li align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari Abdullah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Surga itu lebih dekat kepada seseorang diantara kalian dari pada tali sandalnya, sedang neraka juga seperti itu”. [HR. Bukhari]&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari Sa’ad bin Abu Waqqash RA, Ia berkata: Seorang laki-laki datang kpd Nabi SAW dan berkata, “Berilah washiyat kepadaku ya Rasulullah“. Beliau bersabda, “Wajib atasmu merasa cukup dari apa-apa yang ada di tangan manusia. Dan hati-hatIlah kamu berlaku rakus, karena yang demikian itu kefakiran yang ada, dan laksanakanIah shalatmu sedangkan kamu akan berpisah (dengan dunia) dan hati-hatllah kamu dan melakukan kesaIahan-kesalahan” [HR. Hakim dan Baihaqi. Hakim berkata, shahih sanadnya]&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul align="justify"&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari Abu Hurairah RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Bersegeralah kalian untuk beramal sebelum datangnya tujuh hal: 1. Tidaklah kamu menunggu kecuali kemelaratan yang melupakan, 2. kekayaan yang menyebabkan melampaul batas, 3. sakit yang merusakkan, 4. tua yang melemahkan pikiran,  5. mati yang datangnya tak terduga, 6. dajjal, yaltu seburuk-buruk yang ditunggu,  7. Hari qiyamat, karena hari qiyamat itu sangat dahsyat lagi pahit”. [HR. Tirmidzi, Ia berkata hadits hasan].&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul align="justify"&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari Abu Hurairah RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, ‘Bersegeralah kamu sekalian untuk beramal, sebelum datangnya saat-saat kekacauan seperti memotongnya malam yang gelap, di waktu pagi seseorang dalam keadaan beriman dan di waktu sore menjadi kafir. Di waktu sore seseorang dalam keadaan beriman dan di waktu pagi  menjadi kafir.  Dia menjual agamanya dengan harta benda dunia”. [HR. Muslim].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3913803123831462131-135021081125304529?l=rumaljawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumaljawi.blogspot.com/feeds/135021081125304529/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3913803123831462131&amp;postID=135021081125304529' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/135021081125304529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/135021081125304529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumaljawi.blogspot.com/2008/11/mengingat-mati.html' title='Mengingat Mati'/><author><name>Rum Al Jawwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01043527831272059408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3913803123831462131.post-7005504567769630453</id><published>2008-11-21T16:07:00.000-08:00</published><updated>2008-11-21T17:13:08.440-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Tabrak Lari</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Oleh M. Rum Budi S.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetangga saya  meninggal dunia karena kasus tabrak lari. Sampai sekarang si penabrak belum ditemukan. Mungkin juga kemana rimbanya si penabrak sulit ditemukan. Karena anaknya yang mati itu tidak mungkin akan hidup lagi , maka keluarga korban hanya  pasrah kepada Allah dan mencoba menerima kenyataan ini. Kematian memang takdir Allah yang tak bisa ditolak. Umur manusia itu berada dalam genggaman Allah. Terserah Allah mau menggambil nyawa manusia kapan saja, karena memang semua milik Allah dan akan kembali kepada Allah. Menuju kematian itu memang berbilang sebab. Kalau sudah waktunya atau gilirannya tak ada yang bisa menolak, walaupun mereka di dalam dinding yang kokoh. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman :”&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;strong&gt;Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah", dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: "Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)". Katakanlah: "Semuanya (datang) dari sisi Allah". Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;” (QS. An Nisaa : 78).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah si penabrak tahu kalau yang ditabrak itu telah mati?,  mungkin nggak tahu, sehingga mereka tenang-tenang saja karena merasa tidak bersalah. Tetapi sesungguhnya Allah akan meminta pertanggung jawaban setiap apa yang diperbuat  oleh manusia. Dan setiap kejadian apa saja yang terjadi dibumi ini semua atas ijin  Allah. “&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;em&gt;Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lohmahfuz)&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;” (QS. Al An’aam : 59).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi atas ijin Allah jugalah kalau sampai sekarang si  penabrak belum ketahuan. Allah memang telah mengijinkan atau menentukan bahwa dalam suatu kejadian tabrakan, memungkinkan semua orang bisa  menempuh jalan/usaha untuk lari dari tanggung jawab. Manusia memang diberi pilihan untuk menempuh jalan kebaikan (ketaqwaan) atau menempuh jalan kesesatan (fasik). Barangsiapa menempuh jalan ketaqwaan (bertanggung jawab atas tabrakan tadi), maka termasuk orang yang  beruntung karena besok di akherat pertanggung jawabannya lebih ringan. Tetapi kalau ia menempuh jalan kefasikan (lari dari tanggung jawab, padahal jelas-jelas dia yang nabrak ), maka rugilah karena pertanggung jawabanya di akherat nanti lebih berat. Padahal kesenangan dan kesengsaraan di dunia ini hanya sesaat dibandingkan dengan kesenangan dan kesengsaraan  di akherat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah: “&lt;strong&gt;&lt;em&gt;maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (QS, Asy Syam : 8-10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk diberi pilihan oleh Allah, orang yang sebenarnya menyaksikan kasus tabrak lari, tetapi para saksi lebih bersikap diam dan tidak mau melaporkan kepada Polisi. Sikap masyarakat memang cukup beralasan karena sudah banyak kejadian si pelapor malah diperas Polisi. Memang masyarakat malas berhubungan dengan Polisi, katanya tidak ada untungnya sama sekali berurusan dengan Polisi, lebih baik dihindari karena lebih banyak tidak bermanfaat. Walaupun tidak seluruhnya benar Oknum Polisi melakukan pemerasan (premanisme), tetapi kesan umum masyarakat memberi citra kepada Polisi memang jelek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua sudah terjadi. Nanti di akherat semua akan dimintai pertanggung jawaban apa yang telah diperbuatnya saat di dunia ini. Tidak ada syafaat dan tidak ada pertolongan kecuali syafaat dan pertolongan Allah. Dan tidak ada yang dirugikan, Maha Suci Allah Tuhan Yang Maha Adil dan Maha Bijaksana. “&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;em&gt;Dan jagalah dirimu dari (`adzab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikit pun; dan (begitu pula) tidak diterima syafa`at dan tebusan daripadanya, dan tidaklah mereka akan ditolong&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;” (QS. Al Baqarah : 48).         &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3913803123831462131-7005504567769630453?l=rumaljawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumaljawi.blogspot.com/feeds/7005504567769630453/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3913803123831462131&amp;postID=7005504567769630453' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/7005504567769630453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/7005504567769630453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumaljawi.blogspot.com/2008/11/tabrak-lari.html' title='Tabrak Lari'/><author><name>Rum Al Jawwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01043527831272059408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3913803123831462131.post-329110380283679951</id><published>2008-11-19T01:02:00.000-08:00</published><updated>2008-11-19T22:22:35.497-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Tiada Hari Tanpa Makan</title><content type='html'>Oleh : M. Rum Budi S.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mengapa kita nggak pernah bosan dengan namanya ’makan’?. Sebab perut ini selalu saja lapar. Tanpa makanan, kita akan sulit melakukan aktivitas sehari-hari, karena makanan adalah sumber energi yang dapat membantu pertumbuhan badan dan otak. Setiap makanan menpunyai gizi yang berbeda-beda dalam kandungan protein, karbohidrat, lemak, dan lain-lain. Karena makanan mempunyai peranan strategis dalam perjalanan hidup ini, maka agama mengatur batas halal-haramnya supaya bermakna ibadah sehingga bernilai dalam kehidupan akherat nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap makanan pasti berasal dari hewan dan tumbuhan, kecuali Sumanto....kaliiiii. Untuk makanan yang berasal dari hewan disebut makanan hewani. Sedangkan yang berasal dari tumbuhan disebut makanan nabati. &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Asal mulanya setiap makanan itu halal, kecuali yang dilarang&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;. Silahkan saja mau makanan apapun prinsipnya Allah menyediakan untuk manusia, ”&lt;strong&gt;&lt;i&gt;Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu .....&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;” (QS Al-Baqarah: 29). Tapi kalau hidup ini hanya untuk beribadah kepada Allah jangan sekali-kali makan beberapa makanan yang dilarang oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman: ” &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah. Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barang siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt; ”  (QS Al-Baqarah: 172-173).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamba Allah dimana-pun dan siapa-pun juga di dunia ini, secara prinsip sejak Nabi Adam ’alaihissalam sampai akhir jaman nanti, tetap saja tiada hari tanpa makan, hanya kebutuhannya setiap orang di dunia ini berbeda. Orang yang tinggal di daerah dingin seperti Norwegia dan Swedia memerlukan banyak makanan untuk membantu menghangatkan dirinya agar suhu tubuhnya tetap normal. Sedangkan bagi orang yang tinggal di daerah tropis, seperti Indonesia dan Malaysia, mereka justru membutuhkan sedikit makanan bila dibandingkan dengan minuman. Demikian juga perbedaan dalam selera makanan dan cara makan orang di setiap negara. Persoalannya, coba amati bagaimana selera dan cara makan penduduk negeri-negeri yang mayoritas penduduknya orang kafir. Barangkali yang mengherankan justru makanan dan minuman yang dilarang oleh Allah malah dimakan dan diminum. Sudah jadi ketetapan Allah, bahwa orang kafir itu senantiasa mengingkari ayat-ayat-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun makanannya, Allah berfirman ”&lt;strong&gt;&lt;i&gt;Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;”. (QS Al-Baqarah: 168). Dan apapun minumanya Rasulullah Sallahu’alaihi wasalam bersabda :  ”&lt;strong&gt;&lt;i&gt;Segala macam minuman yang memabukan (sedikit atau banyak), maka hal itu hukumnya haram (terlarang)&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;”. (HR Bukhari – Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada hari tanpa makan, maka jadikanlah makan itu sebagai sarana menuju hidup sehat di dunia maupun di akherat nanti. ”J&lt;strong&gt;&lt;i&gt;auhilah kamu makan dan minum yang berlebihan, karena yang demikian dapat merusak kesehatan tubuh, menimbulkan penyakit dan memberi kemalasan (kesulitan) ketika sholat. Dan hendaklah bagimu bersikap sedang (cukupan) karena yang demikian akan membawa kebaikan pada tubuh, dan menjauhkan dir dari sikap berlebihan”&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;. (HR. Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3913803123831462131-329110380283679951?l=rumaljawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumaljawi.blogspot.com/feeds/329110380283679951/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3913803123831462131&amp;postID=329110380283679951' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/329110380283679951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/329110380283679951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumaljawi.blogspot.com/2008/11/tiada-hari-tanpa-makan.html' title='Tiada Hari Tanpa Makan'/><author><name>Rum Al Jawwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01043527831272059408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3913803123831462131.post-7823756765584994820</id><published>2008-11-13T18:56:00.000-08:00</published><updated>2008-11-13T19:01:07.868-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>The Real Pension</title><content type='html'>oleh M. Rum Budi S.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sudah jadi hukum yang pasti dari hukum alam semua pekerja itu akan pensiun. Seseorang mempunyai kemampuan terbatas dalam bekerja, baik Pegawai Swasta atau Pegawai Negeri. Pensiun merupakan jaminan hari tua dan sebagai balas jasa terhadap pegawai yang telah bertahun-tahun mengabdikan dirinya kepada Perusahaan atau Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang bagi orang-orang tertentu masa pensiun itu menakutkan, tetapi bagi orang lain masa pensiun itu terasa indah. Sebenarnya tergantung dari seseorang mensikapi hari-hari pensiun itu. Kalau masa pensiun diukur dari berkurangnya pendapatan, maka akan selalu terpikirkan bagaimana mengisi masa pensiun itu dengan hari-hari menambah penghasilan, sedangkan tenaga dan pikiran sudah tak efektif lagi. Pola pikir yang pengin terus dan terus menambah duit depositonya sesudah pensiun, ya barangkali itu yang membuat susah (pendapat umum yang menyebakan cepat mati). Berbeda dengan seseorang yang melihat lebih santai karena masa pensiun adalah masa untuk menikmati hasil yang selama ini telah dicapai. Bagaimanapun mempersiapkan bekal menghadapi masa pensiun itu sangat penting. Bukankah semua keberhasilan itu diukur dari cara mempersiapkannya?.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Persiapan pensiun yang sebenarnya adalah memasuki masa pensiun dari hidup ini yaitu kematian. Kematian adalah The Real Pension. Kalau pensiun purna baktinya kepada Negara, maka kematian adalah purna bakti pengabdianya kepada Allah. Jika batas usia pensiun minimal 50 tahun dan maksimal mencapai umur antara 56-58 tahun , maka batas usia hidup hanya kepada Allah tempat tergantung segala sesuatu. Kalau sesorang betul-betul mempersiapkan pensiunan yang sesungguhnya dari kehidupan ini, maka itulah keindahan yang paling abadi. Keindahan yang abadi hanya akan dialami oleh seseorang yang pada saat menjalani hidup ini bertolak ukur kepada keimanan, keislaman,  beramal sholeh, berakhlak mulia, dan berbuat ikhsan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali r.a. berdiri diatas kuburan dan menangis, lalu berkata: ”Semoga keselamatan terlimpahkan kepadamu, hai ahli kubur!”. Maukah kamu dengar berita dari kami ?.   Adapun mengenai istri-istri yang kamu tinggalkan, kini mereka telah menikah lagi. Rumah-rumah telah dibagikan, dan harta telah diwariskan. Inilah berita dari kami. Bagaimana dengan berita dari kamu?. Selanjutnya Ali r.a. sambil menangis dan berkata: ”ternyata mereka diam”  Demi Allah seandainya mereka dapat berbicara, tentulah mengucapkan firman-Nya : &lt;strong&gt;&lt;i&gt;”..........Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal itu adalah taqwa......”&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt; (QS Al-Baqarah : 197).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang hanya mempersiapkan pensiunnya di dunia ini, maka tidak pernah merasakan keindahan masa pensiunan yang sesungguhnya ” The Real Pension ”. Apapun keindahan yang dialami di dunia ini adalah keindahan yang semu dan melalaikan. Dunia hanya polesan yang terlihat menajubkan seperti mengkilap, tetapi kehidupan hakiki ada di kehidupan sesudah mati dan kekekalan hanya di akhirat. &lt;strong&gt;&lt;i&gt;” Apa yang ada disisimu akan lenyap dan apa yang disisi Allah akan kekal abadi......&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;(QS An-Nahl : 96). Dunia ini memang tempat bekerja untuk dinikmati hasilnya di akherat. Kalau pagi dan petang hanya untuk bermain-main, tidak bekerja dengan berpegang teguh dengan agama, maka penyesalan setelah kita mengalami ” The Real Pension ”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;i&gt;"Katakanlah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan perhiasan; dan bermegah-megahan antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan  para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning, kemudian menjadi hancur dan di akhirat (nanti) ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. Berlomba-lombalah kamu untuk mendapatkan ampunan dari Tuhanmu yang luasnva seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah; diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Allah mempunyai karunia yang besar”&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt; (QS. Al-Hadid: 20-21).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang siapa yang memusatkan hatinya untuk persiapannya menuju ” The Real Pension”, niscaya akan terbukalah sumber-sumber hikmah dalam hidupnya. Oleh karena itu  janganlah bersedih sebagai pegawai karena berkurangnya penghasilan setelah pensiun, tetapi bergembiralah karena anda telah mempersiapkan amal sholeh untuk  ” The Real Pension”.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3913803123831462131-7823756765584994820?l=rumaljawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumaljawi.blogspot.com/feeds/7823756765584994820/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3913803123831462131&amp;postID=7823756765584994820' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/7823756765584994820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/7823756765584994820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumaljawi.blogspot.com/2008/11/real-pension.html' title='The Real Pension'/><author><name>Rum Al Jawwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01043527831272059408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3913803123831462131.post-5849567712450028542</id><published>2008-11-11T19:05:00.000-08:00</published><updated>2008-11-11T19:39:21.433-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Datangnya Kematian Itu Lebih Cepat Dari Pasang Antena</title><content type='html'>Oleh M. Rum Budi S.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di luar kasus penganiayaan berat atau tabrakan, orang bisa sekonyong-konyong mati mendadak kendati sebelumnya tampak sehat-sehat saja. Namun, makna sehat di sini belum tentu berarti betul secara medis terbilang sehat.Mungkin kelihatannya saja sehat, tapi sesungguhnya mengidap penyakit yang tak dirasakan atau tidak pula menunjukkan gejala maupun tanda-tanda. Setiap kematian mendadak itu senantiasa mengejutkan bagi orang-orang terdekatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Datangnya kematian memang tidak diberitahukan, tetapi manusia diberi kepastian akan datangnya kematian. Datangnya kematian bisa mendadak, bisa normal-normal aja atau setelah tua baru mati. Sebagian orang senang mati mendadak, alasanya tidak merepotkan orang lain, kalau pakai sakit dahulu kasihan yang merawat.  Bagi sebagian yang lain berbeda pendapat, sakit itu nikmat katanya, bila diberi sakit dahulu berarti datangnya pengampunan, karena sakit itukan penebus dosa bagi yang sabar menjalaninya. Berbeda pula rasanya kemungkinan untuk orang yang sudah diberi tahu waktu kematiannya, seperti kasusnya orang yang dihukum mati. Dalam kasus hukuman mati saya setuju sebagaimana pendapat Amrozi, mau dihukum tembak, dihukum pancung, mau disuntik terserah eksekutornya, yang jelas kematian harus dihadapi. Sebenarnya bagi yang mati, mau mati mendadak atau tidak sama saja, yang membedakan persiapan untuk bekal matinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita hidup dari saat ke saat dari hari ke hari, demikian juga datangnya kematian dari waktu ke waktu pasti menghampiri setiap yang berjiwa. Kematian itu datangnya lebih cepat dari memasang antene. Buktinya ada tukang antena internet yang esok hari berjanji mau memasang antena dirumah saya, tetapi waktu saya tunggu kedatangannya, bapaknya mengabarkan kalau anaknya si tukang antena malam harinya meninggal dunia karena tabrakan, walaupun umurnya sepantaran anak saya, tapi dia lebih dulu dipanggil Allah. Tua atau muda semua akan tunduk bila kematian telah menjemputnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;i&gt;Dari Abdullah bin Umar RA, Ia berkata : Rasulullah SAW pernah melewati saya, pada waktu itu saya sedang memperbaiki tembok saya dan ibu saya. BeIiau bersabda, “Apa ini wahai ‘Abdullah ?“ Aku menjawab, “ya Rasulullah, ini sudah rusak, maka dari itu kami lalu memperbaikinya” BeIiau bersabda, “Urusan (akhirat) itu Iebih cepat dari pada yang demikian itu”. Dan dalam satu riwayat, dia berkata Rasuluilah SAW pernah melewati kami pada waktu itu kami sedang memperbaiki rumah kami  yang rusak. Lalu beiiau bertanya, “Apa ini ?“ Maka kami menjawab, “Rumah kami yang sudah rusak, maka kami memperbaikinya” Beliau bersabda, “Tidaklah aku melihat urusan (akhirat) itu kecuali lebih cepat dari yang demikian itu”.&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt; [HR. Abu Dawud, Tirmidzi, ia berkata hadits hasan shahih, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari esok itu manusia tidak ada yang tahu apa yang terjadi. Masa depan betul-betul milik Allah. Manusia hanya merencanakan Allah yang menentukan. Selama waktu masih ada manusia diberi keluasaan dalam tataran proses hidup dengan sebaik-baiknya, tetapi manusia punya batas yang nyata dari akhir segala proses hidup ini yaitu kematian. Hal yang barangkali perlu diingat ”tidak semua yang manusia rencanakan akan berhasil dan tidak semua hasil sesuai yang manusia rencanakan”. Hidup ini hanya sementara dan di dunia ini tidak yang sempurna. Kesempurnaan itu hanya ada dalam syair dan lagu, bukan dalam kenyataan ini. Kesempurnaan itu hanya milik Allah yang maha sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;i&gt;Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan"&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;. (QS al-Jumuah: 8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh saja manusia bekerja keras untuk mengumpulkan uang dan meraih apa yang dibutuhkan serta diinginkan, tapi ingat banyaknya uang tidak bisa menggeser datangnya kematian. Lamanya hidup di dunia ini tidak menentukan kualitas hidup di alam kehidupan setelah mati. Kemuliaan hidup sesudah mati sangat ditentukan oleh kedekatan manusia dengan Allah pada saat menjalani proses hidup dunia. ” Manusia itu butuh uang untuk dekat dengan Allah, bukan kedekatannya dengan Allah untuk cari uang”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;i&gt;Dari ‘Abdullah bin ‘Umar RA ía berkata : Rasulullahah SAW memegang pundak saya lalu bersabda, “Jadilah kamu di dunia ini seolah-olah kamu orang asing atau orang yang sedang di dalam perjalanan” Dan Ibnu Umar berkata, “Apabila kamu berada di waktu sore, Janganlah kamu menunggu waktu pagi. Dan apabila kamu berada di waktu pagi, maka janganlah kamu menunggu waktu sore. Beramallah di waktu sehatmu untuk simpanan di waktu sakitmu, dan beramallah di waktu hidupmu untuk simpanan ketika matimu”&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;. [HR. Bukhari].&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3913803123831462131-5849567712450028542?l=rumaljawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumaljawi.blogspot.com/feeds/5849567712450028542/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3913803123831462131&amp;postID=5849567712450028542' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/5849567712450028542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/5849567712450028542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumaljawi.blogspot.com/2008/11/kematian-lebih-cepat-dari-pasang-antena.html' title='Datangnya Kematian Itu Lebih Cepat Dari Pasang Antena'/><author><name>Rum Al Jawwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01043527831272059408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3913803123831462131.post-5169424427964283043</id><published>2008-10-25T06:16:00.000-07:00</published><updated>2010-08-07T08:28:55.753-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>"KAMERA TERSEMBUNYI"</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;bu Rum Budi&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Kita sering mendengar pada berita-berita kriminal, bahwa pelaku sebuah kejahatan tertangkap atas bantuan rekaman CCTV. Atau kejadian-kejadian kriminal lain misalnya pencurian di ATM, berita kematian artis Alda Risma atau berita pencurian pada sebuah bank, pelaku atau setidaknya rangkaian peristiwanya dapat dilihat dari rekaman kamera CCTV ini. Bahkan sekarang di komplek perumahanpun sudah ada kamera ini guna menjaga keamanannya. Banyak juga perusahaan yang menggunakan jasa alat ini untuk memantau segala aktivitas karyawannya, sehingga akan ketahuan bagian mana atau siapa yang kontra produktif dan siapa saja yang produktif. CCTV adalah kamera yang dipasang secara tersembunyi untuk memantau dan merekam segala aktivitas yang dapat tertangkap oleh kamera tersebut. Orang yang dipantau tidak pernah merasa sedang berakting di depan kamera, sehingga benar-benar terlihat alami, natural, apa adanya tanpa dibuat-buat. Berbeda dengan artis yang sedang berakting di depan kamera untuk melakonkan adegan tertentu, maka dia akan berlaku sebaik-baiknya agar terlihat bagus sehingga sang penonton akan merasa senang dan terhibur. Sang pelakon bangga, dan sang penonton senang!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi ceritanya jika kamera itu dipasang pada letak yang lebih canggih lagi, yakni pada satelit. Google, sebuah perusahaan terkenal di Amerika Serikat, telah memasang kamera di satelit nun jauh di atas sana guna memantau keadaan di bumi ini, di belahan manapun. Dengan kamera yang canggih tersebut, dia merasa bisa menguasai dunia, bagaikan memiliki tangan tuhan. Astaghfirullah!!! Sudah sedemikian canggihkah alat itu, sehingga membuat orang lupa diri???&lt;br /&gt;Ini dampak bagi sang pemilik. Berbeda ceritanya bagi sang pelaku, jika dia merasa dipantau atau sedang direkam, dia akan bertindak sebaik-baiknya. Sedang jika dia tidak merasa sedang direkam, dia akan berbuat alami, bahkan dia mau berbuat curang atau perbuatan maksiat lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sesungguhnya, kita semua, semua makhluk di bumi ini memiliki “kamera tersembunyi” yang mengikutinya kemanapun dia pergi, sehingga terekamlah apapun yang diperbuatnya. Kamera yang diciptakan Allah, untuk merekam semua aktivitas kita, sejak lahir hingga kita kembali menghadapNya. Coba kita simak firman Allah : &lt;strong&gt;&lt;em&gt;“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya, (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri” (QS 50:16-18)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Sesungguhnya setiap kita memiliki dua malaikat yang selalu memantau perbuatan kita di manapun kita berada. Tetapi kita tidak merasa sedang diawasi, dan kita tidak merasa menjadi artis yang sedang berakting untuk diambil gambarnya, bahkan rasa sedang direkampun tidak, sehingga akting kita benar-benar alami, mengalir begitu saja tanpa dibuat-buat. Dengan percaya diri kita berbuat kebaikan, tetapi dengan percaya diri pula kita menipu orang-orang yang tidak melihat kita, bahkan kitapun “menipu” Allah yang memiliki malaikat pencatat. Kita lupa, betul-betul lupa kalau kita memiliki Malaikat sang penjaga dan pencatat amal perbuatan kita. Astaghfirullah!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga ketika kita meninggal, dan kelak tiba hari pertanggungjawaban yang kita tidak bisa lari daripadanya, kita akan melihat hasil akting kita menjadi artis yang sangat alami. Kita akan mempertanggung jawabkan perbuatan yang telah terekam pada “kamera tersembunyi” tersebut. Kita simak lagi firman Allah : &lt;strong&gt;&lt;em&gt;“……dan datanglah tiap-tiap diri dengan seorang malaikat pengiring dan seorang malaikat penyaksi, ……, dan yang menyertai dia berkata :”inilah (catatan amalnya) yang tersedia pada sisiKu” (QS 50:21-23)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita akan kaget?malu?mengelak?tapi semua sudah terlambat!!!menyesal, menyesal dan menyesal!!! Astaghfirullah !!!Kalau kita selalu merasa menjadi artis yang senantiasa direkam oleh “kamera tersembunyi”, apa yang akan kita lakukan? Tentu kita ingin berbuat kebenaran dan kebenaran terus, serta malu untuk berbuat maksiat, setidaknya akan berpikir 2 kali jika akan berbuat maksiat. Siapkah kita untuk mempertanggungjawabkannya si hadapan Allah kelak??? Mari kita renungkan!!!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3913803123831462131-5169424427964283043?l=rumaljawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumaljawi.blogspot.com/feeds/5169424427964283043/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3913803123831462131&amp;postID=5169424427964283043' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/5169424427964283043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/5169424427964283043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumaljawi.blogspot.com/2008/10/kamera-tersembunyi.html' title='&quot;KAMERA TERSEMBUNYI&quot;'/><author><name>Rum Al Jawwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01043527831272059408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3913803123831462131.post-4983749909092762131</id><published>2008-10-12T05:46:00.000-07:00</published><updated>2008-10-12T06:06:44.791-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Orang Kaya Baru (OKB)</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;oleh: M.Rum Budi S.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_qdN5BqjxqaU/SPHzEOQaHVI/AAAAAAAAAFI/GG-KolF6bcY/s200/OKB.jpeg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5256249493990022482" /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saya tahu sekali dia adalah orang kaya baru (OKB), setelah lulus jadi sarjana kemudian dia bekerja di perusahaan asing dan sekarang jabatannya sudah tinggi, gajinya luar biasa dan jangan ditanya berapa besarnya karena saya juga nggak tahu, yang jelas tampak dari luar hartanya sangat melimpah, mobilnya banyak dan mahal-mahal, dan rumahnya mewah ada beberapa biji di kawasan elit. Diantara saudaranya sebenarnya yang jadi OKB bukan dia saja, hanya dia lebih kaya. Setiap anak memang kadang berbeda dalam nasibnya, ada yang kaya ada pula yang miskin. Allah melapangkan dan menyempitkan rejeki bagi siapa yang dikehendaki. Harta itu hanya titipan Allah kepada manusia yang sudah ditentukan kadarnya, untuk menguji bagaimana manusia mensikapi harta yang dimilikinya digunakan memenuhi perintah dan larangan-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Dan Allah melebihkan sebahagian kamu dari sebahagian yang lain dalam hal rezeki, tetapi orang-orang yang dilebihkan (rezekinya itu) tidak mau memberikan rezeki mereka kepada budak-budak yang mereka miliki, agar mereka sama (merasakan) rezeki itu. Maka mengapa mereka mengingkari nikmat Allah?&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;” (QS. An-Nahl : 71).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Di mata orang lain, ditengah-tengah masyarakat sekarang ini, orang kaya itu sangat dihormati dan dimuliakan meskipun dia kadang tidak memberikan harta kepada mereka sedikitpun. Penghormatan masyarakat memang berlebihan, bagaimana tidak walaupun perkataan orang kaya itu tidak benar bahkan cenderung penuh dusta tapi tetap saja dianggap benar, dan apabila orang kaya itu jelas melakukan kesalahan malah ditutup-tutupi. Coba anda amati orang disekeliling anda sendiri, saya kira masih banyak kita dapati orang yang menghargai orang lain dan menghinakan orang lain itu karena kekayaaannya, bukan karena tindakan kebenarannya. Banyak orang dalam seluruh tingkat pergaulan sosial, orang saling mencintai karena harta dan berpisah karena harta pula. Menyedihkan bukan?, padahal orang yang dapat membuka pintu kebaikan itu bila orang mempunyai sikap mencintai orang lain karena Allah dan membenci orang lain karena Allah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bila hati senang dan bangga bergaul dengan orang kaya, maka berhati-hatilah karena akan mendorong kepinginan memiliki harta melimpah, akibatnya merasa malu dan suka meremehkan terhadap orang miskin, sifat tamak terhadap harta semakin kuat dan sifat kikir berkembang pesat. Tetapi bila  anda mengharuskan bergaul dengan orang-orang yang bergelimang kemewahan, maka pilihlah ketertarikan anda kepada bagaimana mereka saat memperoleh hartanya dan membelanjakan hartanya karena Allah dan Rasul-Nya. Untuk menghadapi bahaya OKB, apabila saat nanti menimpa diri kita sendiri, ingatlah sabda nabi Muhammmad sallahu’alaihi wassalam: “&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sesungguhnya apa yang aku takuti terhadap kamu sekalian (yaitu kaum muslimin) sesudahku adalah terbuka bagimu kembangnya dunia (yaitu kemakmurannya) dan perhiasannya&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;” (HR. Bukhari-Muslim). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergaul dengan siapapun orang muslim tidak dilarang, tetapi kualitas agama itu sangat dipengaruhi oleh pergaulan. Bergaul dengan orang miskin atau orang yang sedang dalam kekurangan harta saya kira lebih nyaman dan menyelamatkan agama dan lebih menjadikan orang bersyukur karena merasa mempunyai harta lebih dari cukup dan memotivasi menolong orang yang lemah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sabda Rasullullah sallahu’alaihi wassalam “&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Lihatlah engkau terhadap orang yang lebih rendah (miskin) dari padamu, dan janganlah kamu melihat orang yang lebih tinggi (kaya) dari padamu, karena yang demikian akan lebih tepat bagimu agar tidak meremehkan (memandang kecil) terhadap nikmat yang diberikan oleh Allah padamu&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;”. (HR. Bukhari-Muslim). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3913803123831462131-4983749909092762131?l=rumaljawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumaljawi.blogspot.com/feeds/4983749909092762131/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3913803123831462131&amp;postID=4983749909092762131' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/4983749909092762131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/4983749909092762131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumaljawi.blogspot.com/2008/10/orang-kaya-baru.html' title='Orang Kaya Baru (OKB)'/><author><name>Rum Al Jawwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01043527831272059408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_qdN5BqjxqaU/SPHzEOQaHVI/AAAAAAAAAFI/GG-KolF6bcY/s72-c/OKB.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3913803123831462131.post-8752210583700799524</id><published>2008-09-24T17:53:00.000-07:00</published><updated>2008-09-25T19:03:38.621-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dunia wanita'/><title type='text'>MENGAPA WANITA “HARUS” BEKERJA ?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Oleh : Endangpras Rum Budi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qdN5BqjxqaU/SNw_I1VuiXI/AAAAAAAAAFA/I-RS0iLkE2k/s200/wanita-karir21.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5250140686596868466" /&gt;Dalam judul di atas, kata “harus” diberi tanda petik, karena memiliki 2 makna, pertama  bermakna memang keadaan mengharuskannya bekerja, misalnya wanita lajang yang sudah mampu mandiri, atau janda yang memiliki tanggungan anak, atau istri yang karena uzur suaminya tidak mampu bekerja lagi, maka wanita memang harus bekerja agar tidak menjadi beban orang lain. Makna kedua adalah keadaan tidak mengharuskannya bekerja tetapi tuntutannya yang mengharuskan dia bekerja, misalnya karena keinginannya agar memiliki eksistensi, atau agar kebutuhannya (mungkin lebih tepat keinginannya) terpenuhi, atau gara-gara ia sudah sekolah tinggi, sehingga sayang kalau kemudian ia tidak bekerja. Tulisan ini mengajak kita semua untuk merenungkan kembali, niat kita mengapa harus bekerja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menjawab pertanyaan pada judul diatas, alasan yang sering diajukan para wanita adalah karena kebutuhan yang semakin meningkat, atau karena mahalnya harga barang-barang, atau karena tuntutan yang semakin beraneka ragam, termasuk biaya sekolah anak-anak untuk masuk ke sekolah favorit, agar anak-anaknya memiliki masa depan yang cerah. Dan kalau hanya mengandalkan penghasilan ayahnya saja, maka kebutuhan-kebutuhan itu tidak dapat dipenuhi.&lt;br /&gt;Jawaban yang paling mungkin berikutnya adalah, sudah jamannya sekarang wanita harus memiliki jati diri, agar diakui oleh para lelaki – termasuk suaminya – tentang keberadaannya. Bahkan kesuksesan seorang istri terkadang dilihat dari keberhasilan perannya di luar rumah. Sedangkan wanita yang “hanya” memiliki peran di dalam rumah saja, tidak lagi membanggakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya laki-laki dan wanita memiliki kewajiban dan tanggung jawab yang sama di hadapan Allah, tetapi dalam kehidupan berjamaah dengan suami dan anak-anaknya, harus ada yang menjadi pimpinan. Dan Allah menugaskan sang suami sebagai pimpinan, karena Allah telah memberi kelebihan kepada kaum lelaki: "&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang shaleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, ......&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;". (QS An-Nisaa:34). Tugas sebagai pemimpin menuntut kekuatan dalam arti fisik maupun mental, keteguhan hati bahkan terkadang membutuhkan adu fisik maupun adu mental. Wanita dengan kodrat kelembutannya, tidak akan mampu memenuhi kewajiban itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan karena kelebihannya itu, maka suami diberi kewajiban kedua yakni memberi nafkah keluarga yang dipimpinnya.  Memberi makan dan minum seperti yang dimakan dan diminumnya, menyediakan tempat tinggal – bukan memberi tempat tinggal – dimana sang suami tinggal. Allah berfirman "&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Tempatkanlah mereka (para istri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka. .....&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;".  (QS Ath Thaalaq:6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kesalahan persepsi terjadi atas surat An-Nissa 34, yakni suami merasa diberi kekuasaan penuh untuk memimpin keluarganya, sehingga dia bisa memerintahkan istrinya apa saja, dan sang istri harus mentaatinya, mutlak 100%. Itu barangkali yang dimaksudkan “suarga nunut neroko katut”.  Persepsi ini kemudian dipublikasikan dan dianggap bahwa wanita adalah makhluk yang tertindas di rumahnya sendiri. Maka muncullah gerakan-gerakan untuk meningkatkan peran wanita. Sayangnya peran yang dikembangkan itu bukan untuk kembali kepada fitrahnya sebagai wanita, tetapi justru untuk menentang fitrahnya. Bahwa wanita bukanlah makhluk yang lemah, dia mampu berperan seperti lelaki,  termasuk memimpin. Semakin banyak wanita yang menjadi pimpinan, maka perjuangan untuk meningkatkan peran wanita semakin berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, akibat dari makin kuatnya peran wanita di luar rumah adalah makin lemahnya kedudukan laki-laki. Dia harus berebut  peran dengan wanita, termasuk dengan istrinya. Dan ketika kedudukan istri di tempat kerjanya semakin kuat, suami menjadi takut untuk mengingatkan kedudukannya sebagai seorang istri. Bahkan lebih fatal lagi jika suami punya perasaan takut kalau-kalau istrinya kehilangan pekerjaan dan dia harus menanggung semua kebutuhan keluarganya sendirian. Maka dia “harus” relakan haknya dikurangi oleh istrinya. Tidak jarang seorang istri tidak sempat menyiapkan sarapan untuk suaminya karena harus buru-buru berangkat kerja. Parahnya lagi jika sang istri hanya sempat meninggalkan pesan untuk suaminya, bahwa kalau mencari lauk, di kulkas ada telur, tahu, tempe semuanya tinggal menggoreng, kalau perlu mie instan di lemari juga ada, dan kalau pengin minuman hangat, di termos sudah tersedia air panas. Begitulah!!! Saking sibuknya sorang wanita berperan di luar rumah, banyak hak-hak suami yang dipangkasnya, dan dia akan menggantinya dengan sebagian penghasilannya. Dan dengan kesepakatan keduanya, selesailah persoalan. Benarkah begitu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita coba renungkan kembali. Kalau seorang suami bekerja, itu karena ia sedang menjalankan kewajiban yang dibebankan Allah kepadanya agar dapat menafkahi keluarga yang dipimpinnya. Jadi tidak salah kalau laki-laki bekerja itu dikatakan sedang beribadah. Bagaimana dengan istri yang bekerja di luar rumah? Apakah ia sedang beribadah menegakkan ekonomi keluarga? Jika ya, maka kita harus mencari tuntunannya, karena dalam ibadah kita tidak bisa bertanya boleh atau tidak, tetapi yang kita tanyakan adalah ada tuntunannya atau tidak. Kalau bukan ibadah, lalu apa? Apakah itu urusan dunia? Kalau urusan dunia, kita harus mencari larangannya. Maka, mari kita renungkan kembali, mengapa wanita “harus” bekerja???&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3913803123831462131-8752210583700799524?l=rumaljawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumaljawi.blogspot.com/feeds/8752210583700799524/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3913803123831462131&amp;postID=8752210583700799524' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/8752210583700799524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/8752210583700799524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumaljawi.blogspot.com/2008/09/mengapa-wanita-harus-bekerja.html' title='MENGAPA WANITA “HARUS” BEKERJA ?'/><author><name>Rum Al Jawwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01043527831272059408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qdN5BqjxqaU/SNw_I1VuiXI/AAAAAAAAAFA/I-RS0iLkE2k/s72-c/wanita-karir21.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3913803123831462131.post-2220596880743214630</id><published>2008-09-22T15:55:00.000-07:00</published><updated>2008-09-26T20:19:12.223-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Setelah Idul Fitri</title><content type='html'>Oleh: M. Rum Budi S.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_qdN5BqjxqaU/SNgllP8_t7I/AAAAAAAAAEw/mCE3gOskhTg/s200/idul+fitri.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5248986687568066482" /&gt;Jika puasa itu menghantarkan kita merasakan nikmat dekat dengan Allah, tentu kita akan merasakan pula bagaimana pahitnya ditinggalkan bulan puasa ini. Bagi orang ahli ibadah yang senantiasa bertaqarrub kepada Allah, mereka akan terasa tersiksa batinnya ketika jauh dari Allah. Sholat tarawih (sholat tahajud), tadarus alquran, getol bersedekah, dan berlatih mengendalikan nafsu makan-minum, sex,  lisan, dan hati adalah nikmat Allah yang sayang bila tidak sampai membekas setelah usai bulan ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila seseorang betul-betul tak bisa mengambil hikmah adanya puasa, sampai puasa berikutnya tak bisa merasakan nikmatnya selama berada dalam bulan pendidikannya Allah, selama puasa hanya dapat lapar dan haus belaka, walaupun puasa telah usai tetapi Allah tidak mengampuni atas dosa-dosanya maka rugilah dia. Cilaka bener orang itu tak ada perubahan akhlaknya setelah ramadhan, tingkah laku dan mentalnya sama saja sedikitpun tak berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyedihkan memang bagi orang mukmin yang pada saat puasa disibukkan dalam urusan akherat sehingga bisa menerangi hatinya, tetapi setelah idul fitri,  malah disibukkan dengan urusan dunia yang menggelapkan hati. Menyakitkan memang bagi orang mukmin kejujuran pada saat puasa tampak begitu jelas, tetapi begitu puasa usai berubah menjadi samar, bahkan yang menjadi kebiasaan lisannya adalah dusta. Padahal kejujuran adalah landasan semua kebaikan yang menghantarkan orang menuju surga-Nya, sedangkan dusta adalah pemimpinnya semua kesalahan dan akan menyeretnya menuju neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat puasa dosa-dosa kecil bisa diredam, sehingga tidak berkembang menjadi besar, karena disetiap akhir malam melaksanakan sholat tahajud sambil menikmati kucuran aliran air mata memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah dilakukan. Setelah hari raya idul fitri akhir malamnya berubah menjadi begadang tak berarti. Seolah-olah sholat tahajudnya tidak bermakna, mungkin pada saat sholat tarawih tidak didirikan atas dasar iman dan mengharap pahala Allah. Jangan meremehkan dosa-dosa kecil setelah idul fitri, karena dosa-dosa kecil itu boleh jadi dapat memunculkan beragam dosa besar  menimbulkan murka Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Antara Ramadhan yang satu hingga Ramadhan berikutnya, antar Jumat hingga hari Jumat berikutnya, antara satu hingga satu sholat berikutnya, diantara keduanya ada penghapus dosa selama bukan merupakan dosa besar&lt;/span&gt;”. (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadikan sholat tahajud berlanjut setelah idul fitri sebagai ibadah tambahan pada akhir malam, untuk senantiasa memohon ampunan atas dosa kesalahan apa yang dilakukan siang hari, mudah-mudahan Allah menempatkan ditempat terpuji. Sebagaimana firman Allah: “&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dan pada sebahagian malam hari bershalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji&lt;/span&gt;”. (QS Al-Isra': 79).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan bersedekah di bulan puasa dengan memberi sebagian rezeki kepada orang miskin dan melindungi orang fakir, seharusnya tak akan pernah berhenti dibulan-bulan setelahnya, karena setiap kali seseorang menginfakkan hartanya, Allah memberikan karunia kepadanya kesehatan jasmani, ketenangan batin, dan keluasan rezeki. “ &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air dapat memadamkan api&lt;/span&gt;. (HR. Ahmad, Ibnu hibban, al-Hakim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengistiqomahkan dalam membaca Alqur’an setelah puasa usai, kemudian memahami dan mengamalkan semaksimalnya adalah menolong kita pada saat nanti di hari kiamat. “ &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bacalah al-Qur’an, sesungguhnya pada hari kiamat nanti al-Qur’an akan datang sebagai syafaat bagi pembacanya.&lt;/span&gt;” (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah idul fitri dan sampai kapanpun juga, bagi orang mukmin seharusnya senantiasa berdoa semoga diberi ketetapan dalam nikmatnya beribadah, sebagaimana Firman Allah: “(&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia). "Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tak ada keraguan padanya". Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji&lt;/span&gt;."(QS Al Imran: 8-9).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3913803123831462131-2220596880743214630?l=rumaljawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumaljawi.blogspot.com/feeds/2220596880743214630/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3913803123831462131&amp;postID=2220596880743214630' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/2220596880743214630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/2220596880743214630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumaljawi.blogspot.com/2008/09/setelah-idul-fitri.html' title='Setelah Idul Fitri'/><author><name>Rum Al Jawwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01043527831272059408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_qdN5BqjxqaU/SNgllP8_t7I/AAAAAAAAAEw/mCE3gOskhTg/s72-c/idul+fitri.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3913803123831462131.post-6256288986479417134</id><published>2008-09-08T05:22:00.000-07:00</published><updated>2008-09-15T09:13:53.571-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Life is a Problem</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Oleh : M. Rum Budi S.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_qdN5BqjxqaU/SMUakHTzpMI/AAAAAAAAAEo/kq6huk5qfxw/s200/life+is+problem.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243626548882547906" /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hidup itu masalah bung!. Manusia hidup itu tak pernah sepi dari masalah, ada saja masalah yang mengikuti perjalanan hidupnya. Manusia berjalan dari masalah satu menuju masalah lain, sepanjang umurnya sampai maut menjemput. Bahkan kematian itu sendiri adalah masalah karena manusia tidak tahu kapan datangnya kematian itu. Hidup dan matinya manusia itu bukan kehendak manusia itu sendiri, tetapi semua itu dikehendaki Allah, supaya manusia itu berbuat sebaik-baiknya menurut kehendak-Nya. “ &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dia yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;“ (QS Al Mulk : 2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadar masalah yang dihadapi manusia dari masing-masing zaman itu berbeda-beda. Tetapi serumit apapun masalahnya, manusia senantiasa menemukan jalan keluarnya. Manusia memang tidak dibebani masalah oleh Allah kecuali sekedar kesanggupannya, sehingga tingkat keberhasilan manusia dalam memecahkan setiap  masalah yang dihadapi itu tergantung dari usahanya. “&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya…….&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;” (QS Al Baqarah: 286).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika manusia berhasil dalam usahanya memecahkan suatu masalah, maka di dalam hatinya akan timbul kegembiraan dan dalam dirinya muncul rasa sukses. Dan bila manusia itu dalam usahanya itu mentok tak berdaya dalam menghadapi masalah maka perasaanya akan gundah-gelisah, bahkan sulit tidur dan seakan-akan hidupnya gagal total. Padahal kemudahan dan kesulitan merupakan takdir Allah kepada manusia untuk mengahapi masalah hidup. Oleh karena itu bila manusia tidak menghendaki kerumitan hidupnya, maka jangan lari dari masalah yang sedang dihadapi atau masalah itu jangan dibiarkan menggantung. Coba disadari betul bahwa masalah hidup itu harus dihadapi sebagai kenyataan, yang akan merangkai kemudahan dan kesulitan hidup ini.” &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan., Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;. (QS Alam Nasyrah : 5-8)   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena masalah hidup manusia itu Given dari Allah, maka masalah itu sifatnya alami dan akan datang sendiri menghampiri manusia disetiap tahapan kehidupannya, ndak usah dicari dan diciptakan. Apapun posisinya manusia akan mengalami masalah dan pokok masalah dari semua masalah itu adalah islam. Dengan demikian selama manusia itu mau berjalan dengan cara islami, sebenarnya masalah-masalah hidup yang dihadapi akan mudah teratasi. Tetapi kebanyakan manusia tidak yakin dengan cara islam (dinul islam), justru cara kekafiran (cara barat) yang sering dipilih sebagai alternatife solusinya. Padahal Allah berfirman: “&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sesungguhnya agama (cara hidup) yang diridhai di sisi Allah hanyalah Islam. .............&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;”. (QS Ali Imran: 19).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama Islam memang dipilih oleh Allah sebagai problem solfer, dan rumusan yang paling ampuh di dalam Agama Islam untuk menghadapi semua permasalahan adalah sikap taqwa kepada Allah, yaitu menjauhi semua larangan-Nya dan memenuhi segala perintah-Nya. “&lt;strong&gt;&lt;em&gt;................. Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. (QS Ath Thalaq : 2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap cara yang ditempuh oleh orang mukmin dalam menghadapi masalah, semestinya mengikuti cara-cara yang ditempuh oleh para Nabi, para Siddiqin, para Syuhada dan para Sholihin, manusia yang telah jelas taatnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Bukan jalan pemecahan yang telah disodorkan para Wali Songo atau orang yang dianggap wali oleh masyarakat. &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;em&gt;S&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;em&gt;esungguhnya lebih mengagumi cara hidup yang ditempuh oleh para wali itu dibandingkan dengan mengagumi cara hidup Rasulullah Shallahu’alaihi wa sallam, para sahabatnya, dan para ulama salafi shaleh adalah masalah besar kebodohan umat&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3913803123831462131-6256288986479417134?l=rumaljawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumaljawi.blogspot.com/feeds/6256288986479417134/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3913803123831462131&amp;postID=6256288986479417134' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/6256288986479417134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/6256288986479417134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumaljawi.blogspot.com/2008/09/oleh-m.html' title='Life is a Problem'/><author><name>Rum Al Jawwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01043527831272059408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_qdN5BqjxqaU/SMUakHTzpMI/AAAAAAAAAEo/kq6huk5qfxw/s72-c/life+is+problem.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3913803123831462131.post-6530844307323876252</id><published>2008-09-05T04:36:00.000-07:00</published><updated>2008-09-08T02:35:04.362-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Prof. Dr. Percuma</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;oleh: M. Rum Budi S.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qdN5BqjxqaU/SMFc8_o2n8I/AAAAAAAAAEY/vnX3fge7n2g/s200/guru+besar.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242573644180660162" /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Berangkat dari kekaguman saya kepada Pak Dosen yang bergelar Prof. Dr. berumur setengah baya itu, teman-teman mahasiswa sering menyebutnya orang pinter. Sebagai dosen senior kalau berkomunikasi dengan mahasiswanya dan sesama teman dosen, sikapnya sopan, kata-katanya santun, bahasanya mengalir bagus. Tampak di mata saya seperti orang sholeh yang kehidupan dunianya sangat menyenangkan. Secara materi jelas hartanya lebih dari cukup. Ketika presentasi dalam seminar pendapatnya gampang diterima, karena konsepnya yang sederhana dan aplikatif. Tak saya duga,  ternyata beliau tidak mengenal Tuhannya, karena beliau hanya percaya bahwa kehidupan di jagad raya ada karena sendirinya dan rusak karena sendirinya. Dalam hati saya kaget dan bertanya kenapa beliau susah percaya kalau semua itu ada yang menghendaki atau ada penciptaanya?, padahal banyak ahli yang kapasitasnya setara dalam satu profesi, akan  mudah sekali membuktikan kebenaran Allah sebagai Maha Pencipta. Saya sadar itu masalah hidayah Allah dan terserah kehendak Allah. "&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu (Ucapan Tauhid) dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang dzalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;". (QS Ibrahim : 27). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Kekagumanku terus berubah lebih dari kecewa, karena beliau sang Prof. Dr. tersebut punya murid yang saya juga kenal,  sebenarnya di bidang profesinya murid tersebut saya tahu nggak bodo-bodo amat, alur logikanya bagus juga. Tapi sama saja “setali tiga uang” dalam konsep keyakinannya, katanya: “bagaimana mungkin orang yang sudah mati, bisa dibangkitkan kembali?”. Dengan sedikit  mengejek, teman saya tadi mencoba memancing kemarahan saya untuk menjawabnya. Tapi saya senang ngambil sikap diam, bukankah berbantahan dengan orang semacam itu menyesatkan?, karena saya pikir percuma saja, &lt;strong&gt;orang yang berbeda keyakinan kalau berdiskusi tentang keimanan ndak akan nyambung, tak akan mungkin bisa menemukan konklusinya.&lt;/strong&gt; Orang-orang semacam itu sama saja, diberi jawaban atau tidak diberi jawaban, tetap saja tidak beriman. Saya ingat perbandingan antara orang yang beriman dengan Allah dan Hari Akhir dan yang tidak beriman itu, seperti  Firman Allah : &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Perbandingan kedua golongan itu (orang-orang kafir dan orang-orang mukmin), seperti orang buta dan tuli dengan orang yang dapat melihat dan dapat mendengar. Adakah kedua golongan itu sama keadaan dan sifatnya? Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran (daripada perbandingan itu)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;?. (QS Huud : 24)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;.&lt;br /&gt;Menurut pandangan masyarakat, orang yang sama-sama bergelar Prof. Dr., hidupnya di dunia sama-sama terhormat, tetapi kalau dicermati lebih lanjut dengan kacamata keimanan, sifat Prof. Dr. mukmin dan sifat Prof. Dr. kafir itu sangat berbeda sekali, apalagi kehidupannya di akherat nanti.  P&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;ercuma saja j&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;adi orang bergelar Prof. Dr., mengakunya orang islam tapi keyakinannya jauh dari kebenaran Allah (Al-Quran) dan Rasul-Nya (Nabi Muhammad Sallahu’alaihi wassalam). Orang semacam itu saya sebut dengan gelar "&lt;strong&gt;Prof Dr. Percuma&lt;/strong&gt;", gelar tersebut termasuk orang-orang yang bergelar &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Prof. Dr. di dalam kelompok pemikir islam liberal, muridnya Bpk. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ulil Abshor Abdalla (Tokok Islam Liberal Indonesia)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3913803123831462131-6530844307323876252?l=rumaljawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumaljawi.blogspot.com/feeds/6530844307323876252/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3913803123831462131&amp;postID=6530844307323876252' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/6530844307323876252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/6530844307323876252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumaljawi.blogspot.com/2008/09/prof-dr-percuma.html' title='Prof. Dr. Percuma'/><author><name>Rum Al Jawwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01043527831272059408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_qdN5BqjxqaU/SMFc8_o2n8I/AAAAAAAAAEY/vnX3fge7n2g/s72-c/guru+besar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3913803123831462131.post-5119362585600186002</id><published>2008-08-31T19:16:00.000-07:00</published><updated>2008-09-01T00:38:53.750-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Gaji-mu Ujian-mu</title><content type='html'>&lt;p&gt;Oleh M. Rum Budi S.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qdN5BqjxqaU/SLtYqgroXSI/AAAAAAAAADo/bwjDT9P3b64/s200/gajian.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5240880078726389026" /&gt;Berapa juta gajimu atau penghasilanmu perbulan? Kamu pasti tak mau menjawabnya, barangkali  itu rahasiamu. Memang gajimu itu sepenuhnya milikmu, gajimu adalah hasil kerja payahmu, tetapi pada hakekatnya gajimu itu rezeki dari Allah. Jangan lupa di dalam gaji itu ada hak orang lain, sebagai ujian Allah kepada hamba-Nya. Dengan gajimu yang lebih dari cukup itu, kamu diuji dengan perintah Allah untuk membayar zakat, melaksanakan infak dan shadaqah, supaya rezekimu barakah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Gajimu yang kamu keluarkan zakatnya, infaknya atau shadaqahnya akan menumbuhkan akhlak pribadimu berkembang dengan sifat kemuliaan, rasa toleran,  sifat rahmah (belas kasih) dan lembut kepada kaum lemah. Disamping gajimu sudah bersih secara syari’at, secara sosial sangat berguna membantu terpenuhinya hajat hidup para fakir miskin yang di Indonesia merupakan kelompok mayoritas. Dan ketika uang zakat, infak dan shadaqah itu digunakan juga untuk jalan fi sabilillah, maka seharusnya kamu diberi penghormatan, karena  telah memberikan dukungan kekuatan bagi kaum muslimin dan mengangkat eksistensi mereka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jangan tertarik dengan temanmu yang gajine lebih gede, kenapa harus iri-dengki sama orang kafir?-tak ada gunannya-lah, mereka itu tidak yakin akan adanya hari berbangkit, mereka hanya kenal kehidupan di dunia saja.  Bagi mereka gaji gede hanya untuk dirinya sendiri, mereka lebih senang membelanjakan gajinya di tempat-tempat maksiat dan menghabiskan untuk menuruti  hawa nafsu bejatnya.  Sudah takdir, sudah suratan, kalau gaji gede jatuh ditangan orang yang tidak kenal bahwa semua itu ujian dari Allah, maka  kecenderungan mereka mengingkari nikmat-Nya. Allah berfirman: “&lt;strong&gt;&lt;em&gt;D&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;an Allah melebihkan sebahagian kamu dari sebahagian yang lain dalam hal rezeki, tetapi orang-orang yang dilebihkan (rezekinya itu) tidak mau memberikan rezeki mereka kepada budak-budak yang mereka miliki, agar mereka sama (merasakan) rezeki itu. Maka mengapa mereka mengingkari nikmat Allah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;?”(An Nahl: 71).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Waktu belum kerja, cita-citanya  punya gaji besar, ngomongannya: “kalau punya banyak uang-kan amalnya banyak”. Ternyata besarnya gaji itu tidak sebanding dengan banyaknya amal shaleh, justru orang kaya itu penyakitnya  kikir.  Buktinya waktu ada kerabat yang butuh bantuan kok diam aja. Padahal jalur infak yang paling dekat itu adalah kaum kerabat atau saudara terdekat, karena hubungan kerabat oleh syariat lebih diutamakan atau didahulukan. Kerabat yang dibantu itu memang kadang-kadang  tidak tahu diri, tetapi justru itulah ujiannya. Kalau nggak bisa melewati ujian itu dengan baik, dijamin semua akan menyesal, karena hubungan darah itu merupakan tali yang tidak akan terputus oleh apapun juga, tali kerabat itu tidak hanya tersambung di dunia tetapi terhubung sampai di akherat.  Toh.....bila dilihat uang bantuannya sebenarnya  tak sebanding dengan gajinya. “&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: "Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan." Dan apa saja kebajikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;”. (Al Baqarah 215).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Gaji gede itu bukan ukuran kemuliaan dan gaji kecil itu bukan hinaan. Tetapi “gajimu ujianmu”. Gaji hanya sarana untuk menguji, sejauh mana kamu dapat bersyukur dan bersabar atas semua nikmat Allah yang sekarang kamu miliki. Allah berfirman :“ &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata: "Tuhanku telah memuliakanku”, Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata: "Tuhanku menghinakanku"&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim, dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin, dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang batil), dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;”. (Al Fajr : 15-20).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3913803123831462131-5119362585600186002?l=rumaljawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumaljawi.blogspot.com/feeds/5119362585600186002/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3913803123831462131&amp;postID=5119362585600186002' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/5119362585600186002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/5119362585600186002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumaljawi.blogspot.com/2008/08/gaji-mu-ujian-mu.html' title='Gaji-mu Ujian-mu'/><author><name>Rum Al Jawwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01043527831272059408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qdN5BqjxqaU/SLtYqgroXSI/AAAAAAAAADo/bwjDT9P3b64/s72-c/gajian.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3913803123831462131.post-2328388071681591245</id><published>2008-08-27T09:09:00.000-07:00</published><updated>2008-08-30T09:20:02.506-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Puasa Itu "Luar Biasa"</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Oleh : M. Rum Budi S.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Untuk menikmati bahwa "Puasa Itu Luar biasa", coba ingat-ingat kembali secara cermat dan tanyakan pada diri sendiri apa yang sudah anda siapkan setiap akan memasuki bulan puasa?. Benarkah kita mendapatkan maknanya dan hikmahnya dari bulan agung itu?. Bisakah kita merasakan bahwa betapa besar nikmat untuk melaksanakan ibadah saum sebulan penuh itu?. Betulkah perjalanan harian amal kita di bulan puasa itu mendapatkan ridho Allah, dan hanya untuk Allah ? Apakah kita dapat menjaga keikhlasan dalam menunaikan perintah-Nya?. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Saw. dalam meriwayatkan Hadis Qudsi menyatakan, bahwa Allah Swt. berfirman:"&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Semua amal perbuatan Bani Adam menyangkut dirinya sendiri, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku, dan karena itu Akulah yang langsung membalasnya. Puasa itu ibarat perisai. Pada hari melaksanakan puasa, janganlah orang yang berpuasa mengucapkan kata-kata kotor, tidak sopan, dan tidak enak didengar, dan jangan pula ribut hingar bingar bertengkar. Jika di antara kalian memaki atau mengajak berkelahi, hendaknya mengatakan kepadanya:"Saya sedang berpuasa&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Nabi Saw. bersabda: "&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Demi Allah yang diri Muhammad di dalam kekuasaan-Nya, sesungguhnya bau mulut orang berpuasa lebih wangi di sisi Allah dari bau minyak kesturi". Dan bagi orang yang berpuasa tersedia dua kegembiraan, gembira ketika berbuka puasa karena bukanya, dan gembira ketika kelak menemui Rabb-Nya karena menerima pahala puasanya&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (HR Syaikhani, Nasa'i, dan Ibnu Hibban yang bersumber dari Abu Hurairah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keikhlasan orang puasa memang "luar biasa" sehingga pantaslah kalau pahalanya sangat besar dan penghargaan Allah sangat tinggi.  Allah dan Rasul-Nya mengajarkan kepada orang mukmin yang berpuasa itu untuk tidak riya' atau pamer. Orang yang lapar dan bau mulutnya sepertinya tidak pantas dipamerkan. Riya’ itu terjadi karena &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ada yang dibanggakan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;terhadap sesama manusia, sedangkan puasa itu ibadah yang secara lahiriah tidak bisa dibanggakan terhadap manusia. Ibadah puasa itu tidak bisa dinilai dari gerakan-gerakannya, sehingga puasa betul-betul dipahami sebagai ibadah yang tidak diketahui oleh orang lain. Allah sendirilah yang mengetahui ukuran pahala puasa dan penggandaan upahnya. Adapun ibadat-ibadat lainnya dapat dibanggakan dan diketahui oleh sebagian orang lain. Dalam hadist Qudsi di atas Allah berfirman:"Puasa itu untuk-Ku, dan Aku memberi balasan atasnya" hal itu menunjukkan bahwa puasa itu adalah ibadat yang paling disukai oleh-Nya, dan mengajarkan kepada orang mukmin beribadah secara ikhlas yang menjadi landasan semua kemuliaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasullullah Saw pernah  memberi pelajaran kepada umatnya :” &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Puasa yang dilakukan dengan ikhlas karena Allah semata-mata akan bernilai sepuluh kebajikan. Orang yang puasa di bulan Ramadhan dan diiringi dengan puasa enam hari di bulan Syawwal&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (ctt:setelah bulan Ramadhan) &lt;strong&gt;&lt;em&gt;dinilai sama dengan puasa sepanjang tahun, yaitu tiga puluh hari kali sepuluh sama dengan tiga ratus, ditambah dengan enam kali sepuluh, sama dengan enam puluh. Bearti jumlah semuanya adalah 360 hari menurut kalender syamsiah (matahari)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Satu kebajikan (dibalas) menjadi sepuluh kali lipat sedangkan kejahatan dibalas seimbang dengan dosanya atau Kuampuni sama sekali meskipun dia menghadap Aku dengan kesalahan-kesalahan hampir sebesar Bumi. Barangsiapa merencanakan hendak melaksanakan suatu kebaikan, tetapi belum dikerjakan, akan dicatat (oleh Malaikat) baginya suatu kebajikan.Dan barangsiapa merencanakan hendak melakukan satu kejahatan tapi belum dikerjakannya, tidaklah dicatatkan baginya sedikit pun (yang dianggap sebagai doa). Dan barangsiapa mendekatkan dirinya kepada-Ku sejengkal, Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Dan barangsiapa yang mendekatkan dirinya kepada-Ku sehasta, akau akan mendekat kepadanya sedepa&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (HR Thabrani yang bersumber dari Abu Dzar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perangkat utama dari keikhlasan adalah niat sehingga nabi mengingatkan benar tentang niat puasa ini? "&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Barangsiapa yang tidak menetapkan akan berpuasa sebelum fajar, maka tiada sah puasanya&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;".(HR Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa'i, dan Ibnu Majah). Daruqutni meriwayatkannya dengan redaksi yang berbeda: "T&lt;strong&gt;&lt;em&gt;idak sah puasanya bagi orang yang tidak menetapkannya dari malam harinya&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Umatku dikarunia lima perkara yang tidak diberikan kepada seorang pun yang sebelum mereka. Pertama, apabila malam pertama dari bulan Ramadhan tiba, maka Allah memandang mereka dengan belas kasih, dan barangsiapa yang dipandang Allah dengan belas kasih, maka Dia tidak akan mengazabnya sesudah itu buat selama-lamanya. Kedua, Allah Ta'ala menyuruh para Malaikat memohonkan ampun untuk mereka. Ketiga, bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau kesturi. Keempat, Allah Ta'ala berkata kepada surga,'Berbahagialah hamba-hamba-Ku yang beriman, mereka adalah kekasih-kekasih-Ku. Dan kelima, Allah Ta'ala mengampuni mereka semua&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;".(Al-Hadist).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3913803123831462131-2328388071681591245?l=rumaljawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumaljawi.blogspot.com/feeds/2328388071681591245/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3913803123831462131&amp;postID=2328388071681591245' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/2328388071681591245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/2328388071681591245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumaljawi.blogspot.com/2008/08/puasa-itu-luar-biasa.html' title='Puasa Itu &quot;Luar Biasa&quot;'/><author><name>Rum Al Jawwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01043527831272059408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3913803123831462131.post-1707868846503586793</id><published>2008-08-22T05:10:00.000-07:00</published><updated>2008-08-30T09:29:52.894-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Puas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qdN5BqjxqaU/SK60ppdtUSI/AAAAAAAAAC4/vC3r5cvqo58/s1600-h/mrh.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qdN5BqjxqaU/SK60ppdtUSI/AAAAAAAAAC4/vC3r5cvqo58/s200/mrh.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5237322044276560162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: M. Rum Budi S.&lt;br /&gt;&lt;pernahkah anda="" merasa="" pernah="" karena="" bagian="" kebahagiaan="" hidup="" kapan="" terjadinya="" barangkali="" ketika="" mencapai="" apa="" tergantung="" sederhana="" tinggi="" memuaskan="" kita="" mampu="" berbeda="" pasti="" kalau="" mempunyai="" perbedaan="" keinginan="" bawahannya="" tentu="" menghasilkan="" tidak="" tetapi="" tingkat="" seorang="" atasan="" demikian="" pula="" kepuasannya="" lain="" dengan="" namun="" kaya="" berpengaruh="" terhadap="" orang="" memang="" kecenderungannya="" kaum="" lemah="" mengikuti="" golongan="" begitulah="" nasib="" jadi="" kesimpulan="" dari="" semua="" itu="" adalah="" bahwa="" seseorang="" bersifat="" sangat="" individual="" dan="" akan="" menjadi="" kepuasan="" koletif="" bila="" diikuti="" oleh="" kumpulan="" individu="" yang="" sama="" puas="" dalam="" satu=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/pernahkah&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Pernahkah anda merasa puas ? yaa….. pernah lah, karena puas itu bagian dari kebahagiaan hidup seseorang. Kapan terjadinya kepuasan itu? barangkali ketika kita mencapai apa yang kita inginkan. Dan tingkat kepuasan seseorang itu tergantung dari tingkat keinginannya. Keinginan yang sederhana akan menghasilkan kepuasan yang  sederhana pula. Keinginan yang tinggi akan sangat memuaskan bila kita mampu menggapainya. Keinginan yang berbeda pasti akan menghasilkan kepuasan yang tidak sama. Kalau seorang atasan mempunyai perbedaan keinginan dengan bawahannya tentu akan menghasilkan kepuasan yang tidak sama, tetapi tingkat kepuasan seorang atasan akan sangat berpengaruh terhadap kepuasan bawahannya. Demikian pula orang kaya kepuasannya akan sangat lain dengan kepuasan orang miskin, namun kepuasan orang kaya sangat berpengaruh terhadap kepuasan orang miskin. Memang kecenderungannya demikian, kepuasan kaum lemah itu mengikuti kepuasan golongan yang kuat.Begitulah nasib merumuskannya. Jadi kesimpulan dari semua itu adalah bahwa kepuasan seseorang bersifat sangat individual dan akan menjadi kepuasan koletif bila diikuti oleh kumpulan individu yang sama puas dalam satu keinginan.  &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;pernahkah anda="" merasa="" pernah="" karena="" bagian="" kebahagiaan="" hidup="" kapan="" terjadinya="" barangkali="" ketika="" mencapai="" apa="" tergantung="" sederhana="" tinggi="" memuaskan="" kita="" mampu="" berbeda="" pasti="" kalau="" mempunyai="" perbedaan="" keinginan="" bawahannya="" tentu="" menghasilkan="" tidak="" tetapi="" tingkat="" seorang="" atasan="" demikian="" pula="" kepuasannya="" lain="" dengan="" namun="" kaya="" berpengaruh="" terhadap="" orang="" memang="" kecenderungannya="" kaum="" lemah="" mengikuti="" golongan="" begitulah="" nasib="" jadi="" kesimpulan="" dari="" semua="" itu="" adalah="" bahwa="" seseorang="" bersifat="" sangat="" individual="" dan="" akan="" menjadi="" kepuasan="" koletif="" bila="" diikuti="" oleh="" kumpulan="" individu="" yang="" sama="" puas="" dalam="" satu=""&gt;Kalau anda bertanya dimana letak persoalan kepuasan itu? secara individu terletak kepada; seberapa besar keinginan-keinginan itu dibangun, sejauhmana kemampuan itu dikerahkan untuk meraih keinginannya, dan bagaimana seseorang itu bisa menikmati apa yang telah diraihnya. Bila anda meletakkan bangunan-bangunan keinginan itu tergantung jauh di atas langit sana sementara kemampuan anda baru ada dibumi, maka anda dijamin tidak akan bisa merasakan kepuasaan, karena kepuasan itu pada dasarnya realita hidup itu sendiri dan bukan menggantung di angan-angan. Seseorang yang tidak bisa mewujudkan keinginan sesuai dengan apa yang dicita-citakan, hanya akan menambah kekecewaan saja. Oleh karena itu sederhanakanlah keinginan anda, sesuaikan dengan kemampuan anda, dan bersyukurlah dengan apa yang selama ini anda telah meraihnya.&lt;/pernahkah&gt;&lt;br /&gt;&lt;pernahkah anda="" merasa="" pernah="" karena="" bagian="" kebahagiaan="" hidup="" kapan="" terjadinya="" barangkali="" ketika="" mencapai="" apa="" tergantung="" sederhana="" tinggi="" memuaskan="" kita="" mampu="" berbeda="" pasti="" kalau="" mempunyai="" perbedaan="" keinginan="" bawahannya="" tentu="" menghasilkan="" tidak="" tetapi="" tingkat="" seorang="" atasan="" demikian="" pula="" kepuasannya="" lain="" dengan="" namun="" kaya="" berpengaruh="" terhadap="" orang="" memang="" kecenderungannya="" kaum="" lemah="" mengikuti="" golongan="" begitulah="" nasib="" jadi="" kesimpulan="" dari="" semua="" itu="" adalah="" bahwa="" seseorang="" bersifat="" sangat="" individual="" dan="" akan="" menjadi="" kepuasan="" koletif="" bila="" diikuti="" oleh="" kumpulan="" individu="" yang="" sama="" puas="" dalam="" satu=""&gt;&lt;/pernahkah&gt;&lt;/div&gt;&lt;pernahkah anda="" merasa="" pernah="" karena="" bagian="" kebahagiaan="" hidup="" kapan="" terjadinya="" barangkali="" ketika="" mencapai="" apa="" tergantung="" sederhana="" tinggi="" memuaskan="" kita="" mampu="" berbeda="" pasti="" kalau="" mempunyai="" perbedaan="" keinginan="" bawahannya="" tentu="" menghasilkan="" tidak="" tetapi="" tingkat="" seorang="" atasan="" demikian="" pula="" kepuasannya="" lain="" dengan="" namun="" kaya="" berpengaruh="" terhadap="" orang="" memang="" kecenderungannya="" kaum="" lemah="" mengikuti="" golongan="" begitulah="" nasib="" jadi="" kesimpulan="" dari="" semua="" itu="" adalah="" bahwa="" seseorang="" bersifat="" sangat="" individual="" dan="" akan="" menjadi="" kepuasan="" koletif="" bila="" diikuti="" oleh="" kumpulan="" individu="" yang="" sama="" puas="" dalam="" satu=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/pernahkah&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;pernahkah anda="" merasa="" pernah="" karena="" bagian="" kebahagiaan="" hidup="" kapan="" terjadinya="" barangkali="" ketika="" mencapai="" apa="" tergantung="" sederhana="" tinggi="" memuaskan="" kita="" mampu="" berbeda="" pasti="" kalau="" mempunyai="" perbedaan="" keinginan="" bawahannya="" tentu="" menghasilkan="" tidak="" tetapi="" tingkat="" seorang="" atasan="" demikian="" pula="" kepuasannya="" lain="" dengan="" namun="" kaya="" berpengaruh="" terhadap="" orang="" memang="" kecenderungannya="" kaum="" lemah="" mengikuti="" golongan="" begitulah="" nasib="" jadi="" kesimpulan="" dari="" semua="" itu="" adalah="" bahwa="" seseorang="" bersifat="" sangat="" individual="" dan="" akan="" menjadi="" kepuasan="" koletif="" bila="" diikuti="" oleh="" kumpulan="" individu="" yang="" sama="" puas="" dalam="" satu=""&gt;Tahukah anda kepuasan hidup di dunia ini? kepuasannya akan cepat sirna, karena kehidupan dunia itu sangat pendek umurnya. Dunia itu punya sifat fana, perhiasanya dan kenikmatanya tidak pernah kekal atau abadi. Kepuasannya sangat sementara, mudah berlalu, dan silih berganti. Nabi Muhammad shallahu ’alaihi wassalam (saw) pernah memberi tahukan kepada umatnya bahwa &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;dunia itu tidak sebanding dengan seekor nyamuk disisi Allah&lt;/span&gt;. Untuk itu ambillah kepuasanya sebagaimana kepuasan seorang dalam berpergian. Nabi saw bersabda “&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Jadilah engkau di dunia ini seperti seorang pengembara atau ibnu sabil&lt;/span&gt; “ (HR.Bukhari). Seandainya beliau menghendaki semua gunung itu menjadi emas dan perak untuknya, pastilah akan terlaksana. Tetapi ternyata, beliau lebih senang memilih kepuasan hidup dengan melalui  malam-malamnya sering dalam keadaan perutnya lapar, tidurnya hanya beralaskan tikar sehingga anyaman tikar itu membekas dalam lambungnya yang mulia, dan pernah menyelipkan batu pada perutnya karena menahan rasa lapar. Beliau juga pernah menggadaikan baju besinya dengan 30 sha’ gandum untuk makan keluarganya. Rumahnya juga hanya beralaskan tanah liat, luas bangunannya tidak besar (± 18 m2) dan atapnya pendek. Nabi saw mengajarkan bahwa kepuasan hidup itu nanti di hari penghabisan atu hari kiamat.  Allah berfirman “&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Kelak pasti Rabbmu memberikan karunia-Nya kepadamu lalu (hati) kamu menjadi puas&lt;/span&gt;” (QS Adh Dhuha : 5).&lt;/pernahkah&gt;&lt;br /&gt;&lt;pernahkah anda="" merasa="" pernah="" karena="" bagian="" kebahagiaan="" hidup="" kapan="" terjadinya="" barangkali="" ketika="" mencapai="" apa="" tergantung="" sederhana="" tinggi="" memuaskan="" kita="" mampu="" berbeda="" pasti="" kalau="" mempunyai="" perbedaan="" keinginan="" bawahannya="" tentu="" menghasilkan="" tidak="" tetapi="" tingkat="" seorang="" atasan="" demikian="" pula="" kepuasannya="" lain="" dengan="" namun="" kaya="" berpengaruh="" terhadap="" orang="" memang="" kecenderungannya="" kaum="" lemah="" mengikuti="" golongan="" begitulah="" nasib="" jadi="" kesimpulan="" dari="" semua="" itu="" adalah="" bahwa="" seseorang="" bersifat="" sangat="" individual="" dan="" akan="" menjadi="" kepuasan="" koletif="" bila="" diikuti="" oleh="" kumpulan="" individu="" yang="" sama="" puas="" dalam="" satu=""&gt;&lt;/pernahkah&gt;&lt;br /&gt;&lt;pernahkah anda="" merasa="" pernah="" karena="" bagian="" kebahagiaan="" hidup="" kapan="" terjadinya="" barangkali="" ketika="" mencapai="" apa="" tergantung="" sederhana="" tinggi="" memuaskan="" kita="" mampu="" berbeda="" pasti="" kalau="" mempunyai="" perbedaan="" keinginan="" bawahannya="" tentu="" menghasilkan="" tidak="" tetapi="" tingkat="" seorang="" atasan="" demikian="" pula="" kepuasannya="" lain="" dengan="" namun="" kaya="" berpengaruh="" terhadap="" orang="" memang="" kecenderungannya="" kaum="" lemah="" mengikuti="" golongan="" begitulah="" nasib="" jadi="" kesimpulan="" dari="" semua="" itu="" adalah="" bahwa="" seseorang="" bersifat="" sangat="" individual="" dan="" akan="" menjadi="" kepuasan="" koletif="" bila="" diikuti="" oleh="" kumpulan="" individu="" yang="" sama="" puas="" dalam="" satu=""&gt;Perlukah kita mengejar kepuasan hidup di dunia ini? semua orang pasti menjawabnya perlu dong. Memang dunia dengan segala perhiasan dan daya pikatnya, telah menarik manusia untuk memenuhi kepuasannya. Tetapi kepuasan dunia itu tidak pernah ada ujungnya, sehingga bila kita mengejarnya malah kekecewaan yang kita dapatkan. Karena gambaran tentang kepuasan dunia ini, seperti orang yang telah punya emas satu lembah, tetap saja kepingin punya dua lembah, dan bila sudah punya dua lembah pingin tiga lembah, dan begitu seterusnya, sebelum manusia masuk liang lahat. Kepuasan dunia ini memang telah melalaikan orang sampai masuk kubur. Jadi supaya kita tidak lalai dalam memenuhi kepuasan dunia itu, ambillah seperlunya sekedar mempertahankan  hidup ini sehingga terus eksis  dalam beriman dan beramal sholeh untuk beribadah kepada Allah.&lt;/pernahkah&gt;&lt;br /&gt;&lt;pernahkah anda="" merasa="" pernah="" karena="" bagian="" kebahagiaan="" hidup="" kapan="" terjadinya="" barangkali="" ketika="" mencapai="" apa="" tergantung="" sederhana="" tinggi="" memuaskan="" kita="" mampu="" berbeda="" pasti="" kalau="" mempunyai="" perbedaan="" keinginan="" bawahannya="" tentu="" menghasilkan="" tidak="" tetapi="" tingkat="" seorang="" atasan="" demikian="" pula="" kepuasannya="" lain="" dengan="" namun="" kaya="" berpengaruh="" terhadap="" orang="" memang="" kecenderungannya="" kaum="" lemah="" mengikuti="" golongan="" begitulah="" nasib="" jadi="" kesimpulan="" dari="" semua="" itu="" adalah="" bahwa="" seseorang="" bersifat="" sangat="" individual="" dan="" akan="" menjadi="" kepuasan="" koletif="" bila="" diikuti="" oleh="" kumpulan="" individu="" yang="" sama="" puas="" dalam="" satu=""&gt;&lt;/pernahkah&gt;&lt;br /&gt;&lt;pernahkah anda="" merasa="" pernah="" karena="" bagian="" kebahagiaan="" hidup="" kapan="" terjadinya="" barangkali="" ketika="" mencapai="" apa="" tergantung="" sederhana="" tinggi="" memuaskan="" kita="" mampu="" berbeda="" pasti="" kalau="" mempunyai="" perbedaan="" keinginan="" bawahannya="" tentu="" menghasilkan="" tidak="" tetapi="" tingkat="" seorang="" atasan="" demikian="" pula="" kepuasannya="" lain="" dengan="" namun="" kaya="" berpengaruh="" terhadap="" orang="" memang="" kecenderungannya="" kaum="" lemah="" mengikuti="" golongan="" begitulah="" nasib="" jadi="" kesimpulan="" dari="" semua="" itu="" adalah="" bahwa="" seseorang="" bersifat="" sangat="" individual="" dan="" akan="" menjadi="" kepuasan="" koletif="" bila="" diikuti="" oleh="" kumpulan="" individu="" yang="" sama="" puas="" dalam="" satu=""&gt;Belajar dari Nabi Muhammad saw dalam mencapai kepuasan hidup dunia, maka puncak kepuasan seseorang hidup di dunia ini terletak pada : 1) Semua keinginan-keinginannya diletakkan pada jalur yang diridhai oleh Allah. 2) Menggerakkan segala kemampuan baik dari sisi materi yang dipunyai maupun kemauan dirinya dalam mencapai kemuliaan disisi Allah. 3) mensyukuri atas semua karunia-Nya dan menerima semua takdir-Nya. Allah berfirman ”&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Balasan mereka disisi Rabbnya adalah surga ‘Adn yang mengalir sungai-sungai dibawahnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka puas kepada-Nya, yang demikian itu adalah bagi orang-orang yang takut kepada Tuhannya &lt;/span&gt;“. (QS Al Bayyinah 8).    &lt;/pernahkah&gt;&lt;br /&gt;&lt;pernahkah anda="" merasa="" pernah="" karena="" bagian="" kebahagiaan="" hidup="" kapan="" terjadinya="" barangkali="" ketika="" mencapai="" apa="" tergantung="" sederhana="" tinggi="" memuaskan="" kita="" mampu="" berbeda="" pasti="" kalau="" mempunyai="" perbedaan="" keinginan="" bawahannya="" tentu="" menghasilkan="" tidak="" tetapi="" tingkat="" seorang="" atasan="" demikian="" pula="" kepuasannya="" lain="" dengan="" namun="" kaya="" berpengaruh="" terhadap="" orang="" memang="" kecenderungannya="" kaum="" lemah="" mengikuti="" golongan="" begitulah="" nasib="" jadi="" kesimpulan="" dari="" semua="" itu="" adalah="" bahwa="" seseorang="" bersifat="" sangat="" individual="" dan="" akan="" menjadi="" kepuasan="" koletif="" bila="" diikuti="" oleh="" kumpulan="" individu="" yang="" sama="" puas="" dalam="" satu=""&gt;&lt;/pernahkah&gt;&lt;/div&gt;&lt;pernahkah anda="" merasa="" pernah="" karena="" bagian="" kebahagiaan="" hidup="" kapan="" terjadinya="" barangkali="" ketika="" mencapai="" apa="" tergantung="" sederhana="" tinggi="" memuaskan="" kita="" mampu="" berbeda="" pasti="" kalau="" mempunyai="" perbedaan="" keinginan="" bawahannya="" tentu="" menghasilkan="" tidak="" tetapi="" tingkat="" seorang="" atasan="" demikian="" pula="" kepuasannya="" lain="" dengan="" namun="" kaya="" berpengaruh="" terhadap="" orang="" memang="" kecenderungannya="" kaum="" lemah="" mengikuti="" golongan="" begitulah="" nasib="" jadi="" kesimpulan="" dari="" semua="" itu="" adalah="" bahwa="" seseorang="" bersifat="" sangat="" individual="" dan="" akan="" menjadi="" kepuasan="" koletif="" bila="" diikuti="" oleh="" kumpulan="" individu="" yang="" sama="" puas="" dalam="" satu=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/pernahkah&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3913803123831462131-1707868846503586793?l=rumaljawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumaljawi.blogspot.com/feeds/1707868846503586793/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3913803123831462131&amp;postID=1707868846503586793' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/1707868846503586793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/1707868846503586793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumaljawi.blogspot.com/2008/08/puas.html' title='Puas'/><author><name>Rum Al Jawwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01043527831272059408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qdN5BqjxqaU/SK60ppdtUSI/AAAAAAAAAC4/vC3r5cvqo58/s72-c/mrh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3913803123831462131.post-3700792499899367958</id><published>2008-08-20T18:15:00.000-07:00</published><updated>2009-01-05T06:23:26.495-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausiah'/><title type='text'>080808 vs 20082008</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CUsers%5CASUS%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CUsers%5CASUS%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CUsers%5CASUS%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;ZH-CN&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;    &lt;w:usefelayout/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:SimSun; 	panose-1:2 1 6 0 3 1 1 1 1 1; 	mso-font-alt:宋体; 	mso-font-charset:134; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 680460288 22 0 262145 0;} @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:"\@SimSun"; 	panose-1:2 1 6 0 3 1 1 1 1 1; 	mso-font-charset:134; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 680460288 22 0 262145 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:SimSun; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:SimSun; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;div align="justify"&gt;Oleh Kang Yudha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;div align="justify"&gt;20082008 kependekan dari tanggal 20 Agustus 2008. Tanggal cantik bukan?:) atau sebagian orang akan bilang "kurang gawean menggagas sebuah tanggal" :)&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Sebuah tanggal yang menarik. Menarik karena unik dan dicari atau ditunggu oleh banyak orang. Kata orang ibarat nomer HP ini merupakan nomor cantik. Banyak yang memanfaatkan tanggal ini sebagai tanggal untuk menikah. Terbukti mertua saya juga sibuk karena ada order borongan pengantin hari jumat ini. Yang biasanya resepsi atau walimahan lebih memilih hari minggu atau sabtu karena banyak yang libur, sehingga yang diundang tidak disulitkan untuk datang. &lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;080808 adalah tanggal 08 bulan Agustus 2008. Bahkan pesta olahraga sedunia olimpiade di Cina juga memilih tangal ini sebagai pembukaan. Dan PKS juga mengenalkan angka 8 sebagai angka partai hari ini juga.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Nah yang tidak disengaja adalah lahirnya anak pada tanggal ini. Pasti akan lebih senang karena tanggal lahirnya cantik.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Nah kalo mati pada tanggal dan hari ini, wah dijami nggak ada yang happy walaupun akan mudah terkenang oleh sanak saudara dan family:)&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: left; cursor: pointer; width: 200px;" src="http://beautifulandhappy.com/wp-content/uploads/2008/01/number-8.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nah, bagaimana seharusnya kita sebagai seorang muslim menghadapi waktu atau tanggal yang unik seperti ini. Ya kalo menurut penulis sih biasa saja:). Jika berkeyakinan bahwa dengan mengadakan pada waktu itu akan mendapatkan keberuntungan tertentu atau kelebihan khusus atau terhindar dari kesialan daripada tanggal lain, ya itu syirik namanya. Tetapi kalau hanya sekedar ingin mendapatkan moment yang mudah diingat dan tidak memberikan mudhorot apapaun maka sah-sah saja.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Allah menciptakan waktu adalah sebagai modal bagi manusia. Maka nikmat yang paling utama kepada manusia adalah iman dan waktu. Semua waktu adalah sama, kalaupun sekarang ada metoda penanggalan secara hijriyah atau masehi. itu hanyalah cara manusia untuk memanage waktu terhadap pekerjaan dan ibadahnya.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Didalam Al Qur'an, Allah memberikan perhatian khusus tentang waktu. terbukti dalam beberapa ayat Allah bersumpah dengan memakai waktu.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;.Wal 'ashri (Demi waktu)", .Wadh dhuha (Demi waktu dhuha),", "Wallail (Demi waktu malam).", "Wannahar (Demi waktu siang).&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Ada dua sikap yang harus diambil seoang Muslim berkenaan dengan waktu :&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span&gt;1. Waktu adalah sama, tapi isi harus berbeda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;1 hari di Pasir Jati sama dengan 1 hari di ndeso saya, Kartosuro. 1 hari di Cimahi sama dengan 1 hari juga di Bandung. Sama-sama 24 jam bukan?&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Ada yang dalam waktu 24 jam itu mampu mengurus negara, jutaan orang, atau aneka usaha raksasa dengan beratus ribu orang. Ada yang bisa menghasilkan berbagai tulisan. Ada yang mampu membahagiakan banyak orang. Tapi ada yang dalam 24 jam mengurus diri saja tidak mampu! Naudzhubillah. Karakteristik waktu memang sebuah keunikan, bahkan ia suatu misteri kehidupan yang terekam dalam tik-tak jam, tercatat dalam blog, terhitung dalam kalender tahunan, terukir dalam prasasti-prasasti kehidupan. Walau, sebenarnya ukuran-ukuran itu akan kurang berarti, sebab ukuran waktu yang nyata adalah kehidupan kita sendiri.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Nah, begitupun kita semua semakin banyak dan baik hal positip yang kita lakukan dalam waktu yang sama, insyaalloh kita akanlebih dekat dengan "sukses". Sama dengan apa yang sobat lakukan saat ini, pada saat yang sama ada yang sedang tidur, sedang maksiyat, sedang bicara sia-sia, sedang di WC, sedang bermain atau apa saja sehingga sobat selesai membaca tulisan ini. Maka, setelah waktu itu lewat hasilnya pun berbeda-beda tergantung dari apa yang tadi dilakukan, termasuk keberuntungan sobat karena telah mau membaca sebuah ilmu ini.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;24jam-nya Bill Gate, 24-jamnya Dr. Yusuf Qardhawy atau 24-jamnya Ahmad dinejad adalah sama dengan 24jamnya saya dan sobat. So, apa yang telah kita lakukan selama itu?? berkaryakah?tidurkah? atau sia-sia sajakah?&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span&gt;2. Sekarang harus lebih baik daripada yang tadi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Modal "waktu" yang diberikan Allah SWT sangat terbatas dan kita tidak tahu kapan berakhirnya. Bisa jadi cepat, bisa pula sangat cepat sekali kita mati. Maka lekas tinggalkan sesuatu yang sia-sia. Bersantai-santai yang menghabiskan waktu, berbicara berjam-jam tanpa makna, berjalan kesana-kemari tanpa tujuan, melihat tayangan-tayangan tanpa mengenal maknanya termasuk tidur yang berlebihan hanyalah akan membawa kerugian. Padahal di sisi tempat lain, manusia berlomba untuk berkarya, beribadah dan berbuat kebaikan.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Orang yang bodoh adalah orang yang diberi modal (waktu), kemudian dengan modal itu ia sia-siakan. Agama Islam ini punya standar yang tinggi dalam hal waktu bahwa hari ini harus lebih baik dari kemarin. Bahkan yang hanya "sama" dengan kemarin belum bisa disebut "beruntung" alias tetap rugi. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span&gt;Kalo yang lebih buruk?ya celaka!.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Rasulullah SAW mengingatkan kita untuk selalu memperbaiki penggunaan waktu kita, sabdanya, "Carilah yang lima sebelum datang yang lima, yaitu manfaatkanlah masa mudamu sebelum datang masa tuamu (dengan ibadah), gunakanlah masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu (dengan amal saleh), gunakanlah masa kayamu sebelum datang masa miskinmu (dengan sedekah), gunakanlah masa hidupmu sebelum datang masa matimu (mencari bekal untuk hidup setelah mati). gunakanlah masa senggangmu sebelum datang masa sempitmu.' (AI Hadits). &lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Maka, mulai sekarang waspadalah terhadap waktu. Setiap detik yang akan kita lalui harus diperhitungkan dengan secermat-cermatnya, sematang-matangnya, dan seakurat-akuratnya, lalu mengisinya dengan hal-hal yang membuahkan peningkatan kemampuan kita. Kita tidak hanya perlu bekerja keras, tapi kita perlu juga bekerja keras dan cerdas. Lebih jauh kita lagi kita perlu kerja keras, cerdas dan efektif, sehingga waktu yang kita gunakan akan lebih optimal, bermakna bagi dunia dan berarti bagi akherat.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Jangan sampai ketika di akherat, kita termasuk manusia yang merengek kepada Allah swt untuk minta waktu lagi kedunia. &lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Waktumu = modalmu&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Waktumu = kehidupanmu.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Waktumu = pedangmu&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Waktumu = masa depanmu &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3913803123831462131-3700792499899367958?l=rumaljawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumaljawi.blogspot.com/feeds/3700792499899367958/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3913803123831462131&amp;postID=3700792499899367958' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/3700792499899367958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/3700792499899367958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumaljawi.blogspot.com/2008/08/080808-vs-20082008.html' title='080808 vs 20082008'/><author><name>Rum Al Jawwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01043527831272059408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3913803123831462131.post-7805292783475863531</id><published>2008-08-17T07:39:00.000-07:00</published><updated>2008-09-01T02:58:01.315-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Mengekor</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div&gt;Oleh : M. Rum Budi S.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qdN5BqjxqaU/SKg8SRYpbHI/AAAAAAAAACo/hdxULnlOlt4/s200/bebek.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5235500851420294258" /&gt;Ekor itu mengikuti kepalanya. Kemana kepala bergerak sang ekor akan mengikutinya. Mengekor adalah istilah untuk perilaku orang yang suka ikut-ikutan. Apa yang diikuti? ya semua apa saja perilaku atau gaya hidup sang pemimpinya. Siapa sang pemimpinnya itu? ya siapa saja yang dituruti perintahnya. Para remaja-remaja begitu gampang mengikuti perilaku maupun gaya hidup selebritis idolanya, entah dari model rambutnya, model bajunya, cara bicaranya, cara makannya, dan cara apa saja yang dilakukan oleh selebritis idolanya itu, maka akan dilakukannya. Apa yang diperintah oleh sang idola akan senantiasa diikutinya. Bahkan para santri-santri di pondok-pondok pesantren, tidak jarang yang hanya mengikuti sang kyai. Kadang para santri itu tidak peduli dan tidak mempunyai kontrol terhadap apa yang dilakukan oleh sang kyainya. Apapun yang dilakukan oleh kyainya dianggap benar. Padahal kyai itu jaga manusia punya banyak sekali kesalahan. Mengekor dalam istilah bahasa jawa disebut sebagai ”perilaku mbebeki”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengekor sebenarnya fitrah manusia, sehingga secara prinsip mengekor itu tidak haram. Karena asal muasalnya segala perbuatan itu adalah mengikuti perbuatan sebelumnya. Dengan demikian adat masyarakat sekarang tidak terlepas dari mengikuti kebiasaan perilaku hidup nenek moyangnya. Tetapi yang jadi masalah adalah perilaku apa dan siapa pemimpin yang benar diikuti itu?. Tentunya perilaku seorang pemimpin yang dapat dijadikan suri teladan. “&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah&lt;/span&gt;”.(QS Al Ahzab : 21). Bila anda seorang yang bersyahadat karena menyaksikan kebenaran Allah dan Rasul-Nya, maka bergaya hiduplah mengekor jejak Rasulullah yang telah membawa kitab kepada kalian dari Rabb pemelihara dan pemilik segala sesuatu. Dan janganlah kamu mengikuti peminpin-peminpin selain para Sahabat Rasulullah dan para Ulama Salaf, sehingga kamu menyimpang dari apa yang diajarkan Rasul kepada kalian. Allah mengajarkan kepada manusia dalam mengekor ini: “I&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;kutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhan-mu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selainnya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (dari padanya)&lt;/span&gt;”. (QS. Al-’Araf :3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi mengekor perilaku para pendahulu itu atau adat kebiasaan nenek moyang kita diperbolehkan selama mereka berjalan di jalan yang lurus, jalan yang menegakkan sunnah Rasul-Nya, dan tidak bertentangan dengan penegakkan hukum-Nya. Tetapi apabila orang-orang yang dijadikan panutan dan ikutan itu tidak mengetahui pemahaman yang benar dan petunjuk, hanya mengikuti hawa nafsunya maka agama melarangnya. Allah melarang mengekor siapapun yang mengikuti jalan dan langkah-langkah syetan yang menyimpang petunjuk-Nya. “D&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;an apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah," mereka menjawab: "(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". "(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apa pun, dan tidak mendapat petunjuk?&lt;/span&gt;" (QS Al Baqarah : 170).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah mereka para remaja umat islam ini akan terjebak mengekor penyelenggaraan Pemilihan Ratu Kecantikan Dunia, Pemilihan Ratu Joged Dunia, Pemilihan Penyanyi Idola Dunia, dan perilaku penyelenggaraan apa saja yang tidak mendapat petunjuk dari Allah?. Sesungguhnya syetan itu hanya menyuruh umat manusia ini untuk terus menerus mengekor perbutaan jahat dan keji, yaitu perbuatan orang-orang kafir dan pelaku bid’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengekor perbuatan orang lain, diperlukan cross cek dari Al-Quran dan hadist shahih. Kadang-kadang perbuatan orang lain itu nampak baik, tetapi sebenarnya jauh dari sunnah dan tuntunan Rasul-Nya. Syetan itu pandai menyesatkan manusia dan kepadaian syetanlah yang menjadikan orang memandang baik perbuatan buruk. Allah menjelaskan dalam firman-Nya:  “&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu, tetapi syaitan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk), maka syaitan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka adzab yang sangat pedih&lt;/span&gt;”. (An-Nahl : 63).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3913803123831462131-7805292783475863531?l=rumaljawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumaljawi.blogspot.com/feeds/7805292783475863531/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3913803123831462131&amp;postID=7805292783475863531' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/7805292783475863531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/7805292783475863531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumaljawi.blogspot.com/2008/08/mengekor.html' title='Mengekor'/><author><name>Rum Al Jawwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01043527831272059408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_qdN5BqjxqaU/SKg8SRYpbHI/AAAAAAAAACo/hdxULnlOlt4/s72-c/bebek.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3913803123831462131.post-3392476090135066387</id><published>2008-08-13T20:30:00.000-07:00</published><updated>2008-08-29T05:42:15.365-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Allah Itu Siapa?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_qdN5BqjxqaU/SKMZIWYBy3I/AAAAAAAAACg/DHSc7HCUVnY/s200/allah+di+tsunami.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 229px; height: 194px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qdN5BqjxqaU/SKMZIWYBy3I/AAAAAAAAACg/DHSc7HCUVnY/s200/allah+di+tsunami.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh : M. Rum Budi S.&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;img src="file:/C:/DOCUME~1/WINXP~1/LOCALS~1/Temp/moz-screenshot-4.jpg" alt="" /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Seorang Ibu menjelaskan kepada anaknya bahwa yang menciptakan air, yang menumbuhkan pepohonan, yang menciptakan burung, yang membuat cicak di dinding, yang memberi rasa pisang itu enak, menjadikan jeruk itu manis, atau menjadikan mangga itu kecut, semuanya diciptakan oleh Allah. Kemudian anak itu bertanya kepada ibunya: Allah itu siapa bu?. Pertanyaan anak yang masih polos tersebut, mungkin juga pernah kita alami. Jawaban yang paling sederhana, singkat, dan mudah dipahami oleh pemikiran anak, jawabannya memang; Allah itu Sang Pencipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun atas jawaban ibunya tersebut nampaknya anak itu tidak puas, selanjutnya masih bertanya lagi: Allah itu punya teman ndak bu?, pernah sekolah nggak?. Akhirnya ibunya bingung menjawab, terus ibunya ngajak ke mini market dan anaknya belum mendapat jawaban yang puas mengenai Allah itu siapa?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara yang paling tepat untuk mengenal Allah yaitu dengan menggunakan wahyu dari Allah yaitu Al-Quran, karena Allah berfirman sendiri. Sedangkan mengenal Allah tidak bersandar dengan Al-Quran, umumnya tidak bisa diterima nalar sehat, terkadang kebenarannya juga tidak obyektif. Allah-lah yang mengetahui tentang diri-Nya sendiri. Orang-orang beriman yakin betul dan menyadari hanya Firman Allah (Al-Quran) yang dapat menjawab pertanyaan besar tentang Allah itu siapa?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada siapapun entah itu anak kecil, ibu-ibu, bapak-bapak, bahkan filosof atau teolog jika bertanya tentang Allah itu siapa? Maka jawablah dengan jawaban yang sederhana, seperti yang diajarkan oleh Allah kepada Nabi-Nya ”Katakanlah:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;"&gt; "D&lt;strong&gt;ia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakan. Dan tidak seorangpun yang setara dengan-Nya”. (QS Al-Ikhlas: 1-4)&lt;/strong&gt;. &lt;em&gt;Dengan jawaban itu anak-anak menjadi sholeh dan sholikah, bapak-bapak dan ibu-ibu menjadi tumbuh subur keimanannya, bahkan seorang filosof atau teolog akan menjadi muslim.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika masih bertanya lagi untuk kedua kalinya siapakah Allah itu?, maka dengan bersabar diberi jawaban yang sesuai dengan pertanyaannya. “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar”.(QS Al-Baqarah: 255).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika belum puas dan masih bertanya lagi, maka benar diberi jawaban &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;"&gt;Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; (QS Al-Hasyr: 22-24).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjawab Allah siapa? dan penjelasan hikmah dibalik penciptaan-Nya, dapat diterangkan juga dengan Firman Allah: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;"&gt;” Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (Yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling?. Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui. Dan Dialah yang menciptakan kamu dari seorang diri, maka (bagimu) ada tempat tetap dan tempat simpanan. Sesungguhnya telah Kami jelaskan tanda-tanda kebesaran Kami kepada orang-orang yang mengetahui. Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang kurma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah, dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;(Al-An’am: 95-99).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai umat muslim yang baik mari kita hafalkan dengan baik ayat-ayat asmaulhusna. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:100%;"&gt;"Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Dia mempunyai al asmaulhusna (nama-nama yang baik)"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;. (QS Thaha: 8). Mudah-mudahan kita tercatat sebagai orang yang senantiasa mensucikan Allah, mengagungkan-Nya dan memuj-iNya. Saya ingatkan kembali ma’rifatullah dengan nalar dan tidak menggunakan Firman Allah yang termaktub dalam wahyu Allah Al-Quran adalah cara yang sesat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3913803123831462131-3392476090135066387?l=rumaljawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumaljawi.blogspot.com/feeds/3392476090135066387/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3913803123831462131&amp;postID=3392476090135066387' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/3392476090135066387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/3392476090135066387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumaljawi.blogspot.com/2008/08/allah-itu-siapa_13.html' title='Allah Itu Siapa?'/><author><name>Rum Al Jawwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01043527831272059408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qdN5BqjxqaU/SKMZIWYBy3I/AAAAAAAAACg/DHSc7HCUVnY/s72-c/allah+di+tsunami.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3913803123831462131.post-6923280913263149774</id><published>2008-08-12T03:44:00.000-07:00</published><updated>2008-08-12T03:47:31.061-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Pengajian'/><title type='text'>Menyiasati Stamina Iman</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Penulis : Yudha Yudhanto&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;" class="prevDetail"&gt;Rasulullah bersabda “&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Al imanu yazid wa yankus&lt;/span&gt;”. Iman itu naik dan turun. Layaknya keimanan manusia yang naik dan turun, pada semangat pun dapat terjadi hal tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                             &lt;br /&gt;                              &lt;div style="font-family: georgia;" class="isiDetail" align="justify"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rasulullah bersabda &lt;strong&gt;“Al imanu yazid wa yankus”. &lt;/strong&gt;Iman itu naik dan turun. Layaknya keimanan manusia yang naik dan turun, pada semangat pun dapat terjadi hal tersebut. Memang, semangat dan keimanan memiliki suatu hubungan yang dekat. Seseorang yang sedang turun keimanannya pasti akan turun pula semangatnya untuk beribadah, belajar, ataupun segala macam perbuatan yang baik dan bermanfaat. Begitu pula sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan hal yang sangat maklum ketika kita duduk di suatu majelis ilmu mendengarkan ceramah atau kajian dari sang ustadz kemudian hati kita menjadi “sangat” bersemangat. Setelah bangkit dari majelis kita akan ‘berencana’ menjalankan kebaikan disetiap detik kehidupan dan menjauhi atau menghancurkan segala bentuk kemaksiatan dan keburukan sebelum ajal menghadang. Tapi setelah beberapa menit setelah bangkit …(Selanjutnya terserah anda) yang pasti, hampir semua dari kita sering mendapati penurunan motivasi bahkan amal (ilmu yes, amal not yet)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jangan salah lho walaupun baru rencana, itu merupakan indikasi bahwa hati kita masih dalam kondisi ‘iman’, sebab salah satu ciri manusia beriman adalah &lt;strong&gt;jika disiram ilmu maka akan bertambah faham dan semakin yakin.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal, (QS.08 : 2)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pelari marathon mempunyai satu tujuan. Sampai di pita finish dan memenangi pertandingan. Pelari yang professional mempunyai teori dalam memanage staminanya, sangat mungkin pada kilometer pertama bukanlah yang terdepan tetapi menginjak step-step terakhir akan mengeluarkan semua kemampuan untuk berlari menjadi nomor satu dan mempertahankannya dari peserta lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga bagi seorang mahasiswa. Dia sangat yakin bahwa belajar dengan SKS (Sistem Kebut Semalam) adalah sia-sia. Belajar dengan rutin, mendengarkan kuliah dengan serius dan berani bertanya sampai benar-benar faham merupakan modal yang sudah cukup dalam menghadapi soal-soal ujian (kecuali jika pengin lebih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus apakah ilustrasi tersebut sama dengan pemeliharaan ‘Iman’ yang ada dalam diri kita? Yup! Betul hampir sama. Satu hal yang membedakan adalah adanya misteri datangnya kematian. Berbeda dengan pelari dan mahasiswa tadi, karena garis finish dan ujian merupakan hal yang pasti dan terukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memelihara atau menjaga stamina iman menuju kehidupan sesudah mati (syurga) perlu bsntusn sebuah rumus fisika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana :&lt;br /&gt;W = adalah beban hidup&lt;br /&gt;P = daya dorong&lt;br /&gt;Fs = gaya gesek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="" src="http://www.percikaniman.org/images/rumus.png" align="center" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bola merupakan lambang kehidupan yang berjalan terus/menggelinding tapa henti sampai titik kematian (misteri) . Tidak dapat mundur tapi sangat mungkin untuk berbelok menjauhi jalan yang lurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menjaga stamina iman, ada beberapa kaidah yang harus difahami :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Semua manusia mempunyai potensi untuk “salah”. &lt;/strong&gt;Maka Allah memberi penghargaan kepadanya dengan aturan “sebaik-baik orang yang berlaku salah adalah bertobat dan memperbaiki diri”. Dan sejelek-jelek manusia yang bersalah adalah … (tahu sendiri khan!). Silahkan baca QS. 25:70.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Semua manusia berpotensi untuk bosan dan jenuh (futur). &lt;/strong&gt;Maka kenali ciri-ciri kondisi futur, macam penyebabnya dan cara-cara untuk memperbaikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Hati manusia berkarakter ‘berubah-ubah’. &lt;/strong&gt;So, bagaimana kita bisa mengkondisikan agar selalu lebih banyak berpihak dalam kebaikan. Salah satunya hadir di taman-taman ilmu dan memilih lingkungan yang sholeh. Jangan lupa! Selalu berdoa diberi ketetapan hati (minimal sesudah dzikir shalat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yup, sekarang mari kita bahas rumus diatas :)&lt;br /&gt;Dari gambar terlihat jelas bahwa ’bola’ kehidupan kita akan didorong oleh &lt;strong&gt;Daya dorong (P)&lt;/strong&gt;. Logikanya semakin kuat daya dorong maka akan semakin kuat dalam keimanan (tidak berbelok ke arah yang salah) dalam mengarungi hidup sampai mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan daya dorong keimanan yang ada dalam diri kita sangat tergantung dari ilmu dan amalan ibadah yang dimiliki dan yang sudah diamalkan. Perbanyaklah ilmu dan perbanyaklah ibadah (tidak hanya yang wajib saja) maka kekuatan dalam menjalani hidup sesuai perintah Allah &amp;amp; Rosul-Nya semakin kuat. &lt;em&gt;Bukankah Iman akan naik dengan perbuatan ’baik’ dan turun karena berbuat ’maksiyat’?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;W&lt;/strong&gt; adalah &lt;strong&gt;Beban Hidup.&lt;/strong&gt; Sering kali terjadi, seseorang yang terkenal alim (baca:sholeh) tapi dalam suatu waktu terbukti melakukan korupsi atau kecurangan. Hmm, mungkin inilah salah satu contoh bagaimana beban hidup (tuntutan kebutuhan duniawi) membuat laju keimanan menjadi berbelok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua manusia mempunyai beban hidup dan tingkatnyapun berbeda-beda. Hanya Allah SWT yang tahu beban yang akan diberikan makhluk ciptaan-Nya, kita hanya bisa mengira-ngira dengan berpikir positif. Bukankah Allah SWT tidak akan memberikan ujian sesuai kemampuan hamba-Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya ... (QS.02:286)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang perlu digaris bawahi adalah : kadang-kadang kita menjadi terbebani suatu hal karena keinginan kita yang tidak terukur. Tahun ini harus punya mobil? Harus punya rumah? Harus punya begini atau seperti harus begono..padahal kita tidak cukup mampu dan belum merupakan hal primer atau bukan pendukung ibadah. So ketika ada tawaran untuk bermaksiyat atau tidak jujur, kita menjadi &lt;strong&gt;tergoda (terperosok)&lt;/strong&gt; karena tidak sabar alias pengin jalan pintas saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkatnya, beban hidup akan selalu ada. Kita harus yakin bisa mengatasinya, agar jalan hidup kebaikan tetap lurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Fs &lt;/strong&gt;adalah &lt;strong&gt;gaya gesek&lt;/strong&gt;. Gesekan akan selalu terjadi dalam hidup baik dari internal (hawa nafsu keburukan) atau eksternal (lingkungan). Pertentangan antara mengamalkan kebaikan dan menuruti keinginan nafsu pribadi atau pengaruh lingkungan akan selalu ada. Kondisi yang mengkhawatirkan adalah ketika kondisi internal (hawa nafsu kejelekan) cocok dengan eksternal (lingkungan yang jahat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips yang utama adalah &lt;strong&gt;giat melakukan ibadah, menjaga diri dari pandangan/kegiatan maksiyat, tetap mencari ilmu, mengkondisikan lingkungan/ keluarga untuk mendukung ibadah kita semua dan tetap berdoa kepada Allah SWT.&lt;/strong&gt; Bagi yang &lt;strong&gt;tidak beruntung &lt;/strong&gt;karena berada di lingkungan yang tidak jujur atau penuh maksiyat silahkan bersiap diri untuk &lt;strong&gt;berani &lt;/strong&gt;peduli menegur, jangan asal &lt;strong&gt;’pokoknyasaya tidak’&lt;/strong&gt;. Bersiaplah berhijrah jika memang diperlukan sebelum Allah memberikan azab yang menimpa kepada semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita bisa ikhlas dalam mencapai khusnul khatimah :) Amin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber, Catatan Kajian 23-12-2007 (CisarantenKulon 151, Bandung)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3913803123831462131-6923280913263149774?l=rumaljawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumaljawi.blogspot.com/feeds/6923280913263149774/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3913803123831462131&amp;postID=6923280913263149774' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/6923280913263149774'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/6923280913263149774'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumaljawi.blogspot.com/2008/08/menyiasati-stamina-iman.html' title='Menyiasati Stamina Iman'/><author><name>Rum Al Jawwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01043527831272059408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3913803123831462131.post-9195803568237735611</id><published>2008-08-07T17:42:00.000-07:00</published><updated>2008-08-29T05:43:08.872-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Pencuri Berdasi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh: M. Rum Budi S.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bukan rahasia lagi bahwa para pelaku kejahatan kelas bawah atau kasus-kasus kejahatan tingkat rendahan seperti pencuri ayam, pencuri sepeda, atau pencuri kabel listrik PLN, secara hukum kasus-kasusnya ditindak tegas tanpa pandang bulu, tanpa pilih kasih dan tebang pilih. Berbeda dengan kasus-kasus kejahatan kelas tinggi yang sering disamarkan, seperti korupsi yang dilakukan para koruptor di DPR , di Bank Indonesia, di Departemen Pemerintahan dsb, yang menurut banyak pengamat dilakukan orang-orang yang berhubungan erat dengan lingkaran kekuasaan/kewenangan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qdN5BqjxqaU/SJuZlty5zQI/AAAAAAAAACY/XRs2KaVFJy4/s200/icorruption2" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5231944265348271362" border="0" /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Para koruptor itulah yang saya sebut dengan istilah “ Pencuri Berdasi”. Sebagai masyarakat saya sering bertanya , mengapa para penegak hukum masih tertatih-tatih dalam mengadili kasus-kasus kejahatan para Pencuri Berdasi itu. Keraguan dan tidak tuntasnya dalam memperkarakan kasus-kasus kelas tinggi oleh “Pencuri Berdasi” itu memberikan kesan kepada masyarakat, bahwa para penegak hukum itu tidak adil. Bagaimana bisa adil kalau ternyata sebagian para hakim, jaksa, dan aparat kepolisian juga terlibat sebagai Pencuri Berdasi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sangat mengherankan memang, para koruptor itu bukan dianggap pencuri tapi disebut sebagai orang yang menyalahgunakan wewenang. Persepsi masyarakat tentang pejabat, yang dilambangkan dengan pakaian orang berdasi itu sering masih disangka sebagai orang yang jauh dari sifat jahat. Barangkali juga para Pencuri Berdasi itu tampak di masyarakat kita sebagai orang yang suka memberi, menolong, menyumbang dalam kegiatan sosial kemasyarakatannya. Dan dari dulu hingga kini masyarakat masih melihat bahwa kemiskinan dan segala bentuk kemelaratan hidup itu sebagai biang keladi tindak kriminalitas. Penilaian masyarakat terhadap orang miskin itu memang tidak adil sama sekali. Semua kelakuannya dicurigai. Keberadaannya selalu disangka buruk. Pekerjaannya dinilai rendah. Senyumnya dianggap meremehkan orang. Omongannya ditanggapi sombong. Kasihan banget memang orang miskin itu, hampir semua orang tidak pernah memihak hidupnya, termasuk orang miskin sendiri. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Siapakah koruptor atau Pencuri Berdasi itu? dan siapakah orang yang merasa hina bila hidup dalam kemiskinan itu? Barangkali jawabnya ada pada diri kita sendiri dan tidak usahlah kita tuduh siapapun, mungkin kita semua yang bersalah. Koreksilah diri kita masing-masing pada hari ini, esok pagi, dan entah lusa nanti. Hisablah setiap amal sampai mati menjelang nanti. Jadilah pejabat yang amanah, penegak hukum yang adil, dan warga masyarakat yang tulus menerima kebenaran. Mudah-mudahan moral bangsa ini selamat dari kehancuran generasinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dari Abu Hurairah bahwa Nabi saw bersabda: “&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Barang siapa mencari peradilan bagi kaum muslimin hingga ia mendapatkannya, kemudian keadilannya mengalahkan kecurangannya, maka baginya surga, dan barang siapa yang kecurangannya mengalahkan keadilannya, maka baginya neraka”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;. (HR. Abu Dawud). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Berkata Abu Dzar: “&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Aku berkata, wahai Rasulullah, tidak engkau mengangkat aku sebagai gubernur? Kata Abudzar: “ Rasulullah menepuk tanganku dengan tangan beliau, kemudian kata beliau: “Wahai Abu Dzar, sesungguhnya itu adalah amanah dan sesungguhnya pada hari kiamat jabatan itu adalah kehinaan dan penyesalan, kecuali bagi orang yang mengambilnya menurut haknya dan menunaikan yang wajib baginya di dalamnya&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;. “ (HR. Muslim).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Amanah itu beban berat yang menuntut pengurusan hak-hak manusia dengan cara yang dapat memenuhi tuntutan mereka. Uang rakyat adalah hak rakyat untuk digunakan sebagai amanah yang dibebankan kepada pejabat dalam menegakkan kesejahteraan dan keadilan. Uang rakyat bukan untuk dikorupsi, dengan alasan apapun. Pejabat yang lupa dengan amanahnya itu adalah kehinaan dan penyesalan di akherat nanti, dihari tidak ada pertolongan kecuali pertolongan Allah. Sesungguhnya kalau mau merenungkan dengan hati bersih, jadi pejabat itu cobaan yang paling berat karena tanggung jawabnya abadi, dan atasannya saat menjabat besok di hari kiamat akan berlepas diri. Padahal saat didunia pejabat itu sering mengikuti atasannya tanpa pertimbangan benar atau salah menurut Allah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Allah telah memberikan contoh terbaik hambaNya untuk menjadi hakim, sebagaimana firmannya: “&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat adzab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;”. (QS Shaad: 26).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3913803123831462131-9195803568237735611?l=rumaljawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumaljawi.blogspot.com/feeds/9195803568237735611/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3913803123831462131&amp;postID=9195803568237735611' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/9195803568237735611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/9195803568237735611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumaljawi.blogspot.com/2008/08/pencuri-berdasi.html' title='Pencuri Berdasi'/><author><name>Rum Al Jawwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01043527831272059408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_qdN5BqjxqaU/SJuZlty5zQI/AAAAAAAAACY/XRs2KaVFJy4/s72-c/icorruption2' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3913803123831462131.post-3311927151824596009</id><published>2008-08-06T23:01:00.000-07:00</published><updated>2008-08-06T23:15:54.314-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Pengajian'/><title type='text'>Pengenalan Aqidah (1)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Aqidah secara bahasa bermakna : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kepercayaan Hati.&lt;/span&gt; Dari asal kata : ‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;akoda – ya’kidu – ko’dan – ‘akiidatan.&lt;/span&gt; Yang artinya :&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; telah mengikatkan/ menyimpulkan&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Dalam bahasa Indonesia kita mengenal istilah “Akad” yang bermakna perjanjian. Selain itu ada istilah “I’tikad” yang berarti niat untuk sebuah peruntukkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Nah, arti secara syar’i adalah : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Beriman kepada Allah SWT, Malaikat-Nya, Kitab-Nya, Rosul-Rosul-Nya, Hari Kiamat dan kepada Qodo dan Qodar.&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.muslimbase.com/images/003781-allah-pendant-slver-black.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 151px; height: 151px;" src="http://www.muslimbase.com/images/003781-allah-pendant-slver-black.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Sebelum Isl&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;am&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt; datang. Jangan salah sobat ! Dunia Arab khususnya kaum Quraish masih percaya adanya Tuhan lho, tetapi cara nereka adalah dengan menyembah patung-patung (Lata, Uzza, Manna dsb) yang telah mereka buat dengan keyakinan akan mendekatkan diri kepada Tuhan mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify; line-height: normal; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;39:3. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): &lt;b style=""&gt;"Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya".&lt;/b&gt; Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Hampir persis seperti yang sering kita lihat atau dulu kita lakukan : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;menaruh sesajen untuk keselamatan, berkunjung ke makan ulama untuk meminta sesuatu, mempercayai suatu benda untuk menjadi lebih kuat, meramal atau bertanya nasib kepada mbah dukun dsb&lt;/span&gt;. Bisa jadi mereka juga percaya Allah SWT atau disebut Gusti Allah, itu semua &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;hanya sekedar sarana agar lebih dekat dan cepat. &lt;/span&gt;Padahal Allah SWT sudah menandaskan bahwa Beliau adalah Maha dari segala Maha, tidak perlu perantara dan persyaratan karena semua yang diinginkan manusia bisa &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;langsung dimohonkan&lt;/span&gt; kepada Allah SWT. Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Naudhubillah min dzalik,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt; jika saat ini ada yang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;lebih sangat parah dari kaum Qurais. &lt;/span&gt;Karena dalam hidup tidak mempercayai sama sekali adanya Allah SWT. Entah atheis, komunis  atau apapun namanya. Bumi dan alam berputar sesuai siklus yang telah berjalan dengan sendirinya. Mereka mencari harta di dunia dengan satu tujuan “usahaku adalah untukku” tidak peduli apakah halal atau harom. Mengumbar nafsu dimanapun berada karena memang tidak merasa diawasi oleh siapapun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;color:black;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;color:black;"  &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sangat Pentingnya Aqidah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm; font-family: georgia;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;color:black;" &gt;Jika manusia      tergolong Musyrik maka semua amal baik yang pernah dilakukan akan terhapus      alias tidak diberi nilai oleh Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;color:black;"  &gt;39:65. &lt;i style=""&gt;Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;color:black;"  &gt;Orang-orang musyrik dan juga orang-orang yang menduakan/mentigakan Allah SWT atau menyerupakan Allah SWT dengan benda lain tidak akan pernah diterima amalnya oleh Allah SWT.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;color:black;"  &gt;Kita harus tahu bahwa Kaum Qurais juga mempunyai banyak kelebihan seperti : sifat kesukuan yang diaplikasikan dalam tolong-menolong dan saling menjaga dan melindungi, mereka suka bekerja keras dan lihai dalam berdagang, kemudian juga membantu para kabilah-kabilah yang sedang berhaji di ka’bah. Dsb&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;color:black;"  &gt;Tetapi semua amal mereka tidak akan berarti di mata Allah SWT. Berikutnya cuplikan ayatnya :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 72pt; text-align: justify; line-height: normal; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;18:103. Katakanlah: "Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 72pt; text-align: justify; line-height: normal; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 72pt; text-align: justify; line-height: normal; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;18:104. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 72pt; text-align: justify; line-height: normal; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 72pt; text-align: justify; line-height: normal; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;18:105. Mereka itu orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kafir terhadap) perjumpaan dengan Dia. Maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm; font-family: georgia;" start="2" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;color:black;" &gt;Amalan yang tidak      murni untuk Allah SWT tidak akan diterima.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Kita tentu masih ingat dalam kitab-kitab yang membahas tentang “Ikhlas” disitu disebutkan sebuah hadist yang sangat panjang. Dimana orang yang telah mempersembahkan puncak-puncak sebuah amalan (yakni : mati syahid, dermawan dan ahli ilmu /ulama) tidak diterima Allah SWT. Bisa jadi dengan mata lahiriah, manusia akan mengatakan bahwa mereka sudah pasti Ahli Surga. Tetapi Allah SWT Maha Tahu apa yang terbentik dalam hati dada manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Maka selain dari tatacara-nya, niat adalah pasangannya ! tanpa itu atau salah satunya so dijamin amal akan menguap tidak berarti. Alias harus Ikhlas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify; line-height: normal; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 72pt; text-align: justify; line-height: normal; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;39:2. Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al Qur'an) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;color:black;" &gt;4:36. Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 72pt; text-align: justify; line-height: normal; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 72pt; text-align: justify; line-height: normal; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;17:23. Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:130%;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:130%;color:black;"  &gt;Tugas utama para Rosul dan Nabi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;color:black;"  &gt;Allah SWT telah memberitakan dalam Al Qur’an bahwa persoalan Aqidah dalam hal Ketauhidan sebagai PR utama para Nabi dan Rosul. Sebagai pondasi yang paling mendasar dalam mengarungi hidup, menghambakan diri dan beramal kepada Allah SWT. Berikut ayat-ayatnya :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;color:black;" &gt;16:36. Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;color:black;" &gt;7:59. Sesungguhnya Kami telah mengutus &lt;b style=""&gt;Nuh&lt;/b&gt; kepada kaumnya lalu ia berkata: "Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya." Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;color:black;" &gt;7:65. Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Ad saudara mereka, &lt;b style=""&gt;Hud&lt;/b&gt;. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;color:black;" &gt;7:73. Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka, &lt;b style=""&gt;Saleh&lt;/b&gt;. Ia berkata. "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhanmu. Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya, dengan gangguan apa pun, (yang karenanya) kamu akan ditimpa siksaan yang pedih."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 36pt; text-align: justify; line-height: normal; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;7:85. Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan saudara mereka, &lt;b style=""&gt;Syuaib&lt;/b&gt;. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersambung ...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt;Penulis :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Yudha Yudhaanto&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt;Sumber :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Catatan Pengajian 03-08-2008 // Colomadu // Ust. Didik JS, MSi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3913803123831462131-3311927151824596009?l=rumaljawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumaljawi.blogspot.com/feeds/3311927151824596009/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3913803123831462131&amp;postID=3311927151824596009' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/3311927151824596009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/3311927151824596009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumaljawi.blogspot.com/2008/08/pengenalan-aqidah-1.html' title='Pengenalan Aqidah (1)'/><author><name>Rum Al Jawwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01043527831272059408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3913803123831462131.post-8676913323357805262</id><published>2008-08-03T10:01:00.000-07:00</published><updated>2008-08-29T17:49:15.486-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tadabur Alam'/><title type='text'>Gunung Sebagai Pasak Bumi</title><content type='html'>&lt;p&gt;Oleh : M. Rum Budi S.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Lapisan kulit bumi mempunyai ketebalan kurang lebih 100 km dengan temperatur relatif  jauh lebih rendah dibanding dengan lapisan dalamnya (mantel dan inti bumi) sehingga terjadi aliran konveksi dimana massa dengan temperatur tinggi mengalir ke daerah temperatur rendah atau sebaliknya. Teori aliran konveksi ini sudah lama berkembang untuk menerangkan pergeseran lempeng tektonik  (plate tectonic) yang menjadi penyebab utama terjadinya gempa bumi tektonik. Indonesia merupakan daerah pertemuan 3 lempeng tektonik besar, yaitu lempeng Indo-Australia, Eurasia dan lempeng Pasific. Lempeng Indo-Australia bertabrakan dengan lempeng Eurasia di lepas pantai Sumatra, Jawa dan Nusatenggara, sedangkan dengan Pasific di utara Papua dan Maluku Utara.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_qdN5BqjxqaU/SJXryqM16eI/AAAAAAAAAB0/Bt-p3zOdO3s/s400/gunung2.jpeg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5230345797814839778" /&gt;Disamping gempa tektonik dikenal juga gempa vulkanik, gempa runtuhan, gempa imbasan dan gempa buatan. Gempa vulkanik disebabkan oleh desakan magma ke permukaan, gempa runtuhan banyak terjadi di pegunungan yang runtuh, gempa imbasan biasanya terjadi di sekitar dam karena fluktuasi air dam, sedangkan gempa buatan adalah gempa yang dibuat oleh manusia seperti ledakan nuklir atau ledakan untuk mencari bahan mineral. Skala gempa tektonik jauh lebih besar dibandingkan dengan jenis gempa lainnya sehingga efeknya lebih banyak terhadap bangunan.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;Gempa bumi tektonik merupakan gempa bumi yang paling sering terjadi. Bahkan menurut para ahli gempa, setiap hari terjadi gempa tektonik, namun tidak dirasakan karena getarannya relatif kecil. Pusat-pusat gempa tektonik itu terletak pada tempat-tempat tertimbunnya energi alami yang tertahan di daerah tumbukan lempeng-lempeng bumi yang bergerak. Tumbukan antara lempeng samudra dan benua tersebut terjadi di daerah sepanjang palung laut. Pusat gempa di sepanjang palung itulah yang disebut sebagai hiposenter, sedangkan tegak lurus di atas hiposenter pada permukaan bumi disebut episenter.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sudah menjadi ketentuan Allah bahwa kulit bumi itu bergerak dan pergerakannya terasa sangat lambat sekali, sehingga manusia yang bermukim dan berbudaya di permukaan bumi menyangka bahwa punggung bumi yang diinjaknya dan dihuni manusia ini seakan-akan diam. Di dalam kitab suci Al-Qur’an, Allah menjelaskan bahwa “&lt;em&gt;gunung-gunung sebagai pasak&lt;/em&gt; “(An-Naba’ : 7), sehingga  kulit bumi yang sebenarnya bergerak itu tidak bisa dirasakan oleh manusia. “&lt;em&gt;Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap ditempatnya padahal dia berjalan sebagaimana jalannya awan. Demikian perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu, sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan&lt;/em&gt;”. ( QS An-Naml : 88).&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3913803123831462131-8676913323357805262?l=rumaljawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumaljawi.blogspot.com/feeds/8676913323357805262/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3913803123831462131&amp;postID=8676913323357805262' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/8676913323357805262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/8676913323357805262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumaljawi.blogspot.com/2008/08/gunung-sebagai-pasak-bumi.html' title='Gunung Sebagai Pasak Bumi'/><author><name>Rum Al Jawwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01043527831272059408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_qdN5BqjxqaU/SJXryqM16eI/AAAAAAAAAB0/Bt-p3zOdO3s/s72-c/gunung2.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3913803123831462131.post-5761116155837784716</id><published>2008-08-01T19:24:00.000-07:00</published><updated>2008-08-29T05:43:37.753-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Naik Motor</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Oleh : M. Rum Budi S.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jangan mentang-mentang ustad atau ustadah, naik motor nggak pakai helm malah pakai peci (kupluk) atau cuma pakai kerudung saja. Sebagai seorang muslim yang baik mari kita syiarkan akhlak kemusliman kita dengan berkendaraan motor. Ingatlah sukses anda mengendarai motor adalah sukses ibadah anda. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qdN5BqjxqaU/SJPHI6Cj1pI/AAAAAAAAABM/D61ACXt2M-I/s200/Ndut+naik+Motor2.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5229742548140152466" /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jadikan naik motor sebagai pelajaran hidup. Bila hari hujan naik motor memang tidak nyaman dibanding dengan naik mobil, tetapi ketika jalanan macet semboyan lebih baik naik motor adalah sangat tepat, karena cepat sampai tujuan, waktunya tidak habis di perjalanan dan kadang lebih fresh ketika sampai di tempat kerja. Prinsipnya mensyukuri mempunyai motor jauh lebih mulia dari pada menyesali punya mobil. Motor ataupun mobil itu hanya sebagai sarana ibadah untuk mengabdi kepada Allah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;em&gt;Dua hal apabila memiliki seorang dia dicatat oleh Allah sebagai orang yang bersyukur dan sabar. Dalam urusan agama (ilmu dan ibadah) dia melihat kepada yang lebih tinggi lalu meniru dan mencontohnya. Dalam urusan dunia dia melihat kepada yang yang lebih bawah, lalu bersyukur kepada Allah bahwa dia masih diberi kelebihan&lt;/em&gt; (HR. Attimirmidzi).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="full"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kebagusan akhlak seseorang bisa dikenali dari cara orang mengendarai motor. Motor baru tidak mencerminkan  akhlak pengendaranya. Akhlak seorang pengendara motor tergantung dari rasa syukur memiliki motor. Secara lahiriah bentuk syukur diwujudkan kelelengkapan alat-alat kendaraan dan surat-surat motor sehingga bebas kena denda (“ditilang”) dari Pak Polisi ketika pemeriksaan. Hal itu merupakan motto yang cukup ampuh mengarahkan anda bersikap tenang, hati-hati, dan tertib di jalan dan Insya Allah anda akan sampai pada tujuan perjalanan anda. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Meningkatnya jumlah kendaraan yang tidak diimbangi dengan akhlak pengendaranya, maka jalan yang sebenarnya sudah lebar itu tetap terasa sempit. Ciri akhlah yang utama bagi seorang mukmin adalah berdoa ketika mengendarai motor. Doa akan berpengaruh pada sikap dan perilaku anda di jalan. Berdoa tidak banyak makan waktu, hanya sebentar saja. Hafalkan baik-baik atau kalau susah menghafal bacalah stiker doa naik kendaraan anda. Kebiasaan anda berdoa ketika naik motor akan menjadikan Allah membersamai keselamatan dan berkah anda di jalan. Sangat menyenangkan orang mukmin itu dalam keadaan apapun Allah senantiasa membersamainya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Supaya kamu duduk (di atas tunggangan/kendaraan) kemudian kamu ingat nikmat Tuhan-mu; dan supaya kamu mengucapkan “&lt;em&gt;Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami  (“Subhaanalladzii sachchoro lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahu muqriniina wa innaa ilaa robbinaa lamunqolibuun”)&lt;/em&gt;  (Az-Zukhruf: 13-14).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Walaupun sudah berdoa tetapi masih juga tabrakan, itu namanya apes, takdir, atau sudah menjadi ketentuan Allah sebelumnya. Setiap kejadian jelek ataupun baik yang menimpa diri kita adalah ujian bagi diri kita, untuk menguji siapa yang terbaik di antara kita.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan&lt;/em&gt; (Al-Anbiya’ : 35).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3913803123831462131-5761116155837784716?l=rumaljawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumaljawi.blogspot.com/feeds/5761116155837784716/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3913803123831462131&amp;postID=5761116155837784716' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/5761116155837784716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/5761116155837784716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumaljawi.blogspot.com/2008/08/naik-motor.html' title='Naik Motor'/><author><name>Rum Al Jawwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01043527831272059408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qdN5BqjxqaU/SJPHI6Cj1pI/AAAAAAAAABM/D61ACXt2M-I/s72-c/Ndut+naik+Motor2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3913803123831462131.post-2969950129998249359</id><published>2008-08-01T07:50:00.000-07:00</published><updated>2008-08-29T05:44:14.214-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Kyai Petir</title><content type='html'>Oleh: M.Rum Budi S.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kyai Petir adalah sebutan seorang kyai yang dipandang pandai oleh masyarakat di bidang agama sebagai juru dakwah, tetapi salah faham dalam menjelaskan tentang kejadian petir. Petir dianggap oleh sang kyai bukan sebagai peristiwa alam tetapi suara cemeti (pecut) milik malaikat yang mengejar-ngejar iblis atau setan. Padahal petir atau halilintar merupakan ayat Allah sebagai fenomena alam yang biasanya muncul pada musim hujan di mana di langit muncul kilatan cahaya sesaat yang menyilaukan yang beberapa saat kemudian disusul dengan suara menggelegar (bahasa jawanya disebut suara bledek). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qdN5BqjxqaU/SJMmcA-TqjI/AAAAAAAAABE/ZyAGaDtpxXk/s200/Thunder.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5229565855046806066" /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kesalahan sang Kyai Petir bukan terletak pada semangat dakwahnya dan cara menjelaskannya, karena memang barangkali mendapatkan ilmu dari gurunya juga demikian. Tetapi sang kyai seharusnya tahu bahwa “&lt;em&gt;al-haqqu mirrobbikum&lt;/em&gt;” kebenaran itu datang dari Tuhannya, dan semua keterangan agama islam itu hanya bisa didakwahkan secara tepat dari ayat-ayatNya. Pada prinsipnya siapapun tidak akan tersesat dalam kepentingan agamanya bila berpegang teguh pada sumbernya, yaitu Al-Quran dan Sunnah Rasul.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Allah berfirman dalam Al-Qur’an “&lt;em&gt; Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya akan dimintai pertanggungjawabannya&lt;/em&gt;”. ( QS Al Isra : 36).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Allah melarang seseorang mengikuti sesuatu yang tidak mempunyai pengetahuan tentangnya, artinya islam melarang cara berfikir khurafat yaitu membenarkan khayalan dan kebatilan, mendengarkan serta mengikuti apa saja yang dikatakan orang. Tetapi dalam beragama seorang muslim dituntut berfikir secara logis berdasarkan dalil, argumentasi, dan analisis-sintesis dengan menggunakan indra terpenting sebaik-baiknya secara ikhlas beribadah kepada Allah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Pendengaran digunakan untuk mentransfer ilmu dari orang lain. Penglihatan dimaksimalkan untuk melakukan pengamatan dan penelitian. Hati atau akal dipakai untuk berfikir dan memproses data yang terpilih dan akurat sehingga menghasilkan suatu kesimpulan. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seorang Kyai, Ustad, dan Ajengan atau semua juru dakwah apabila menjelaskan tentang agama islam, maka hujjahnya atau argumentasi dan dalilnya harus mengikuti jalan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) dan meninggalkan seluruh ajaran yang menyimpang dari ajarannya. Seorang juru dakwah tidak akan terburu-buru dalam meyakini dan mengamalkan suatu ajaran dalam beribadah kepada Allah, baik yang berupa ucapan maupun amalan anggota badan. Akan tetapi dia akan menimbang terlebih dahulu seluruh ucapan dan amalan ibadahnya dengan amalan dan ucapan Rasulullah SAW. Apabila sesuai maka diterima, namun apabila bertentangan maka dia akan menolak, dari manapun datangnya. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Rasulullah SAW bersabda: “&lt;em&gt;Barangsiapa yang mengamalkan amalan yang tidak ada syariatnya dari kami maka amalan tersebut ditolak&lt;/em&gt;.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Imam Asy-Syafi’i rahimahullahu mengatakan: “P&lt;em&gt;ara ulama telah sepakat bahwasanya barangsiapa yang telah jelas baginya jalan Rasulullah SAW, tidak boleh baginya untuk meninggalkannya karena ucapan siapapun&lt;/em&gt;.” (Ibnul Qayyim, 2/361, dan Al-Fulani, hal. 6). &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Imam Malik berkata: “&lt;em&gt;Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia yang salah dan benar. Maka perhatikanlah pendapatku. Setiap pendapat yang sesuai dengan kitab dan sunnah, ambillah dan setiap yang tidak sesuai dengan Al Kitab dan sunnah, tinggalkanlah&lt;/em&gt;”. (Ibnu Abdil Barr di dalam Al-Jami’, 2/32).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Imam Ahmad berkata: “&lt;em&gt;Janganlah engkau mengikuti aku dan jangan pula engkau mengikuti Malik, Syafi’i, Auza’i dan Tsauri, Tapi ambillah dari mana mereka mengambil&lt;/em&gt;.” (Al-Fulani, 113 dan Ibnul Qayyim di dalam Al-I’lam, 2/302).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3913803123831462131-2969950129998249359?l=rumaljawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumaljawi.blogspot.com/feeds/2969950129998249359/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3913803123831462131&amp;postID=2969950129998249359' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/2969950129998249359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/2969950129998249359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumaljawi.blogspot.com/2008/08/kyai-petir.html' title='Kyai Petir'/><author><name>Rum Al Jawwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01043527831272059408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_qdN5BqjxqaU/SJMmcA-TqjI/AAAAAAAAABE/ZyAGaDtpxXk/s72-c/Thunder.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3913803123831462131.post-2392966627932870256</id><published>2008-07-30T20:31:00.000-07:00</published><updated>2008-09-05T09:28:35.615-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Lasta Masta Ustad Syafei</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;oleh: M. Rum Budi S.&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_qdN5BqjxqaU/SMFd65aZ1NI/AAAAAAAAAEg/Khy8X7hR6G0/s200/lasta+masta.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242574707661329618" /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Apa yang kau rasakan hari ini Ustad Syafei? jawabnya yang senantiasa muncul dari bibir sang ustad adalah kata-kata indah milik semua umat islam: Subhanallah, Alhamdulillah, hidup itu ternyata nikmat. Mungkin tidak banyak orang yang bisa merasakan bahwa hidup itu nikmat. Enjoy aja Mas katanya, hidup itu sangat singkat, cuma sebentar. Hidup itu seperti hanya mampir ngombe saja. Kalau nggak dinikmati rugilah. Apa yang kita bisa perbuat, kerjakanlah. Apa yang mudah kita lakukan, bersegeralah. Apa yang kamu senangi, nikmatilah. Pokoknya terserah ajalah. Gunakan waktu sehatmu sebelum sakitmu. Ketika sakit mungkin baru bisa dirasakan nik&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;matnya sehat. Mumpung masih sempat jangan kau tunda &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;sebelum penyesalan  datang. Umurmu masih muda dan jangkauan langkahmu masih panjang, kalau udah tua-kaya kakek-kakeh, nanti repot. Jadikanlah hidup itu setiap hari bertambah hidup (Lasta Masta!). Setiap orang bisa menikmati hidupnya dengan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; cara sendiri, tapi cara yang paling baik adalah menikmati dengan taat kepada Allah.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;“&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Ustad Syafei hari ini bisa mengatakan hidup itu nikmat, mungkin kondisi saat ini relatif serba kecukupan, celengan uangnya mungkin banyak. Bagaimana jawaban orang hari ini, kalau mereka itu hidupnya dalam kondisi susah, apakah bisa menikmati hidup ini?”. Ustad Syafei nampak semangat sekali kalau diajak ngobrol yang beginian ini.  Sambil menggeser tempat duduknya, “Begini Mas Wahyul, memang secara umum orang yang lemah ekonomi, sepertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;susah menikmati hidup ini. Tetapi sesungguhnya masyarakatpun sudah pada maklum bahwa uang bukan jaminan untuk menghindar dari susah, sakit, malas, lemah, tua, dan lain-lain lah. Uang bukan segalanya atau faktor utama menjadi penentu orang bisa menikmati hidup ini. Malahan sebenarnya kalau Mas Wahyul mau memperhatikan bagaimana orang-orang Borju Jakarta diperbudak oleh jabatan, terlalu sibuk dengan bisnisnya, atau bahkan dipermainkan anak buahnya. Mereka sering ngomong “banyak duit itu malah sering bikin pusing, banyak sekali hal yang dikorbankan”. Selebritis itu banyak uang, tetapi susah menikmati hidup,  mereka mengeluh “prevacy – nya senantiasa terganggu oleh wartawan yang suka ceplas ceplos, kadang memang banyak ngawurnya”.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustad Syafei mengakui jaman sekarang ini memang jaman materialistis, kalau ndak punya uang sepertinya hidup itu tampak buram atau gelap, sehingga uang memang diperlukan, akan tetapi jumlah sedikit yang mencukupi kebutuhan hidup untuk taat kepada Allah lebih baik dari banyak uang namun melupakan taat kepada Allah.  Jadi taat kepada Allah adalah k&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;uncinya kenikmatan hidup itu sendiri.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Mas Wahyul mengangguk-angguk dengan tausiah Ustad Syafei: “Ketika kekayaan itu tidak bisa menghantarkan dirinya bersikap bersyukur kepada Allah, maka keserakahan membentuk kebiasaan hidupnya, sehingga hidup itu senantiasa terbelenggu oleh sikap perilaku yang tidak pernah cukup. Selama keserakahan bersemayam dalam diri kita, walaupun harta kita melimpah, sebenarnya kita itu berada dalam kemiskinan yang sejati. Orang yang sengsara adalah orang yang miskin di dunia serta kebiasaan hidupnya jauh dari ketaatan kepada Allah. Sedangkan orang yang dimudahkan mencari uang dan membelanjakannya di jalan Allah, itulah orang yang digampangkan menikmati hidup. Tetapi sesungguhnya berapapun uang yang sedang kita cari maupun yang kita miliki, nikmatilah dengan cara taat kepada Allah”.&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Ustad Syafei kemudian memberi pelajaran ayat-ayat Allah dalam Al-Qur’an: &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;“Kemudian manusia pasti akan ditanyai pada hari akhir nanti tentang kenikmatan yang dimegah-megahkan di dunia ini” (At-Takasur, QS 102: 8), “Dan barang siapa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; menaati Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi, siddiqin, syuhada, dan sholihin. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya” (An-Nisa’, QS 4: 69).&lt;/span&gt; &lt;/em&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustad Syafei menegaskan kembali untuk Mas Wahyul, bahwa yang membedakan orang memahami hidup itu nikmat adalah cara berfikirnya. Berfikir secara islami sebenarnya lebih tepat, lebih benar, lebih mudah, dan lebih menolong, untuk memahami nikmat hidup itu dimana dan kapanpun juga. Oleh karena itu ikutilah agama islam bagaimana mengajarkan berfikir tentang nikmat hidup itu, pasti kita akan dibawanya menuju puncak nikmat hidup di dunia dan di akhirat nanti.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(Tulisan ini sebagai tombo kangen buat sahabat saya Pak Wahyul yg sedang ambil program Doktor di Jepang).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3913803123831462131-2392966627932870256?l=rumaljawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumaljawi.blogspot.com/feeds/2392966627932870256/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3913803123831462131&amp;postID=2392966627932870256' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/2392966627932870256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/2392966627932870256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumaljawi.blogspot.com/2008/07/lasta-masta-ustad-syafei.html' title='Lasta Masta Ustad Syafei'/><author><name>Rum Al Jawwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01043527831272059408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_qdN5BqjxqaU/SMFd65aZ1NI/AAAAAAAAAEg/Khy8X7hR6G0/s72-c/lasta+masta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3913803123831462131.post-3058912105244466369</id><published>2008-07-29T22:53:00.000-07:00</published><updated>2008-08-29T05:45:22.271-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Tinggal Glanggang Colong Playu</title><content type='html'>&lt;div  style=" text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;Oleh: M. Rum Budi S.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tinggal glanggang colong playu (peribahasa jawa), yang menggambarkan orang yang tak bertanggung jawab. Padahal nilai seseorang dalam hidup ini tergantung dari rasa tanggung jawabnya. Makin tinggi nilai tanggung jawabnya makin tinggi kualitas hidupnya. Tanpa dilandasi rasa tanggung jawab semua pekerjaan tidak bisa terencana dengan baik, terlaksana secara urut sesuai prosedur, dan tidak pernah mendapatkan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;hasil yang optimal. Tanggung jawab adalah kunci kesuksesan hidup seseorang. Kegagalan bertanggung jawab terhadap apa yang dikerjakannya telah menghilangkan rasa kepercayaan orang lain dan menghinakan diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.undertheiceberg.com/wp-content/uploads/2008/05/leadership.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 250px; height: 197px;" src="http://www.undertheiceberg.com/wp-content/uploads/2008/05/leadership.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Problem seseorang senantiasa menjadi komplek, rumit, tak berujung, karena tanggung jawab terhadap hal-hal kecil diabaikannya. Padahal sekecil apapun pekerjaan yang telah diamanatkan kepada seseorang membutuhkan tanggung  jawab.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style=" text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Semua kamu adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Seorang imam pemimpin dan bertanggung jawab atas rakyatnya. Seorang suami pemimpin dalam keluarganya dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;Seorang istri pemimpin dan bertanggung jawab atas penggunaan harta suaminya. Seorang pelayan (karyawan) bertanggung jawab atas harta majikannya. Seorang anak bertanggung jawab atas penggunaan harta ayahnya ” (HR. Bukhari dan Muslim).&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada setiap orang pada dirinya meleket rasa tanggung jawab. Tetapi kecenderungan kebanyakan orang malah ingin lari dari rasa tanggung jawab. Hal tersebut disebabkan karena,  pekerjaan dianggap sebagai beban bukan ibadah, sehingga  apa yang dilakukan tidak dipikirkan lebih dahulu dan hanya didasarkan atas dorongan emosional bukan timbul dari akal sehat, hati yang bersih, data dan informasi yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita belum biasa terlatih bertanggung jawab dihadapan Allah. Kita lebih sering terkonsentrasi memikirkan berbagai cara &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;bertanggung jawab terhadap manusia. Akibatnya orang sering mencari celah, alasan, kesempatan untuk keluar dari rasa tanggung jawab. Manusia memang tempat banyak salah dan dosa, jauh dari akhlak kharimahnya, mempunyai tabiat paling gampang diajak jahat untuk korupsi, kolosi, dan nepotisme, sehingga menguntungkan kepetingan diri sendiri dan merugikan banyak orang. Kadangkala Allah senantiasa membiarkan orang-orang yang bergelimang dosa tersebut melakukan perbuatan dosanya sampai mereka menemukan kematian, saat ajal menjemputnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang tidak bertanggung jawab,  menganggap Allah tidak melihat terhadap apa yang diperbuatnya, padahal kepada Allahlah mereka akan bertanggung jawab. Sebab Allah mencip&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;takan manusia yang hidup ini bukan main-main, tapi semua manusia akan kembali kepadaNya dan akan mempertanggung jawabkan semua amal perbuatan pengabdiannya kepada Allah besok di hari akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan presiden langsung yang dipilih oleh rakyat adalah konsep paling jitu untuk menjadikan sang presiden bertanggung jawab penuh terhadap yang dipimpinnya. Bangsa yang besar ini tidak akan mungkin bisa keluar dari kemelut permasalahan pokok yang dihadapi rakyatnya seperti ketidakadilan, kemiskinan, penyelewengan (korupsi) dan lain-lain, apabila pemimpin pemerintahan bagsa ini dan rakyaknya belum pandai  bertanggung jawab atas apa yang diperbuatnya. Dari hal yang kecil sampai hal yang besar.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Presi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;den adalah pe&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;mimpin rakyatnya. Rakyat akan sangat senang apabila pemimpinnya sangat berani mengambil tindakan kebenaran walaupun kadang pahit. Sukses dan gagalnya suatu bangsa dalam bertindak dapat diukur dari keberanian sang pemimpin dalam mengambil keputusan dan bertanggung jawab terhadap apa yang telah diputuskannya.  Masih banyaknya koruptor yang belum diproses secara hukum, merupakan indikasi belum berhasilnya keberanian menegakkan keadilan. Pemimpin yang mengumbar banyak janji tetapi kemudian terus tidak menepati, bisa dikatakan sebagai pemimpin yang  hanya besar omongannya tidak ada tindakan kongkritnya atau NATO (Not Action Talk Only).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.etiaustralia.com.au/racv2/common/images/noscript/alert_icon.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 177px; height: 171px;" src="http://www.etiaustralia.com.au/racv2/common/images/noscript/alert_icon.gif" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kalau setiap pimpinan sadar bahwa tiap detik, menit, jam dan hari merasa bertanggung jawab kepada Allah karena  ada Malaikat yang mengikuti di belakang/depan mereka serta berada di kanan/kiri untuk mencatat perbuatan mereka, maka setiap pengambilan keputusan yang diambil oleh pemimimpin tersebut akan ditolong oleh Allah. Semua pekerjaan akan berjalan lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggung jawab  berlaku untuk kurun waktu selamanya, bukan sementara. Manusia sebagai mahluk yang bertanggung jawab adalah keabadian. Tanggung jawab tidak hanya berhenti di dunia tetapi akan berlanjut sampai negeri akherat. Berfikirlah, berucaplah, dan bertindaklah sehingga bisa dipertanggung jawabkan hingga nanti disisi Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang bertanggung jawab kepada Allah akan selamat. Orang yang bertanggung jawab kepada Allah otomatis telah betanggung jawab kepada manusia dengan baik, karena ingat Allah adalah sumber kekuatan tanggung jawab dalam beramal sholeh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3913803123831462131-3058912105244466369?l=rumaljawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumaljawi.blogspot.com/feeds/3058912105244466369/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3913803123831462131&amp;postID=3058912105244466369' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/3058912105244466369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/3058912105244466369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumaljawi.blogspot.com/2008/07/tinggal-glandang-colong-playu.html' title='Tinggal Glanggang Colong Playu'/><author><name>Rum Al Jawwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01043527831272059408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3913803123831462131.post-2518528434440848388</id><published>2008-07-23T19:14:00.000-07:00</published><updated>2008-08-29T05:46:10.866-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Takut Allah Bukan Slogan Semata</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Oleh: M. Rum Budi S.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Untuk menyuntik semangat keberanian terhadap anggota kelompoknya, kadang sambil meneriakkan takbir 3x, orang sering berucap : tak ada yang saya takuti kecuali Allah swt. Seakan-akan dengan ucapan itu Allah swt bersama mereka dan melindungi perbuatan mereka. Padahal perbuatan yang akan dilakukan bukan perbuatan yang diridhoi Allah swt. Apa yang &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;diperjuangkan padahal tidak sesuai dengan syariat Allah swt. Takut kepada Allah swt seolah-olah diartikan sebagai alat motivasi untuk menghadapi musuh supaya apa yang dicita-citakan untuk kepentingan dunia itu tercapai, sehingga Allah swt dipersonifikasikan ada dibelakang me&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;reka. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.sheikhharon.com/allahu-akbar.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 188px; height: 189px;" src="http://www.sheikhharon.com/allahu-akbar.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Takut kepa&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;da&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Allah sw&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;t bukan jargon politik, bukan kata-kata selogan, dan bukan kalimat untuk menakut-n&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;akuti, tetapi mempunyai makna amaliah dan tanggung jawab dihadapan Allah swt. Dan orang y&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ang paling takut kepada Allah swt  adalah Rasulullah. Tidak ada yang takut kepada Allah swt kecuali beliau. Rasulullah saw bersabda kepada para sahabatnya &lt;em&gt;“ sesungguhnya orang yang paling takut kepada Allah adalah aku.” (HR. Bukhari, Amad, dan A&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;em&gt;bu Daud)&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Abu Bakar Ash-&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Shiddiq ra mencirikan golongan orang yang takut kepada Allah swt dengan tanda-tanda sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Merasa rendah diri di hadapan Allah swt.&lt;br /&gt;2. Merasa kebaikannya masih sedikit.&lt;br /&gt;3. Merasa banyak dosanya.                                                                                                                 &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;(Iman Nawawi dalam Nasaihul Ibad).&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Merasa rendah diri dihadapan Allah swt adalah mengakui apa yang dilakukan selama ini belum sepenuhnya memenuhi panggilan islam secara kaffah dan belum maksimal menggunakan tenaga dan waktunya untuk mengabdi kepada Allah swt. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Merasa kebaikannya masih sedikit adalah wujud dari takut kepada Allah. Takut bahwa amalnya nanti tidak diterima Allah swt karena tidak sesuai dengan niat yang ikhlas, tidak mengikuti sunnah RasulNya, dan tidak sesuai dengan dengan jalan yang lurus (jalan Al-Qur’an).  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Manusia memang tempat salah dan banyak dosa karena sifat lemahnya. Tetapi sedikit orang yang merasa banyak dosanya. Sebagai orang mukmin dan muslim yang hatinya hidup, seharusnya yang paling ditakuti adalah banyaknya dosa yang melekat dalam dirinya.  Merasa &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  banyak dosa dari apa yang telah diperbuat akan mengakibatkan orang segera bertobat dengan  memperbaiki semua amaliyahnya, dan akan terus –menerus  melaksanakan kebaikan. Sedangkan orang kafir itu senantiasa memandang baik apa yang telah mereka kerjakan dan bangga dengan dosa-dosanya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Takut kepada Allah swt pada prinsipnya merupakan bukti orang yang tidak mengutamakan kehidupan duniawi serta mengetahui bahwa kehidupan akherat itu lebih baik dan lebih abadi, sehingga ia menunaikan segala apa yang diwajibkan Allah swt serta menjauhi semua larangan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Allah menjelaskan bahwa Dia telah menyediakan dua surga yang takut kepadaNya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“&lt;em&gt;Bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga” (QS ar-Rahman: 46)&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3913803123831462131-2518528434440848388?l=rumaljawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumaljawi.blogspot.com/feeds/2518528434440848388/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3913803123831462131&amp;postID=2518528434440848388' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/2518528434440848388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/2518528434440848388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumaljawi.blogspot.com/2008/07/oleh-m.html' title='Takut Allah Bukan Slogan Semata'/><author><name>Rum Al Jawwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01043527831272059408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3913803123831462131.post-6774108272579675299</id><published>2008-07-21T08:39:00.000-07:00</published><updated>2008-08-29T05:46:34.820-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Bila Diseru Allah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Oleh : M.Rum Budi S.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sebagai staf atau pejabat yang mempunyai loyalitas &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;dan kesetiaan, memang susah menolak tugas atasannya, tapi bisa dipikirkan bagaimana mengutamakan seruan Allah dari pada ajakan manusia. Misalnya kalau ada kemungkaran yang dilihat di lingkungan kerjanya, bagaimana seorang pegawai berani amar ma’ruf nahi mungkar sekuat tenaga yang dilakukan karena Allah, sehingga tidak membiarkan kemungkaran itu berlangsung terus.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://hasanalsaggaf.files.wordpress.com/2008/04/khusyu9.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px;" src="http://hasanalsaggaf.files.wordpress.com/2008/04/khusyu9.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Seruan Allah kepada&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; m&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;anusia un&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;tuk bersyahadat, sholat, zakat, puasa dan haji bagi setiap  orang muslim be&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;gitu jelas s&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;eperti mereka melihat perbedaan warna hitam dan putih. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Setiap muslim memahami bahwa hal tersebut adalah suatu amal kewajiban dan bila meninggalkannya adalah dosa. Setiap muslim sadar betul bahwa setiap seruan yang berasal dari Allah dan RasulNya adalah kebenaran dan bisnis yang menguntungkan (bisnis yang tidak dirugikan sama sekali) di dunia maupun di akherat. Tetapi kebanyakan dari manusia itu berpaling atau sengaja memalingkan diri dari seruan Allah. Berpaling dari seruan Allah adalah pekerjaan orang-orang yang tidak tahu diuntungkan dan lemah dalam pandangan terhadap negeri akherat. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Orang-orang yang berserah diri, beriman kuat dan bertawakal hanya kepada Allah senantiasa datang menuju seruan Allah. Bila adzan dikumandangkan mereka segera menyambutnya dan hatinya akan selalu resah bila tidak menyepurnakan wudunya kemudian melangkahkan ke masdjid untuk berjamaah. Bila malam telah sampai di 1/3 ujungnya, mereka berdiri lama untuk sholat tahajut dan memohon ampun atas segala kesalahan yang diperbuat. Mereka senantiasa membuktikan ketaatannya untuk sholat subuh berjamaah di Masjid, karena tahu betapa besar manfaat berjamaah sholat subuh. Bila biaya telah mencukupi untuk memenuhi panggilan ibadah haji mereka bersegera memenuhi, tanpa banyak alasan apapun juga, karena mereka takut alasannya tidak bisa dipertanggung jawabkan dihadapan Allah dan  mereka takut pula termasuk orang yang matinya  dalam keadaan Nasrani atau Yahudi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Menomor satukan seruan Allah itu juga mereka buktikan dengan senantiasa berbaik sangka terhadap apa yang ditakdirkannya, sehingga Allah memasukkan mereka kepada hamba-hambaNya yang beribadah dengan baik. Artinya mereka bersyukur atas sekecil nikmat apapun yang diterimanya dan bersabar atas setiap cobaan yang ditimpakannya. Bagi mereka seruan Allah adalah santapan yang lezat dan istirahat yang mencukupi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;. (QS Ali Imran 133).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="full"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Bersegera kepada seruan Allah mengandung pengertian peningkatan upaya untuk berlomba saling mendahului dengan yang lain menuju ampunan Allah. kemudian menyadari semua kesalahan dan keterbatasannya, karena orang beriman tahu bahwa Allah Maha Penerima Taubat dan Maha pengasih. Siapapun orang muslim yang terus berlomba untuk menyambut segera seruan Allah, Insya Allah mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Kalau ada yang mengklaim bahwa hanya diri dan kelompoknya saja yang masuk surga berarti telah mempersempit surga Allah yang sangat luas. Tetapi yang jelas tiket masuk surga itu syaratnya setia dan loyalitasnya tinggi kepada seruan Allah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;div align="full"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;. (QS Al-Anfaal 2).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;div align="full"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Seruan Allah itu tidak akan masuk ke dalam hati orang munafik, karena orang munafik itu pembohong, sukar mengingkari janji dan tidak memegang amanah. Orang munafik itu pada dasarnya tidak beriman sedikitpun terhadap ayat-ayat Allah, tidak bertawakal, tidak sholat saat sendirian, dan tidak menunaikan zakat dalam harta kekayaan mereka. Tetapi seruan itu hanya untuk orang-orang beriman yang apabila disebut nama Allah bergetarlah hati mereka, lalu merekapun bersegera melaksanakan kewajiban-kewajiban mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka. Dan kepada Rabbnyalah mereka bertawakkal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Allah ‘Azza wajalla berfirman dalam (Hadist Qudsi): “ &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;wahai orang yang esok hari bila diseru oleh manusia akan menyambutnya, dan bila diseru Allah dia berpaling dan mengesampingkan, ketahuilah, apabila kamu minta Aku memberimu. Jika kamu berdoa kepada-Ku Aku kabulkan, dan apabila kamu sakit Aku sembuhkan, dan jika kamu  berserah diri Aku memberimu rezeki, dan jika kamu mendatangi- Ku Aku menerimamu, dan bila kamu bertaubat Aku ampuni dosa-dosamu, dan Aku Maha Penerima Taubat dan Maha Pengasih&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;”. (HR. Attimirmidzi dan Al Hakim)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;div&gt;.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3913803123831462131-6774108272579675299?l=rumaljawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumaljawi.blogspot.com/feeds/6774108272579675299/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3913803123831462131&amp;postID=6774108272579675299' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/6774108272579675299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/6774108272579675299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumaljawi.blogspot.com/2008/07/maz-rum-bandung.html' title='Bila Diseru Allah'/><author><name>Rum Al Jawwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01043527831272059408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3913803123831462131.post-8129941638276885179</id><published>2008-07-18T15:55:00.000-07:00</published><updated>2008-08-29T05:47:01.835-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Allah Sang Zaman</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; Oleh: M. Rum Budi S.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang mengeluh tentang zaman ini sebagai zaman edan, kalau nggak edan nggak  kebagian. Menjadi persepsi masyarakat ungkapan “susah mencari rejeki halal yang tersisa tinggal yang haram”. Perzinaa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;n sebagai perbuatan hina dilakukan terang-terangan bahkan diiklankan di semua Mass Media. Semua orang terperdaya oleh kehidupan menumpuk harta. Katanya zaman &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;ini z&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;aman  materialistis, tanpa harta kehidupan ini hampa. Zaman dimana masyarakat hidup di Negeri yang sering diplesetkan orang sebagai Republ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;ik Bener-Bener Mabuk (Republik BBM), masyarakatnya bisa baru mimpi (BBM) tidak memiliki konstribusi dan produktivitas dalam kenyataan pembangunan. Sesungguhnya bila direnungkan setiap zaman itu mempunyai identitasnya sendiri. Setiap ora&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;ng boleh berkomentar dan tidak puas terhadap kondisi zaman yang mereka ada di dalamnya, tetapi zaman tetap berjalan dan terus berlalu, tak ada yang bisa mencegahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.nurmuhammad.com/images/LowREsMeditationpic/Ahmad&amp;amp;Allah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 192px; height: 181px;" src="http://www.nurmuhammad.com/images/LowREsMeditationpic/Ahmad&amp;amp;Allah.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Semua peristiwa a&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;p&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;a yang sudah, sedang dan akan terjadi pada setiap deretan sekala waktu dan setiap titik tempat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; sampai akhir zaman nanti, semua terjadi atas ijin Allah. Kalau Republik ini dihuni oleh pemimpin yang kurang amanah, penuh korupsi dan penuh dagelan, anggaplah itu proses awal menuju pemimpin yang penuh keadilan. Pada prinsipnya Allah memberi kekuasaan kepada siapa &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;yang dikehendaki dan mencabut kekuasaan kepada siapa yang dikehendaki. Seandainya Allah akan menjadikan pemimpin negeri ini kuat imannya dan penegak syariah islam, tentu Allah akan memberi petunjuk kepada para pemimpin itu untuk lebih memahami dan mengamalkan ajaran agama islam. Allah adalah Sang Zaman  yang menggilirkan malam dan siang. Sesungguhnya Allah kuasa terhadap segala sesuatu. Setiap umat atau indivdu ada masa ajalnya, mempunyai masa jaya dan waktu kehancurannnya. Biarkan zaman ini bergulir terus sesuai sunnatullahnya, berubah dan berubah sampai menemukan takdirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS Ali Imran 26)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menganugerahkan kekuasaan dan mencabutnya, memuliakan dan menghinakan kepada suatu kaum atau perorangan.  Allah adalah sumber kebaikan. Hanya di tangan Allah segala kebajikan. Allah yang menciptakan dan mengatur Zaman ini dan pengaturanNya sungguh sangat baik, tidak akan ditemui sedikitpun cacat. Warna Zaman ini hakekatnya indah berpelangi, kalau kaum Negeri ini menduga buruk sebenarnya lahir dari keterbatasan pandangan, belum tahu ilmunya, sehingga tidaklah wajar kalau keburukan itu dinisbatkan kepada Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)." (QS Ali Imran 27).&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaman ini ditandai oleh keadaan siang dan malam, hidup dan mati yang silih berganti dan didasari oleh kehendak Allah melalui hukum-hukum yang telah ditetapkanNya. Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendakiNya tanpa ada yang berhak mempertanyakan kepada-Nya, mengapa Dia memperluas rezeki kepada seseorang, suatu lembaga ataupun negara dan mempersempit kepada yang lain. Allah maha kaya tidak peduli berapa yang Dia berikan. Bila seseorang mencoba mau menghitung rezeki yang diberikan Allah tentu tak akan bisa menghinggakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Allah Swt berfirman dalam hadits Qudsi: “ Anak Adam mengganggu aku, mencaci maki zaman (masa), dan Akulah zaman. Aku yang menggilirkan malam dan siang. (HR. Al Bukhari dan Muslim). &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu bergembiralah bersama zaman dan nikmatilah hidangan dari Allah Sang Zaman jangan pernah berkeluh kesah, sekalipun bentuknya  musibah. Allah menciptakan zaman untuk menguji siapa yang terbaik amal perbuatannya, dan siapa yang bisa lulus dari setiap ujian merekalah yang sukses hidupnya sampai akhir zaman. Tak perlu dengki-iri terhadap rezeki yang diberikan kepada orang, lembaga, ataupun negara lain. Warnailah zaman kehidupanmu dengan tetap dalam memurnikan ketaatannya menjalakan agama islam. Sebagai sesama muslim  yang hidup dalam satu zaman, mari kita bersatu bekerja sama atau bersama-sama bekerja dalam menyosong tugas dakwah islamiyah,  saling menguatkan bukan saling melemahkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3913803123831462131-8129941638276885179?l=rumaljawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumaljawi.blogspot.com/feeds/8129941638276885179/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3913803123831462131&amp;postID=8129941638276885179' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/8129941638276885179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/8129941638276885179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumaljawi.blogspot.com/2008/07/allah-sang-zaman-maz-roem-bandung.html' title='Allah Sang Zaman'/><author><name>Rum Al Jawwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01043527831272059408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3913803123831462131.post-5762037391494141329</id><published>2008-07-18T00:54:00.000-07:00</published><updated>2008-08-29T05:47:26.562-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Double Gardan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Oleh: M. Rum Budi S. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sudah menjadi keny&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;at&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;aan atau kelaziman jaman sekarang ini bahwa suami-istri bekerja. Menurut pendapat umum, kalau suami-istri bekerja, penghasilan suatu keluarga secara matematis&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; akan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; lebih besar karena berpenghasilan ganda, sehingga nampak  oleh orang lain perekonomian keluarga itu terasa lebih mapan dibandingkan dengan kalau istri tidak bekerja. Istilah di mas&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;yarakat untuk suami-istri yang semuanya bekerja disebut berpenghasilan do&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;uble gardan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.sxc.hu/pic/m/s/sc/scoppc/316828_indonesian_rupiah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 222px; height: 151px;" src="http://www.sxc.hu/pic/m/s/sc/scoppc/316828_indonesian_rupiah.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Secara prinsip dalam agama &lt;strong&gt;double gardan itu tidak dilarang&lt;/strong&gt;. Rasullulloh dan Siti Khotijah adalah suami-istri yang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; semua bekerja dan berpenghasilan. Boleh dan tidaknya istri bekerja sebenarnya tergantung dari kesepakatan suami-istri. Selama suami mengeluarkan  ijin kepada istri untuk bekerja, maka syah-syah saja istri itu bekerja dengan tetap mengikuti rumusan taat kepada suami. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dalam membangun bentuk kesepakatan suami-istri itu harus berdasarkan keikhlasan yang berpegang teguh pada hak dan kewajiban sebagai suami-istri. Setiap keputusan yang diambil oleh suami wajib mengikuti tuntunan Allah dan Rasul-Nya, yang  adil dan ikhsan  dengan mempertimbangkan  keberatan-keberatan yang diajukan oleh istri.   &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kewajiban suami bekerja adalah memberi nafkah kepada istri, sedangkan hak istri adalah mencukupkan pemberian suami. Istri bekerja itu bukan kewajiban tetapi hanyalah kebolehan saja, tergantung apa yang telah menjadi keputusan suami.  Sampai kapanpun istri bekerja itu tidak akan bisa merubah hak dan kewajiban di dalam keluarga sebagai suami-istri yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasulnya.  &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Istri boleh saja bekerja ketika gaji suami tak bisa mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan belanja bulanan keluarga yang kurang. Istri boleh juga bekerja karena kepingin mengaktualisasikan dan menunjukkan bahwa kemampuannya bermanfaat atau dibutuhkan orang lain. Istri syah-syah saja bekerja karena kawatir suami selingkuh, suami lepas tanggung jawab, atau suami meninggal dunia lebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kendala suatu keluarga tetap berada pada suami&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Apabila suami memutuskan untuk mengendalikan bahtera rumah tangganya itu diperlukan Surat Keputusan Istri Bekerja (SKIB), maka istri memang sebaiknya bekerja dengan tidak menjadikan kewajiban sebagai istri tebengkalai. Selama istri bekerja tetap berpegang teguh kepada jalur mengikuti keputusan suami, maka Insya Allah akan bernilai ibadah.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Ketika keputusan sudah diberikan kepada istri untuk bekerja, maka besarnya penghasilan istri tidak perlu disesali dan dipermasalahkan. Penghasilan istri itu tidak bisa ditentukan harus lebih besar, hampir sama atau lebih kecil dari gaji suami. Rejeki Allah yang mengatur. Besarnya gaji istri, memang kadang berpengaruh terhadap perasaan suami. Umumnya &lt;em&gt;&lt;strong&gt;rasa percaya diri suami akan terangkat lebih tinggi apabila istri bekerja hanya sebagai sambilan saja, artinya gaji istri lebih kecil atau hampir sama dengan suami.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi &lt;em&gt;&lt;strong&gt;apabila  gaji istri lebih besar perasaan suami memang sering terganggu&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sesungguhnya apabila suami-istri menyadari bahwa istri bekerja karena ijin suami dan suami bersyukur karena istrinya bisa menambah penghasilan, maka tak perlu keharmonisan keluarga itu terganggu. Jalannya bahtera dalam rumah tangga itu tergantung kesepakatan yang terus menerus secara istiqomah dibangun oleh suami-istri sesuai peraturan agama.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt;...&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang makruf. Seseorang tidak dibebani  melainkan menurut kadar kesanggupannya&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;,...(QS Al-Baqarah 233).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3913803123831462131-5762037391494141329?l=rumaljawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumaljawi.blogspot.com/feeds/5762037391494141329/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3913803123831462131&amp;postID=5762037391494141329' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/5762037391494141329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/5762037391494141329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumaljawi.blogspot.com/2008/07/double-gardan.html' title='Double Gardan'/><author><name>Rum Al Jawwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01043527831272059408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3913803123831462131.post-2201469694928117488</id><published>2008-07-17T01:28:00.000-07:00</published><updated>2008-08-29T05:47:42.186-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan Harian'/><title type='text'>Perempatan Lampu Merah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align:justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"&gt;Oleh: M. Rum Budi S.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika mobil berhenti di perempatan lampu merah, tukang rokok akan senantiasa menawarkan barang dagangan, tukang bersih-bersih kaca langsung bekerja, pengamen langsung menempel di jendela mobil anda dan tidak lupa pengemis mengadahkan tangannya untuk meminta shodaqoh dari anda.&lt;span&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.ubergizmo.com/photos/2008/2/usb-traffic-lights.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 205px; height: 205px;" src="http://www.ubergizmo.com/photos/2008/2/usb-traffic-lights.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Anda memang harus hati-hati, karena sikap hati-hati itu akan lebih menyehatkan qolbu anda dan memberikan banyak kesempatan untuk mengambil pelajaran dari setiap peristiwa yang anda alami. Jagalah hati anda ketika memberi shodaqoh kepada pengemis, tukang bersih-bersih kaca dan pengamen yang anda jumpai di perempatan lampu merah. Berbuatlah ikhlas, jangan berprasangka buruk atau mengiringi pemberian uang recehmu dengan kata yang menyakiti hati sipenerima walaupun apa yang anda ucapkan tidak terdengar oleh mereka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Wahai, orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan pahala sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti perasaan sipenerima, seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya' kepada manusia dan tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian.&lt;/em&gt; (QS Al-Baqarah 264).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;U&lt;/span&gt;ntuk mencapai keikhlasan beramal diperlukan niat yang lurus. Niatkan untuk setiap harinya anda bisa menyisihkan uang untuk memberi shodaqoh kepada pengemis dan pengamen, disetiap kesempatan melewati perempatan lampu merah. Semakin banyak anda melewati lampu merah semakin besar pahala shodaqoh anda. Mungkinkah uang Shodaqoh anda hari ini lebih besar dari biaya uang rokok anda?  Besarnya uang memang tidak menjamin niat lurus anda beramal, tetapi berlomba-lomba dalam kebaikan yang merupakan ciri semangat orang mukmin.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Barangsiapa menyenangi amalan kebaikan dan menyedihkan (bersedih dengan) keburukannya maka dia adalah seorang mukmin &lt;/em&gt;(HR. Al Hakim).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;I&lt;/span&gt;ngatlah kepada Allah Yang Maha Pengasih dan Yang Maha Penyayang dan taatilah peraturan lalu lintas.  Allah memberi kepada anda kemampuan untuk membeli kendaraan dan anda pandai mengendarainya. Mengapa anda tidak berterima kasih kepada Allah, untuk membayar zakat kendaraan anda, dan memperbanyak infak dan shodaqoh ketika berkendaraan?. Allah pasti akan mengganti dan melipat gandakan apa yang telah anda infakkan.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Katakanlah sesungguhnya Tuhan-ku melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi siapa yang dikehendaki-Nya. “Dan barang apa saja yang yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya&lt;/em&gt; (QS:Saba’; 39).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;S&lt;/span&gt;aking takutnya bershodaqoh, kemudian melanggar lampu merah . Kemudian Kolusi sebenarnya hal yang seharusnya anda sangat benci, tetapi terpaksa dilakukan. Kalau Pak Polisi penjaga lampu merah yang anda sering tuduh suka  mencari-cari kesalahan orang lain, ternyata penyebabnya adalah diri anda sendiri. Sadarilah menghindari berhubungan dengan Pak Polisi untuk hal-hal yang sangat tidak perlu, jauh lebih mengurangi dosa anda. Minta ampunlah  kepada Allah, bila terpaksa anda melakukannya. Ketika melewati atau berhenti di lampu merah perbanyakilah istighfar. Insya Allah anda akan beristighfar setiap harinya lebih dari 70 kali. Sesungguhnya Nabi Muhammad beristighfar minimum 70 kali.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Barangsiapa memperbanyak istighfar maka Allah akan membebaskannya dari kedukaan dan memberinya jalan ke luar bagi kesempitannya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak diduga-duganya &lt;/em&gt;(HR. Abu Dawud).  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3913803123831462131-2201469694928117488?l=rumaljawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumaljawi.blogspot.com/feeds/2201469694928117488/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3913803123831462131&amp;postID=2201469694928117488' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/2201469694928117488'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/2201469694928117488'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumaljawi.blogspot.com/2008/07/perempatan-lampu-merah-oleh-maz-roem.html' title='Perempatan Lampu Merah'/><author><name>Rum Al Jawwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01043527831272059408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3913803123831462131.post-2446590003425868151</id><published>2008-07-17T00:13:00.000-07:00</published><updated>2008-07-18T06:47:07.681-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausiah'/><title type='text'>Berhati-Hatilah Dengan Pujian</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;oleh Yuda Yudhanto&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_qdN5BqjxqaU/SH7x7n4WpRI/AAAAAAAAAAM/_3Q5CJKe-nA/s1600-h/right_panel_pic.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_qdN5BqjxqaU/SH7x7n4WpRI/AAAAAAAAAAM/_3Q5CJKe-nA/s320/right_panel_pic.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5223878624416277778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Pujian mungkin bisa menumbuhkan&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; kepercayaan diri&lt;/span&gt;. Namun pujian adalah rangkaian kata-kata yang harus anda &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;waspadai&lt;/span&gt;. Ketika anda menerima pujian, dalam hati anda tersanjung, lalu mengangguk-angguk membenarkannya. Sesaat kesadaran anda lenyap terbuai oleh perasaan yang luar biasa nikmat. Ini keruntuhan pertama. Berhati-hatilah dengan pujian. Perlakukan ia seperti anda melihat ular berkulit indah namun menyemburkan racun. Keruntuhan selanjutnya terjadi, bila anda mulai berkarya karena mengharap pujian.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Pujian itu bagai &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;air laut&lt;/span&gt;. Semakin banyak diminum, semakin &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;hauslah &lt;/span&gt;anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Ia membunuh anda perlahan-lahan. Bukan karena terlalu banyak garam yang anda reguk. Namun, karena kerakusan anda yang tak terpuaskan. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bekerjalah dengan tulus&lt;/span&gt;, karena anda memiliki tujuan mulia untuk ditunaikan. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Siapkan &lt;/span&gt;keranjang sampah besar untuk menyingkirkan semua pujian yang datang. Anda sama sekali tak memerlukan pujian. Anda memiliki jalan anda sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3913803123831462131-2446590003425868151?l=rumaljawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rumaljawi.blogspot.com/feeds/2446590003425868151/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3913803123831462131&amp;postID=2446590003425868151' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/2446590003425868151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3913803123831462131/posts/default/2446590003425868151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rumaljawi.blogspot.com/2008/07/berhati-hatilah-dengan-pujian.html' title='Berhati-Hatilah Dengan Pujian'/><author><name>Rum Al Jawwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01043527831272059408</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_qdN5BqjxqaU/SH7x7n4WpRI/AAAAAAAAAAM/_3Q5CJKe-nA/s72-c/right_panel_pic.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
